• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Terancam Ditendang Bursa, Bos JSKY Bilang Gini

Terancam Ditendang Bursa, Bos JSKY Bilang Gini

August 20, 2025
Danantara Sudah Pegang Saham Aplikator Ojol

Danantara Sudah Pegang Saham Aplikator Ojol

May 1, 2026
Cicilan KPR Buruh akan Bisa Diperpanjang hingga 40 Tahun

Cicilan KPR Buruh akan Bisa Diperpanjang hingga 40 Tahun

May 1, 2026
Danareksa Incar Jadi Manajemen Aset Terbesar Kedua di RI

Danareksa Incar Jadi Manajemen Aset Terbesar Kedua di RI

May 1, 2026
Prabowo akan Luncurkan Kredit Rakyat, Bunganya Maksimal 5% Satu Tahun

Prabowo akan Luncurkan Kredit Rakyat, Bunganya Maksimal 5% Satu Tahun

May 1, 2026
Dulu Bantu Ibu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Punya 23.000 Toko

Dulu Bantu Ibu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Punya 23.000 Toko

May 1, 2026
Tugu Reasuransi Catat Laba Bersih Rp110 Miliar pada 2025

Tugu Reasuransi Catat Laba Bersih Rp110 Miliar pada 2025

May 1, 2026
Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

May 1, 2026
Bergelimang Cuan, Laba TINS Meroket 595% Jadi Rp1,5 Triliun

Bergelimang Cuan, Laba TINS Meroket 595% Jadi Rp1,5 Triliun

May 1, 2026
KRAS Balikkan Rugi Jadi Untung Rp 5,75 T, Dua Hal Ini Jadi Triggernya

KRAS Balikkan Rugi Jadi Untung Rp 5,75 T, Dua Hal Ini Jadi Triggernya

May 1, 2026
Harga Emas Menggila, Margin Laba MDKA Lompat 130%

Harga Emas Menggila, Margin Laba MDKA Lompat 130%

April 30, 2026
Laba PTBA Naik 105%, Bos Besar Ungkap Penyebabnya

Laba PTBA Naik 105%, Bos Besar Ungkap Penyebabnya

April 30, 2026
Laba PTBA Naik 105%, Bos Besar Ungkap Alasannya

Laba PTBA Naik 105%, Bos Besar Ungkap Alasannya

April 30, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, May 1, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Terancam Ditendang Bursa, Bos JSKY Bilang Gini

8 months ago
in Market
Terancam Ditendang Bursa, Bos JSKY Bilang Gini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten panel surya PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) buka suara usai suspensi yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadapnya. Saat ini JSKY tengah berupaya agar sahamnya bisa keluar dari jerat suspensi.

Direktur Utama JSKY Jung Fan mengatakan, JSKY menghadapi penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) pada September 2023. Sejauh ini, progress pembayaran angsuran homologasi kepada para kreditur masih berada pada kisaran 10%.

Selain PKPU, JSKY juga mendapat tato dari bursa karena belum menyampaikan laporan keuangan sejak tahun 2022. Atas hal ini, perseroan pun menyampaikan perkembangan pelaporan tersebut.

“Laporan Keuangan 2022 telah sepenuhnya diunggah oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) tertunjuk. Sementara itu, laporan keuangan 2023 saat ini sedang dalam proses audit oleh KAP dengan progress 45%, serta laporan keuangan 2024 juga sudah 5% dikerjakan dalam skala audit internal,” ungkap Jung Fan, dikutip dari keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu, (20/8/2025).

Terpisah, Jung Fan menjelaskan bahwa hingga saat ini JSKY masih berjuang mencari keadilan pasca dugaan tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh Chirtoper Liawan, mantan direktur utama terdahulu. Adapun nilai kerugian perseroan ditaksir mencapai 6 Miliar Rupiah.

Kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyidikan di Polres Bogor dan ditargetkan secepatnya akan naik ke tahap pengadilan.

Dari segi kinerja, JSKY terus mendorong dan berinovasi guna membangkitkan kinerja perseroan di tengah gempuran produk China yang membanjiri pasar panel surya dunia. Hingga hari ini, JSKY masih terus berporduksi dengan skala yang normal meskipun kapasitas produksinya sedikit menurun.

“Penurunan jumlah serapan di pasar global dan anjloknya permintaan di pasar lokal pasti jadi faktor utama. Selain itu hal-hal di luar operasional juga tentu berpengaruh pada kemampuan JSKY dalam membayar angsuran,” ungkap Jung Fan.

JSKY menerangkan bahwa saat ini perseroan lebih berfokus dengan beberapa pelanggan/order dari Amerika. Adapun proyek lokal yang sedang dikerjakan adalah pesanan solar module dari PT Terang Wahana Hijau (IconGreen).

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan peringatan delisting kepada PT Sky Energy Indonesia Tbk. (JSKY). Artinya perusahaan tersebut sahamnya berpotensi dikeluarkan dari pasar modal Indonesia.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, potensi delisting pasa saham JSKY yang masuk pada papan pemantauan khusus tertera pada pengumuman bursa No: Peng-SPT-00016/BEI.PP2/08-2022 tanggal 1 Agustus 2022 perihal penghentian sementara perdagangan efek.

Pemegang saham JSKY saat ini digenggam oleh Kejaksaan Agung 20,50%, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia 10%, PT Trinitan Global Pasifik 4,52%, dan masyarakat sebanyak 64,98% atau setara 1,3 miliar lembar.

Mengutip RTI, saham JSKY berada di level Rp 52 per saham dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 105,6 miliar. Selain itu emiten tersebut memiliki banyak tato di antaranya, L yaitu keterlambatan penyampaian laporan keuangan, Y yaitu belum menyelenggarakan RUPS Tahunan sampai dengan 6 bulan setelah tahun buku berakhir, dan X yaitu sahamnya dalam pemantauan khusus.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Video: Q1-2025 Positif, Dirut BTN Optimistis Bisnis Lanjut Nge-Gas!




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Danantara Sudah Pegang Saham Aplikator Ojol

Danantara Sudah Pegang Saham Aplikator Ojol

May 1, 2026
Cicilan KPR Buruh akan Bisa Diperpanjang hingga 40 Tahun

Cicilan KPR Buruh akan Bisa Diperpanjang hingga 40 Tahun

May 1, 2026
Danareksa Incar Jadi Manajemen Aset Terbesar Kedua di RI

Danareksa Incar Jadi Manajemen Aset Terbesar Kedua di RI

May 1, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .