Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas PT Citatah Tbk. (CTTH), PT Formosa Ingredient Factory Tbk. (BOBA) dan PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO) mulai Kamis, (23/4/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.
Informasi terakhir mengenai CTTH yang merupakan emiten penjual marmer ini adalah informasi tanggal tanggal 14 April 2026 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal penjelasan atas volatilitas transaksi.
“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham CTTH tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulisnya.
Mengutip data pasar, saham CTTH bergerak naik 13,56% ke harga Rp134 per saham pada perdagangan kemarin. Di sisi lain, saham CTTH naik 86,11% selama satu bulan. Sementara dalam year to date stagnan.
Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sama halnya dengan CTTH, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham BOBA karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar. Adapun keterangan terakhir soal BOBA tertuang pada keterbukaan informasi tanggal 21 April 2026 perihal penyampaian laporan keuangan interim yang tidak diaudit.
Selama perdagangan kemarin, saham perusahaan bahan baku minuman ini naik 24,56% di level Rp284 Adapun saham BOBA terpantau naik 74,23% dalam periode bulanan, dan telah naik 56,04% selama year to date (YTD).
Di sisi lain, perusahaan DEPO juga dipelototi BEI akibat transaksinya yang tidak wajar. Padahal, sebelumnya, perseroan telah mempublikasikan penjelasan atas volatilitas transaksi pada tanggal 20 April 2026.
Sepanjang perdagangan kemarin, emiten pengelola Depo Bangunan ini bergerak naik 12,41% di level Rp326 per saham. Adapun sebulan ke belakang sahamnya telah naik 52,34% dan secara year to date naik 23,48%.
(fsd/fsd)
Add
as a preferred
source on Google



















