• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Perusahaan IPO, JK Jadi Konglomerat Berharta Rp 162,36 T

Perusahaan IPO, JK Jadi Konglomerat Berharta Rp 162,36 T

August 7, 2025
Breaking News! Rupiah Makin Melemah ke Rp17.300 per US$

Breaking News! Rupiah Makin Melemah ke Rp17.300 per US$

April 29, 2026
BNBR Jadi Sorotan, Mau Rights Issue Jumbo dan Masuk Bisnis Ini

BNBR Jadi Sorotan, Mau Rights Issue Jumbo dan Masuk Bisnis Ini

April 29, 2026
Dividen Jadi Daya Tarik, Lo Kheng Hong Buktikan Cuan di Saham Bank

Dividen Jadi Daya Tarik, Lo Kheng Hong Buktikan Cuan di Saham Bank

April 29, 2026
Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp17.255

Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp17.255

April 29, 2026
IHSG Kembali Hijau di Pagi Hari, Dibuka Naik 0,34%

IHSG Kembali Hijau di Pagi Hari, Dibuka Naik 0,34%

April 29, 2026
Pengusaha Muslim Terkaya di Dunia, Punya Harta Rp 500 Triliun Lebih

Pengusaha Muslim Terkaya di Dunia, Punya Harta Rp 500 Triliun Lebih

April 29, 2026
UEA Cabut dari OPEC & Wall Street Melemah, Bursa Asia Ikut Goyang

UEA Cabut dari OPEC & Wall Street Melemah, Bursa Asia Ikut Goyang

April 29, 2026
Sempat Disorot DPR, Tiba-Tiba Ada Asing Beli Saham Ini Via Pasar Nego

Sempat Disorot DPR, Tiba-Tiba Ada Asing Beli Saham Ini Via Pasar Nego

April 29, 2026
Asing Bongkar Muatan Lagi, Ini Daftar Saham yang Banyak Dibuang

Asing Bongkar Muatan Lagi, Ini Daftar Saham yang Banyak Dibuang

April 29, 2026
Hari Ini Bank Mandiri Umumkan Dividen, Segini Perkiraannya

Hari Ini Bank Mandiri Umumkan Dividen, Segini Perkiraannya

April 29, 2026
IHSG Masih Loyo, Asing Sibuk Akumulasi Saham Ini

IHSG Masih Loyo, Asing Sibuk Akumulasi Saham Ini

April 29, 2026
WBSA Dicecar Bursa Usai Kena Suspensi, Investor Perlu Waspadai Hal Ini

WBSA Dicecar Bursa Usai Kena Suspensi, Investor Perlu Waspadai Hal Ini

April 28, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, April 29, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Perusahaan IPO, JK Jadi Konglomerat Berharta Rp 162,36 T

9 months ago
in Market
Perusahaan IPO, JK Jadi Konglomerat Berharta Rp 162,36 T
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kaya raya dan berstatus sebagai konglomerat di usia muda menjadi impian hampir semua orang. Seorang miliarder baru asal China, Liu Jingkang atau dikenal sebagai JK, berhasil mengumpulkan pundi-pundi kekayaan hingga ratusan triliun pada usia 33 tahun.

Mengutip Forbes, kekayaannya berasal dari produsen action camera, Insta360. Sahamnya melonjak hampir empat kali lipat saat melantai perdana di Bursa Efek Shanghai. Valuasi perusahaan ka mencapai sekitar 71 miliar yuan atau setara US$9,9 miliar atau sekitar Rp161,37 triliun (Rp16.400/US$).

Insta360 tercatat dengan nama Arashi Vision dan bermarkas di Shenzhen. Perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar 1,94 miliar yuan atau US$270 juta melalui penawaran umum perdana (IPO) di papan STAR Market, Rabu (12/6/2025).

Saham Insta360 dibuka di harga 182 yuan, naik 285% dari harga IPO sebesar 47,27 yuan. Sahamnya sempat menyentuh puncak di 188 yuan sebelum ditutup di 177 yuan.

Pencatatan ini menjadi IPO terbesar di papan STAR Market sepanjang tahun ini. Dana hasil IPO sebagian besar akan dialokasikan untuk mendukung riset dan pengembangan produk ke depan.

JK lulusan ilmu komputer dari Universitas Nanjing, mendirikan Insta360 pada 2015. Ia pernah masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia pada 2017.

Berdasarkan kepemilikan saham Liu sekitar 26,8%, termasuk saham yang dipegang istrinya, Forbes memperkirakan kekayaannya mencapai US$2,7 miliar atau sekitar Rp44 triliun. Liu menyampaikan pidato saat seremoni pencatatan saham di Shanghai.

“Sepuluh tahun lalu, kami keluar dari asrama Universitas Nanjing dengan sumber daya terbatas dan impian yang besar. Sepuluh tahun berlalu, produk unggulan kami telah berkembang dari ONE X menjadi X5, dan makin jauh kami melangkah, makin jelas pula visi awal kami,” ujar Liu.

Insta360 menawarkan beragam produk imaging untuk konsumen dan telah populer di kalangan videografer serta kreator konten global. Produknya meliputi kamera aksi 360 derajat seri ‘X’ dan kamera mini seri ‘Go’.

Pada 2024, Insta360 mencatat pendapatan sebesar 5,6 miliar yuan atau US$779,9 juta, naik 53,3% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih mencapai 994,7 juta yuan, naik 19,9% secara tahunan.

Pertumbuhan cepat Insta360 didorong oleh penjualan domestik yang kuat dan ekspansi internasional, terutama di AS, Eropa, dan Jepang. Tahun lalu, 76% dari total pendapatan berasal dari pasar luar negeri, termasuk penjualan senilai 1,3 miliar yuan dari AS.

Perusahaan ini memiliki 2.000 karyawan di berbagai kantor global, termasuk di China, AS, Jepang, dan Jerman. Dalam prospektusnya, Insta360 mengungkapkan rencana memperluas penetrasi pasar internasional.

Sebelum IPO, Insta360 didukung oleh investor besar seperti Qiming Venture Partners, IDG Capital, Xunlei, dan Suning Holdings Group. Pada 2019, perusahaan ini menggalang dana sebesar US$30 juta dari investor seperti Everest Venture Capital, MG Holdings, dan Huajin Capital.

Media pemerintah China menjuluki Insta360 sebagai “little giant” karena statusnya sebagai perusahaan teknologi yang tengah naik daun. Perusahaan ini dinilai memiliki potensi besar dalam sektor perangkat elektronik konsumen.

Namun, ke depan, Insta360 menghadapi tantangan dari ketegangan dagang antara AS dan China. Dalam prospektusnya, perusahaan menyebut bahwa ketidakpastian terhadap ekspansi bisnis luar negeri meningkat akibat perubahan kebijakan tarif dari Gedung Putih sejak Februari.

Selain itu, persaingan di industri elektronik konsumen juga semakin ketat. Insta360 mengidentifikasi GoPro dan DJI sebagai pesaing utama di segmen kamera aksi.

Pada 2024, Komisi Perdagangan Internasional AS mengumumkan penyelidikan atas gugatan pelanggaran paten yang diajukan GoPro terhadap Insta360. Hasil penyelidikan tersebut belum diumumkan hingga saat ini.

Dari sisi inovasi, Insta360 tengah mengembangkan fitur berbasis AI dan kompatibilitas dengan teknologi VR. Perusahaan juga menjalin kemitraan dengan Apple untuk mendukung video dari kamera Insta360 di headset Vision Pro.

April lalu, Insta360 meluncurkan fitur AI baru dalam aplikasinya yang mampu menambahkan musik dan transisi otomatis pada rekaman video. Fitur ini ditujukan untuk mendukung kreator konten agar lebih efisien dalam proses pengeditan.

Permintaan terhadap kamera Insta360 meningkat seiring pertumbuhan ekonomi kreator global. Laporan Deloitte menyebutkan, pada 2023 terdapat sekitar 50 juta kreator online dan lima miliar pengguna media sosial di seluruh dunia.

Trens konten kreator global diperkirakan akan mencapai nilai US$2 triliun pada 2026, menurut laporan yang sama. Tren ini diyakini akan terus mendongkrak permintaan terhadap perangkat kamera berkualitas tinggi seperti produk Insta360.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Tiba-Tiba Para Taipan RI Datang (Lagi) ke Istana Bertemu Prabowo




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking News! Rupiah Makin Melemah ke Rp17.300 per US$

Breaking News! Rupiah Makin Melemah ke Rp17.300 per US$

April 29, 2026
BNBR Jadi Sorotan, Mau Rights Issue Jumbo dan Masuk Bisnis Ini

BNBR Jadi Sorotan, Mau Rights Issue Jumbo dan Masuk Bisnis Ini

April 29, 2026
Dividen Jadi Daya Tarik, Lo Kheng Hong Buktikan Cuan di Saham Bank

Dividen Jadi Daya Tarik, Lo Kheng Hong Buktikan Cuan di Saham Bank

April 29, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .