• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bawa Banyak Manfaat, Begini Respon Pengamat Soal RPOJK RBB

Bawa Banyak Manfaat, Begini Respon Pengamat Soal RPOJK RBB

April 21, 2026
Harga BBM-Suku Cadang Kapal Melonjak

Harga BBM-Suku Cadang Kapal Melonjak

April 21, 2026
DPK Bank Mandiri Melejit 21,1% di Q1-2026, CASA Naik 12,7%

DPK Bank Mandiri Melejit 21,1% di Q1-2026, CASA Naik 12,7%

April 21, 2026
IHSG Tutup di Zona Merah, Tertekan Saham DSSA dan BREN

IHSG Tutup di Zona Merah, Tertekan Saham DSSA dan BREN

April 21, 2026
Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Bank Mandiri Fokus Biayai MBG-Kopdes

Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Bank Mandiri Fokus Biayai MBG-Kopdes

April 21, 2026
Bank Mandiri Cetak Laba Rp 15,4 Triliun di Kuartal I-2026

Bank Mandiri Cetak Laba Rp 15,4 Triliun di Kuartal I-2026

April 21, 2026
Pertamina Geothermal (PGEO) Mau Rambah Bisnis Data Center

Pertamina Geothermal (PGEO) Mau Rambah Bisnis Data Center

April 21, 2026
Kredit Bank Mandiri Tumbuh 17,4%, Fokus ke Ekonomi Riil & Padat Karya

Kredit Bank Mandiri Tumbuh 17,4%, Fokus ke Ekonomi Riil & Padat Karya

April 21, 2026
Breaking News! Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp 15,4 T di Q1-2026

Breaking News! Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp 15,4 T di Q1-2026

April 21, 2026
OJK Rilis Roadmap Penguatan Pasar Derivatif & Pasar Modal

OJK Rilis Roadmap Penguatan Pasar Derivatif & Pasar Modal

April 21, 2026
Rupiah Menguat Lagi, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.140

Rupiah Menguat Lagi, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.140

April 21, 2026
Asing Terciduk Beli Saham Ini Saat IHSG Disengat MSCI

Asing Terciduk Beli Saham Ini Saat IHSG Disengat MSCI

April 21, 2026
Soal Rencana IPO Anak Usaha, Darma Henwa (DEWA) Buka Suara

Soal Rencana IPO Anak Usaha, Darma Henwa (DEWA) Buka Suara

April 21, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, April 21, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Bawa Banyak Manfaat, Begini Respon Pengamat Soal RPOJK RBB

4 hours ago
in Market
Bawa Banyak Manfaat, Begini Respon Pengamat Soal RPOJK RBB
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan penyesuaian ketentuan Rencana Bisnis Bank (RBB) guna mengoptimalkan kontribusi perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Penyesuaian RBB tersebut akan dituangkan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) untuk mengatur arah penyaluran kredit perbankan termasuk mendukung program prioritas pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, rencana penerbitan POJK RBB pada dasarnya positif dan relevan karena dukungan pembiayaan kepada program pemerintah diatur dalam kerangka perencanaan bank yang lebih formal, terukur, dan diawasi.

Menurut Josua, ada beberapa manfaat positif yang dirasakan pihak perbankan jika POJK RBB diterbitkan. Pertama, bank jadi memiliki arah yang lebih tegas karena pembiayaan ke sektor prioritas tidak lagi berdiri sendiri, melainkan masuk ke dokumen bisnis resmi yang harus realistis dan selaras dengan strategi bank.

Kedua, kebijakan ini membuka peluang pertumbuhan pada sektor yang sedang didorong oleh pemerintah, seperti UMKM, perumahan, ketahanan pangan, hilirisasi, dan program desa. Ketiga, POJK RBB juga memperlihatkan dukungan OJK yang sedang mengarah ke kebijakan makro. Dalam hal ini, insentif likuiditas makroprudensial diarahkan untuk memacu pertumbuhan kredit perbankan ke sektor riil dan sektor prioritas pemerintah.

“Artinya, bagi bank yang siap dari sisi modal, likuiditas, dan kemampuan analisis sektor, kebijakan ini bisa menjadi sumber pertumbuhan yang lebih terarah, bukan sekadar tambahan beban administrasi,” ujar Josua.

Walau demikian, Josua mengingatkan bahwa risiko dari pemberlakuan POJK RBB juga menyimpan risiko nyata. Salah satu risiko terbesarnya yaitu jika semangat mendukung program pemerintah dimaknai terlalu sempit sebagai kewajiban mengejar target penyaluran kredit yang kemudian mengesampingkan prinsip kehati-hatian.

Dari situ, risiko konsentrasi portofolio akan muncul yang diikuti dengan salah harga risiko, penyaluran kredit ke model usaha yang belum matang, hingga akhirnya menaikkan kredit masalah. Risiko kredit pada segmen UMKM dan kredit konsumsi juga masih perlu dicermati seiring lemahnya daya beli dan meningkatnya risiko kredit.

Sebenarnya, data menunjukkan bahwa industri perbankan masih kuat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kredit 9,37% year on year (YoY) pada Februari 2026. Di periode yang sama, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,18% YoY, rasio alat likuid terhadap DPK tumbuh 27,4%, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto di level 2,17%, dan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level 25,83%.

“Tetapi justru karena kondisinya masih kuat, bank jangan sampai merusak kualitas itu dengan pembiayaan yang terlalu dipandu pertimbangan kebijakan jangka pendek,” jelas dia.

Maka dari itu, Josua menekankan pentingnya bagi bank untuk menyiapkan batasan. Pertama, bank harus tetap memakai ukuran kelayakan usaha, arus kas, agunan, kualitas pelaksana program, dan kemampuan bayar debitur ketika menyalurkan kredit ke program prioritas pemerintah. Kedua, bank perlu menetapkan batas konsentrasi berdasarkan sektor, debitur inti, wilayah, dan program agar risiko tidak menumpuk di satu sektor atau industri.

Ketiga, bank harus menerapkan pemisahan yang tegas antara pembiayaan yang layak secara komersial dan pembiayaan yang baru layak jika diberi subsidi bunga, penjaminan, atau pembagian risiko dari pemerintah.

Keempat, direksi dan komisaris perbankan harus aktif. Sebab, RBB wajib disusun secara realistis dengan memperhatikan faktor eksternal dan internal, prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan manajemen risiko, kemudian disusun oleh direksi dan disetujui dewan komisaris.

Kelima, pihak bank harus menyiapkan rencana revisi sejak awal. Mengingat, RBB meminta penjelasan atas deviasi antara rencana dan realisasi serta tindak lanjut perbaikannya.

“Jadi, dukungan ke program pemerintah boleh diperluas, tetapi pagar risikonya harus dipasang lebih kuat daripada kredit biasa, bukan malah dilonggarkan,” tegas Josua.

Pada akhirnya, Josua memandang bahwa Rancangan POJK RBB bakal memperkuat pengawasan dan transparansi penyaluran kredit untuk mendukung program prioritas pemerintah. Namun kembali lagi, efektivitasnya bergantung pada pelaksanaannya.

Pada dasarnya, RPOJK RBB sudah membangun rantai pengawasan yang lebih lengkap, di mana terdapat definisi Laporan Realisasi Rencana Bisnis oleh direksi serta terdapat Laporan Pengawasan Rencana Bisnis oleh dewan komisaris. Pihak OJK pun dapat mengevaluasi rencana bisnis sekaligus meminta bank melakukan presentasi atau memberi penjelasan menyeluruh.

Di samping itu, RPOJK RBB juga mensyaratkan penjelasan atas penyebab deviasi, kendala, serta tindak lanjut perbaikan. Bahkan, jika pihak perbankan tidak patuh, maka terdapat sanksi yang dijatuhkan, mulai dari teguran tertulis sampai penurunan tingkat kesehatan bank dan pembekuan kegiatan usaha tertentu.

(dpu/dpu)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Harga BBM-Suku Cadang Kapal Melonjak

Harga BBM-Suku Cadang Kapal Melonjak

April 21, 2026
DPK Bank Mandiri Melejit 21,1% di Q1-2026, CASA Naik 12,7%

DPK Bank Mandiri Melejit 21,1% di Q1-2026, CASA Naik 12,7%

April 21, 2026
IHSG Tutup di Zona Merah, Tertekan Saham DSSA dan BREN

IHSG Tutup di Zona Merah, Tertekan Saham DSSA dan BREN

April 21, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .