• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Terkuak, Ini Alasan Kenapa Tuyul & Babi Ngepet Ogah Curi Uang Bank

Terkuak, Ini Alasan Kenapa Tuyul & Babi Ngepet Ogah Curi Uang Bank

November 1, 2025
Breaking News! Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp 15,4 T di Q1-2026

Breaking News! Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp 15,4 T di Q1-2026

April 21, 2026
OJK Rilis Roadmap Penguatan Pasar Derivatif & Pasar Modal

OJK Rilis Roadmap Penguatan Pasar Derivatif & Pasar Modal

April 21, 2026
Rupiah Menguat Lagi, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.140

Rupiah Menguat Lagi, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.140

April 21, 2026
Asing Terciduk Beli Saham Ini Saat IHSG Disengat MSCI

Asing Terciduk Beli Saham Ini Saat IHSG Disengat MSCI

April 21, 2026
Soal Rencana IPO Anak Usaha, Darma Henwa (DEWA) Buka Suara

Soal Rencana IPO Anak Usaha, Darma Henwa (DEWA) Buka Suara

April 21, 2026
OJK Kaji Aturan Universal Banking Perluas Bisnis ke Pasar Modal

OJK Kaji Aturan Universal Banking Perluas Bisnis ke Pasar Modal

April 21, 2026
Keren, Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,72 Miliar Sebulan

Keren, Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,72 Miliar Sebulan

April 21, 2026
OJK Mau Revisi Aturan RBB, Ini yang Perlu Diketahui Bankir

OJK Mau Revisi Aturan RBB, Ini yang Perlu Diketahui Bankir

April 21, 2026
Kerek Harga Saham Apple 1.900%, Tim Cook Akan Lepas Jabatan CEO

Kerek Harga Saham Apple 1.900%, Tim Cook Akan Lepas Jabatan CEO

April 21, 2026
IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,59%, DSSA dan BREN Ambruk

IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,59%, DSSA dan BREN Ambruk

April 21, 2026
Bawa Banyak Manfaat, Begini Respon Pengamat Soal RPOJK RBB

Bawa Banyak Manfaat, Begini Respon Pengamat Soal RPOJK RBB

April 21, 2026
MSCI Tahan Rebalancing Saham RI Hingga IHSG Anjlok ke 7.500-an

MSCI Tahan Rebalancing Saham RI Hingga IHSG Anjlok ke 7.500-an

April 21, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, April 21, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home News

Terkuak, Ini Alasan Kenapa Tuyul & Babi Ngepet Ogah Curi Uang Bank

6 months ago
in News
Terkuak, Ini Alasan Kenapa Tuyul & Babi Ngepet Ogah Curi Uang Bank
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Mitos tentang tuyul dan babi ngepet sudah lama melekat dalam budaya masyarakat Indonesia. Kedua makhluk ini dikenal sebagai “alat pesugihan” yang bisa membantu seseorang mendapatkan kekayaan dengan cara gaib.

Namun, pertanyaan klasik selalu muncul, kenapa tuyul dan babi ngepet tidak pernah mencuri uang di bank? Jawabannya ternyata tidak sesederhana karena uang di bank dijaga satpam. Ada penjelasan sosial, ekonomi, dan kultural di balik legenda ini.

Dalam masyarakat tradisional, kehadiran tuyul dan babi ngepet mencerminkan kecemburuan sosial yang muncul ketika terjadi ketimpangan ekonomi. Di masa lalu, masyarakat desa melihat sebagian orang tiba-tiba kaya tanpa proses yang terlihat, bukan karena panen melimpah atau kerja keras di sawah. Maka, muncullah dugaan bahwa kekayaan itu berasal dari bantuan makhluk gaib.

Fenomena ini semakin menguat setelah liberalisasi ekonomi pada 1870, yang dijelaskan oleh Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks dalam Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012). Saat itu, banyak lahan petani kecil diambil alih untuk dijadikan perkebunan besar dan pabrik gula, membuat rakyat kecil kian miskin.

Sementara itu, para pedagang dan pengusaha, baik pribumi maupun Tionghoa mendadak makmur karena sistem ekonomi baru ini. Situasi ini kemudian membuat kehidupan masyarakat terpuruk, khususnya para petani kecil di Jawa yang semakin terperosok ke dalam jurang kemiskinan. Sebab, mereka tak lagi memiliki kuasa atas lahan perkebunan.

Kenaikan pesat kekayaan mereka lantas menimbulkan keheranan bagi para petani yang kian melarat itu. Para petani bingung dari mana asal-usul kekayaan mereka.

Bagi mereka, proses pemupukan kekayaan harus dibuktikan dan terlihat, seperti misalkan melihat kerja kerasnya atau proses saat bertani. Sayang, mereka tak melihat itu pada orang kaya baru. Alhasil, timbul rasa iri dan kecemburuan oleh petani ke pedagang karena bisa mendapat harta sebanyak itu.

Masyarakat yang kental dengan pandangan mistik membuat para petani memandang pencurian itu adalah kerja sama antara orang kaya dan makhluk supranatural dan kasat mata, seperti tuyul dan babi ngepet. Singkatnya, para petani yang iri selalu menuduh orang kaya baru menggunakan cara haram dalam memperoleh kekayaan.

Akibat tuduhan ini, Ong Hok Ham dalam Dari Soal Priayi sampai Nyi Blorong (2002) menyebutkan, para pedagang dan pengusaha sukses kehilangan status di masyarakat. Mereka dianggap “hina” karena memupuk kekayaan dari cara haram, yakni bersekutu dengan setan.

Tuduhan tak berdasar ini membuat popularitas tokoh tuyul dan babi ngepet sebagai subjek mistis terkait kekayaan semakin meningkat dan terus populer sampai saat ini di Indonesia. Fenomena tuyul pernah juga jadi sorotan Clifford Geertz, antropolog yang menggarap karya fenomenal The Religion of Java (1976).

Dalam pengamatannya, Geertz cerita memang benar ada orang memelihara tuyul dan biasanya mereka melakukan perjanjian dengan roh di tempat-tempat keramat. Ciri-ciri pemilik tuyul pun digambarkan dengan detail: hidup sederhana, memakai pakaian lusuh, sering mandi di sungai bersama buruh, dan makan makanan rakyat jelata untuk menutupi kekayaannya.

Namun dalam realitas modern, “uang bank” bukan bagian dari dunia tuyul dan babi ngepet karena simbolismenya berbeda. Bank merepresentasikan sistem keuangan formal yang tidak dipahami oleh mitos rakyat pedesaan. Mereka mencuri dari rumah ke rumah karena itu mencerminkan ketimpangan sosial yang nyata, antara si miskin dan si kaya di kampung, bukan antara rakyat dan institusi.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Benarkah Tuyul Tak Bisa Curi Uang di Bank? Ini Penjelasannya




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking News! Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp 15,4 T di Q1-2026

Breaking News! Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp 15,4 T di Q1-2026

April 21, 2026
OJK Rilis Roadmap Penguatan Pasar Derivatif & Pasar Modal

OJK Rilis Roadmap Penguatan Pasar Derivatif & Pasar Modal

April 21, 2026
Rupiah Menguat Lagi, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.140

Rupiah Menguat Lagi, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.140

April 21, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .