• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Jelang Rilis PDB, Dolar Naik 0,1% Jadi Rp 16.710

Jelang Rilis PDB, Dolar Naik 0,1% Jadi Rp 16.710

November 5, 2025
G7 Lepas Cadangan Minyak-Harga Batu Diramal Bisa Tembus USD 200

G7 Lepas Cadangan Minyak-Harga Batu Diramal Bisa Tembus USD 200

October 5, 2026
Akhir Sesi I IHSG Bertahan di Zona Hijau ke Level 6.038

Akhir Sesi I IHSG Bertahan di Zona Hijau ke Level 6.038

October 5, 2026
Yaman Lancarkan Serangan, Rupiah Anjlok ke Rp 17.900 per USD

Yaman Lancarkan Serangan, Rupiah Anjlok ke Rp 17.900 per USD

October 5, 2026
Waspada! Rupiah Terus Keok Lawan Dolar AS Mulai Buat Harga Barang Naik

Waspada! Rupiah Terus Keok Lawan Dolar AS Mulai Buat Harga Barang Naik

October 5, 2026
Jababeka Caplok 51% Saham Kawasan Industri Seafer di Kendal

Jababeka Caplok 51% Saham Kawasan Industri Seafer di Kendal

October 5, 2026
Emiten RI Ini Bayar Utang Pakai Saham, Nilainya Rp70,87 Miliar

Emiten RI Ini Bayar Utang Pakai Saham, Nilainya Rp70,87 Miliar

October 5, 2026
Ini Bocoran Aturan Pemda Wajib Alokasikan Dana Desa dari Potongan TKD

Ini Bocoran Aturan Pemda Wajib Alokasikan Dana Desa dari Potongan TKD

October 5, 2026
Harga Minyak Masih Tinggi, Apa Efeknya ke APBN, IHSG & Rupiah?

Harga Minyak Masih Tinggi, Apa Efeknya ke APBN, IHSG & Rupiah?

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

Bos OJK Buka Suara Soal Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

October 5, 2026
BYD Resmi Ubah Merek Mobil Denza Jadi Danza

BYD Resmi Ubah Merek Mobil Denza Jadi Danza

October 5, 2026
KAI Angkat Bos Buruh Ristadi Jadi Komisaris Perusahaan

KAI Angkat Bos Buruh Ristadi Jadi Komisaris Perusahaan

October 5, 2026
Rupiah Melemah Lagi, Dolar AS Kini Naik Jadi Rp 17.950

Rupiah Melemah Lagi, Dolar AS Kini Naik Jadi Rp 17.950

October 5, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 5, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Jelang Rilis PDB, Dolar Naik 0,1% Jadi Rp 16.710

11 months ago
in Lifestyle
Jelang Rilis PDB, Dolar Naik 0,1% Jadi Rp 16.710
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jelang rilis laporan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025.

Merujuk Refinitiv, pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (5/11/2025), rupiah naik ke level Rp16.710/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,09%. Setelah di perdagangan sebelumnya, rupiah juga ditutup melemah 0,27% di level Rp16.695/US$.

Adapun, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB tengah mengalami pelemahan sebesar 0,14% di level 100,09. Meski demikian, DXY sejatinya dengah mengalami reli kenaikan dengan kemarin ditutup menguat 0,35% di level 100,224 sekaligus menandai level terkuatnya dalam tiga bulan.


Pergerakan rupiah hari ini, Rabu (5/11/2025) seiring dengan penantian pelaku pasar akan pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) kuartal III-2025 pada pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia, dari 13 institusi/lembaga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 mencapai 5,01% (yoy) dan 1,40% (qtq).

Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan capaian kuartal II-2025 sebesar 5,12% (yoy), namun masih menunjukkan resiliensi permintaan domestik dan stabilitas ekonomi di tengah tekanan eksternal.

Dari sisi eksternal, penguatan dolar AS di pasar global menjadi ancaman bagi pergerakan rupiah pada hari ini. DXY menguat di tengah meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed serta dampak berlarut dari penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown).

Indeks dolar AS sempat menyentuh level tertinggi sejak 1 Agustus di 100,25, didorong oleh persepsi pasar bahwa peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember semakin kecil. Meskipun The Fed telah memangkas suku bunga 25 basis poin pada pertemuan pekan lalu.

Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa keputusan berikutnya tidak otomatis menuju pelonggaran lebih lanjut. Kondisi ini membuat imbal hasil (yield) obligasi AS bertahan tinggi, sehingga menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Dolar AS Terpuruk, Rupiah Melaju ke Level Terkuat Dalam Dua Pekan




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
G7 Lepas Cadangan Minyak-Harga Batu Diramal Bisa Tembus USD 200

G7 Lepas Cadangan Minyak-Harga Batu Diramal Bisa Tembus USD 200

October 5, 2026
Akhir Sesi I IHSG Bertahan di Zona Hijau ke Level 6.038

Akhir Sesi I IHSG Bertahan di Zona Hijau ke Level 6.038

October 5, 2026
Yaman Lancarkan Serangan, Rupiah Anjlok ke Rp 17.900 per USD

Yaman Lancarkan Serangan, Rupiah Anjlok ke Rp 17.900 per USD

October 5, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .