• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Gempa Dahsyat Hantam Selatan Jawa, Ribuan Orang Tewas-Candi Hancur

Gempa Dahsyat Hantam Selatan Jawa, Ribuan Orang Tewas-Candi Hancur

July 13, 2025
BEI Buka-bukaan Soal Risiko Downgrade Saham oleh MSCI

BEI Buka-bukaan Soal Risiko Downgrade Saham oleh MSCI

April 23, 2026
Breaking! Rupiah Tertekan, Dolar AS Sudah Tembus Rp17.210

Breaking! Rupiah Tertekan, Dolar AS Sudah Tembus Rp17.210

April 23, 2026
IHSG Akhirnya Dibuka Menguat 0,30% ke Level 7.564

IHSG Akhirnya Dibuka Menguat 0,30% ke Level 7.564

April 23, 2026
Harga Saham Naik Pesat, BEI Pantau Ketat 3 Emiten Ini

Harga Saham Naik Pesat, BEI Pantau Ketat 3 Emiten Ini

April 23, 2026
Ada Kabar Baik dari Timur Tengah, Bursa Jepang & Korsel Cetak Rekor

Ada Kabar Baik dari Timur Tengah, Bursa Jepang & Korsel Cetak Rekor

April 23, 2026
IHSG Masih Tertekan, Intip 5 Rekomendasi Saham yang Patut Dilirik

IHSG Masih Tertekan, Intip 5 Rekomendasi Saham yang Patut Dilirik

April 23, 2026
Asing Terciduk Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Ambruk

Asing Terciduk Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Ambruk

April 23, 2026
Ini Respons OJK & BEI Soal Pengumuman Terbaru MSCI

Ini Respons OJK & BEI Soal Pengumuman Terbaru MSCI

April 23, 2026
BI Hitung Harga BBM Non-Subsidi Naik Sumbang Inflasi 0,04% di April

BI Hitung Harga BBM Non-Subsidi Naik Sumbang Inflasi 0,04% di April

April 23, 2026
IHSG Merah 3 Hari Berturut-Turut, Asing Kompak Serbu 10 Saham Ini

IHSG Merah 3 Hari Berturut-Turut, Asing Kompak Serbu 10 Saham Ini

April 23, 2026
6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Bila Tak Penuhi Aturan Ini

6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Bila Tak Penuhi Aturan Ini

April 23, 2026
BI Perketat Pembelian Dolar, Transaksi Turun Jadi Rp1,02 T per Hari

BI Perketat Pembelian Dolar, Transaksi Turun Jadi Rp1,02 T per Hari

April 23, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, April 23, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Gempa Dahsyat Hantam Selatan Jawa, Ribuan Orang Tewas-Candi Hancur

9 months ago
in Lifestyle
Gempa Dahsyat Hantam Selatan Jawa, Ribuan Orang Tewas-Candi Hancur
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bencana alam tentu bisa datang kapan saja. Tak ada yang menduga bahwa tidur para penduduk Magelang malam itu akan menjadi yang terakhir di rumah yang sama.

Ketika langit masih gelap dan udara masih dingin, pukul empat pagi tepatnya, tanah mendadak bergeser. Banyak warga yang sadar akan hal itu namun memilih untuk tidak menghiraukannya.

Tapi, kenyataan menampar mereka lebih keras. Tak lama kemudian, guncangan kembali datang. Kali ini tanah bergetar lebih keras dan hebat. Para warga seketika langsung bangun untuk kedua kalinya. Hanya saja, sekarang tak ada waktu untuk melongo berdiam diri.

Mereka harus melarikan diri di tengah berlangsungnya kerusakan hebat. Subuh warga Magelang langsung terasa berbeda. Suasana syahdu pagi hari berubah jadi mencekam. Orang-orang berlumuran darah. Debu-debu berterbangan imbas bangunan runtuh di mana-mana.

Demikianlah deskripsi atas pemberitaan de Locomotief (20 Juni 1867) terhadap gempa besar yang baru diketahui berpusat di Yogyakarta dan terjadi pada 10 Juni 1867, tepat 158 tahun lalu.

Belakangan baru diketahui, apa yang dirasakan penduduk Magelang juga dirasakan oleh penduduk Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Madiun, hingga Banyuwangi. Kerusakan paling besar berada di Yogyakarta dan kota-kota sekitar, sebab pusat gempa berada di ibukota kesultanan.

Werner Kraus dalam buku Raden Saleh: Kehidupan dan Karyanya (2018) menyebut, gempa Yogyakarta 1867 membuat ribuan orang kehilangan nyawa dan ribuan rumah dan bangunan hancur. Bencana tak kenal kelas-kelas sosial. Warga non-pribumi juga terdampak.

Banyak orang Belanda, Arab, dan China tewas. Begitu juga bangunan-bangunan milik mereka. Beberapa bangunan ikonik Yogyakarta juga runtuh. Sebut saja Candi Sewu, Tugu Golong Gilig, dan Tugu Pal Putih. Benteng-benteng peninggalan VOC juga hancur dalam sekejap.

Semua lantas membuat seluruh warga merasa ketakutan. Mereka takut kembali berdiam diri di rumah. Sebab, masih banyak gempa-gempa susulan. Sebagian dari mereka, seperti diberitakan Java Bode (27 Juni 1867), banyak melakukan zikir dan doa bersama agar diberi keselamatan oleh Tuhan.

Pemerintah kolonial yang dikenal semena-mena juga memberikan bantuan kepada para warga. Begitu juga Kesultanan Yogyakarta. Saat itu, belum ada skala penentuan besaran gempa.

Namun, BMKG mengungkap gempa tersebut berkekuatan M7,8. Penyebabnya adalah deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang berpusat di Samudera Hindia. Gempa ini kemudian jadi salah satu gempa terkuat yang pernah mengguncang Pulau Jawa.

Gempa dahsyat serupa kemudian terulang kembali 139 tahun kemudian. Pada 26 Mei 2006, gempa M6,3 mengguncangkan Yogyakarta dan membuat lebih dari 5 ribu orang tewas.

Pakar BMKG Jelaskan Pemicu Gempa

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono dalam unggahan di akun Instagram miliknya mengungkapkan penyebab terjadinya gempa yang mengguncang wilayah Jawa itu.

“Gempa besar Jawa terjadi pada 10 Juni 1867, hari Senin, pagi hari sekira pukul 04.20 waktu setempat. Gempa yang berpusat di Samudra Hindia selatan Pulau Jawa ini diperkirakan berkekuatan Mw7,8 yang dipicu deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia (intra-slab earthquake),” tulisnya, dikutip Minggu (13/7/2025).

“Gempa ini menjadi salah satu gempa terkuat yang pernah mengguncang Pulau Jawa. Kerusakan meluas terjadi di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sebanyak 700 hingga 1.000 orang tewas, termasuk 236 orang tewas di Surakarta,” tambahnya.

Daryono pun menjawab pertanyaan di kolom komentar unggahan itu, yang menanyakan kenapa tidak ada pemberitaan peristiwa tsunami.

Daryono menjawab, hal itu karena gempa yang terjadi termasuk gempa dalam.

(pgr/pgr)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BEI Buka-bukaan Soal Risiko Downgrade Saham oleh MSCI

BEI Buka-bukaan Soal Risiko Downgrade Saham oleh MSCI

April 23, 2026
Breaking! Rupiah Tertekan, Dolar AS Sudah Tembus Rp17.210

Breaking! Rupiah Tertekan, Dolar AS Sudah Tembus Rp17.210

April 23, 2026
IHSG Akhirnya Dibuka Menguat 0,30% ke Level 7.564

IHSG Akhirnya Dibuka Menguat 0,30% ke Level 7.564

April 23, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .