• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

October 20, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

October 29, 2026
Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

October 29, 2026
Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

October 29, 2026
Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

October 29, 2026
Perkuat Bisnis Inti dan AI, Indosat Cetak Pertumbuhan Double Digit

Perkuat Bisnis Inti dan AI, Indosat Cetak Pertumbuhan Double Digit

October 29, 2026
Saham Naik 149%, BEI Gembok Perdagangan Emiten Pemilik CFC (PTSP)

Saham Naik 149%, BEI Gembok Perdagangan Emiten Pemilik CFC (PTSP)

October 29, 2026
Anjlok Drastis, Bursa Awasi Ketat Saham FILM dan COIN

Anjlok Drastis, Bursa Awasi Ketat Saham FILM dan COIN

October 29, 2026
Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

October 29, 2026
PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

October 29, 2026
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 29, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

1 week ago
in Market
Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah berhasil mengakhiri perdagangan sore ini, Selasa (20/10/2026) dengan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,28% ke posisi Rp17.980/US$, sekaligus keluar dari level psikologisnya di Rp18.000 per dolar AS.

Penguatan sebenarnya sudah terlihat sejak awal perdagangan. Ketika mata uang Garuda dibuka naik 0,11% di posisi Rp18.010/US$, kemudian melanjutkan penguatannya hingga berakhir 30 poin lebih kuat dari posisi pembukaan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,22% ke posisi 101,758.


Penguatan rupiah hari ini salah satunya ditopang oleh melemahnya indeks dolar AS. Kondisi itu pada akhirnya memberikan ruang bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, untuk menguat.

Selain itu, perhatian pelaku pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung pada Selasa-Rabu (20-21 Oktober 2026). Keputusan mengenai suku bunga acuan akan diumumkan pada Rabu besok.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai peluang BI menaikkan suku bunga semakin besar setelah rupiah menembus Rp18.000/US$, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) meningkat, dan sentimen investor memburuk setelah pengumuman MSCI.

“Menurut kami, peluang Bank Indonesia menaikkan BI-Rate pada RDG 20-21 Oktober 2026 semakin besar, dengan kenaikan sebesar 25 basis poin menjadi 6,00% sebagai skenario utama,” ujar Josua.

Josua menilai kenaikan sebesar 25 basis poin menjadi pilihan yang lebih seimbang apabila tekanan terhadap rupiah terus berlanjut. Langkah tersebut dapat membantu menjaga daya tarik aset rupiah, mengendalikan ekspektasi inflasi, dan memperkuat kepercayaan terhadap kebijakan moneter BI.

Namun, kenaikan suku bunga tidak otomatis menyelesaikan seluruh tekanan yang dihadapi rupiah. Sebab, tekanan saat ini juga berasal dari meningkatnya persepsi risiko terhadap pasar keuangan Indonesia setelah pengumuman MSCI.

“Namun, kenaikan BI-Rate bukan jaminan rupiah langsung menguat, terutama karena sumber tekanan saat ini tidak sepenuhnya berasal dari perbedaan suku bunga, tetapi juga meningkatnya persepsi risiko terhadap pasar keuangan Indonesia,” kata Josua.

Menurutnya, persoalan mengenai transparansi kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, dan efektivitas penegakan aturan tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan moneter.

Karena itu, apabila BI menaikkan suku bunga, langkah tersebut tetap perlu dipadukan dengan intervensi di pasar valuta asing, pengelolaan likuiditas, serta koordinasi dengan pemerintah dan regulator untuk memperbaiki kepercayaan investor.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

October 29, 2026
Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

October 29, 2026
Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

October 29, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .