• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Risiko Gagal Bayar Naik & Beban Bunga Menekan, RI Harus Disiplin Utang

Risiko Gagal Bayar Naik & Beban Bunga Menekan, RI Harus Disiplin Utang

November 6, 2026
Harapan Perang Reda, Harga Minyak Turun ke Bawah USD 100/barel

Harapan Perang Reda, Harga Minyak Turun ke Bawah USD 100/barel

November 6, 2026
Aset Industri Asuransi RI Dibayangi Gejolak IHSG

Aset Industri Asuransi RI Dibayangi Gejolak IHSG

November 6, 2026
Antisipasi Manipulasi Saham, BEI Siapkan Sistem Peringatan Dini

Antisipasi Manipulasi Saham, BEI Siapkan Sistem Peringatan Dini

November 6, 2026
Pasar BergejoIak, IHSG Diramal Bergerak 5.000- 5.500 Akhir 2026

Pasar BergejoIak, IHSG Diramal Bergerak 5.000- 5.500 Akhir 2026

November 6, 2026
IHSG Merah Tapi Asing Masuk Rp153,22 M di Sesi I, Serbu Saham 4 BUMN

IHSG Merah Tapi Asing Masuk Rp153,22 M di Sesi I, Serbu Saham 4 BUMN

November 6, 2026
Mau IPO, Andalan Artha (ANDA) Tawarkan Rp 158

Mau IPO, Andalan Artha (ANDA) Tawarkan Rp 158

November 6, 2026
Mau IPO, Andalan Artha (ANDA) Tawarkan Saham Rp 158

Mau IPO, Andalan Artha (ANDA) Tawarkan Saham Rp 158

November 6, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Turun 1,97% ke 4.931

Akhiri Sesi I, IHSG Turun 1,97% ke 4.931

November 6, 2026
Video: Australia Bantu Padamkan Karhutla – Rupiah ke Rp 18.100/USD

Video: Australia Bantu Padamkan Karhutla – Rupiah ke Rp 18.100/USD

November 6, 2026
17 Asuransi & Dapen Masuk Radar Pengawasan Khusus OJK, Ada Apa?

17 Asuransi & Dapen Masuk Radar Pengawasan Khusus OJK, Ada Apa?

November 6, 2026
Utang Negara Berkembang Pecah Rekor, Tembus Rp170.478,4 T

Utang Negara Berkembang Pecah Rekor, Tembus Rp170.478,4 T

November 6, 2026
PDB RI Tumbuh 5,45% Jauh di Atas Ekspektasi, Pasar Komentar Ini

PDB RI Tumbuh 5,45% Jauh di Atas Ekspektasi, Pasar Komentar Ini

November 6, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, November 6, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Risiko Gagal Bayar Naik & Beban Bunga Menekan, RI Harus Disiplin Utang

2 hours ago
in Market
Risiko Gagal Bayar Naik & Beban Bunga Menekan, RI Harus Disiplin Utang
Share on FacebookShare on Twitter




Sabang, CNBC Indonesia – Kepala Ekonom PT Bank Danamon Tbk. Irman Faiz menilai kenaikan premi risiko gagal bayar (credit default swap/CDS) Indonesia dipengaruhi lebih dari satu faktor, dengan geopolitik sebagai penyebab terbesar. Ia mengingatkan pemerintah agar tetap disiplin mengelola utang dan menjaga defisit anggaran agar biaya pinjaman bisa turun.

Hal itu disampaikan Irman dalam sesi tanya jawab, Media Briefing Bank Indonesia (BI), Jumat (6/11/2026), saat ditanya soal dampak bunga utang dan CDS yang kian tinggi terhadap pandangan investor terhadap Indonesia.

Menurut Irman, ketidakpastian terkait penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) memang ikut mendorong CDS, tetapi bukan satu-satunya penyebab.

“CDS yang semakin tinggi ini ada beberapa faktor, salah satunya yang paling besar adalah geopolitik,” ujarnya.

Ia menyebut jika ketidakpastian MSCI bertahan hingga awal 2027, sementara geopolitik membaik, premi risiko secara keseluruhan bisa turun. “Kalau MSCI itu faktor yang meningkat, memang ini mendorong CDS, tapi ada faktor lain yang juga menjadi dasar CDS tersebut, yaitu geopolitik,” katanya.

Meski melihat peluang CDS dan yield turun, Irman menekankan pemerintah tidak boleh lengah. Menurutnya, perilaku hati-hati dalam pengelolaan utang harus diterapkan sekarang.

“Yang jelas, prudent behavior dalam manajemen utang itu sudah harus diterapkan. Makanya kita harus tetap menjaga komitmen fiskal defisit di 3% maksimal,” tegasnya.

Tujuannya, kata Irman, agar lembaga pemeringkat tidak terus menyoroti risiko Indonesia. Ia menyinggung S&P yang disebutnya mempersoalkan beban bunga terhadap penerimaan negara yang sudah di atas 15%. Bila dalam dua tahun rasio itu tidak turun di bawah 15%, menurutnya ada potensi downgrade.

“Penting bagi kita untuk menjaga borrowing cost-nya bisa turun secara perlahan, salah satunya dengan menjaga defisit fiskal di 3%,” ujarnya.

Di sisi pasar obligasi, Irman memperkirakan yield SBN bisa turun ke 7,2% tahun depan jika yield obligasi AS turun ke 4,2%. Selisih imbal hasil sebesar 240-270 basis poin, menurutnya, perlu dijaga agar pasar obligasi domestik tetap menarik bagi investor asing.

Ia menjelaskan Indonesia membutuhkan arus dolar untuk membiayai impor di tengah defisit transaksi berjalan, dan pasar saham tidak bisa diandalkan setelah isu MSCI. “Kalau kita butuhkan dolar, equity kita enggak bisa diharapkan. Yang kita harapkan adalah bond market,” kata Irman.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Harapan Perang Reda, Harga Minyak Turun ke Bawah USD 100/barel

Harapan Perang Reda, Harga Minyak Turun ke Bawah USD 100/barel

November 6, 2026
Aset Industri Asuransi RI Dibayangi Gejolak IHSG

Aset Industri Asuransi RI Dibayangi Gejolak IHSG

November 6, 2026
Antisipasi Manipulasi Saham, BEI Siapkan Sistem Peringatan Dini

Antisipasi Manipulasi Saham, BEI Siapkan Sistem Peringatan Dini

November 6, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .