• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Sukses Jadi Konglomerat, Ini 12 Raja Sawit Indonesia

Sukses Jadi Konglomerat, Ini 12 Raja Sawit Indonesia

November 27, 2025
10 Saham Ini Paling Banyak Masuk Jual Antrean Asing Kala IHSG Menguat

10 Saham Ini Paling Banyak Masuk Jual Antrean Asing Kala IHSG Menguat

October 6, 2026
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Jauhi Radius 2 Km!

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Jauhi Radius 2 Km!

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

October 5, 2026
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

October 5, 2026
Danantara Tutup 354 BUMN

Danantara Tutup 354 BUMN

October 5, 2026
Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

October 5, 2026
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 6, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sukses Jadi Konglomerat, Ini 12 Raja Sawit Indonesia

10 months ago
in Lifestyle
Sukses Jadi Konglomerat, Ini 12 Raja Sawit Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indonesia dikenal sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Hal ini menjadikan beberapa pengusaha lokal berhasil menjadi konglomerat akibat bisnis ini.

Mereka bahkan menorehkan banyak keuntungan dari komoditas minyak segala keperluan ini. Berikut daftarnya dikutip dari berbagai sumber :

1. Martua Sitorus

Pada 1991, Martua Sitorus bersama dengan Kuok Khoon Hong mendirikan Wilmar. Saat awal berdiri, perusahaan ini memiliki kurang dari 10.000 hektare (ha) kebun kelapa sawit di Sumatera Utara.

Perusahaannya terus berkembang hingga ratusan ribu ha dan tercatat memiliki banyak pabrik pengolahan minyak sawit. Orang ter bahkan mendapatkan julukan sebagai Raja Minyak Sawit Indonesia.

Wilmar adalah salah satu pemilik perkebunan kelapa sawit terluas di dunia dengan total lahan tanam mencapai 232.053 ha pada akhir tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 65 persen kebun sawit di Indonesia; sekitar 26% di Malaysia timur, dan sisanya atau 9 persen ada di Afrika.

Meski merupakan pendiri perusahaan sawit raksasa, Martua diketahui secara perlahan melakukan divestasi di perusahaan yang melantai di Bursa Singapura tersebut.

Salah satu divestasi terbesar atas saham Martua Sitorus di Wilmar dijual ke Archer Daniels Midland (ADM). Mengutip laporan Business Times, lewat perusahaan investasinya Martua melepas 127 juta saham Wilmar ke ADM dengan total biaya pembelian kala itu mencapai S$ 428,8 juta.

Kemudian, dalam suratnya kepada Greenpeace Chairman Wilmar Kuok Khoon Hong mengungkapkan per Juni 2018 kepemilikan dan partisipasi saham Martua di Wilmar bersisa 1,82% hingga kemudian habis sepenuhnya.

Manajemen KPN Corp juga secara tegas menyebut bahwa Martua Sitorus sama sekali tidak lagi memiliki keterkaitan apapun dengan Wilmar Group. Martua Sitorus telah resmi mengundurkan diri sejak 15 Juli 2018, dan bahkan sudah tidak lagi terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan sejak meninggalkan jabatan strategisnya sebagai Chief Operating Officer (COO) pada tahun 2013.

Adapun KPN Corporation ini didirikan pada 2019, dari awalnya bernama Gama Corporation, yang salah satu pendirinya ialah Martua Sitorus. Perusahaan ini merupakan entitas bisnis yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, pengolahan kelapa sawit, properti, semen hingga rumah sakit, yang tidak memiliki hubungan kepemilikan atau afiliasi dengan Wilmar Group.

Menurut data real time billionaires Forbes, saat ini dia memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 3,6 miliar atau Rp 60 triliun.

2. Anthoni Salim

Sumber kekayaan Anthoni Salim tidak hanya berasal dari produk mi instan, Indomie, tapi juga dari kelapa sawit.

Diketahui bisnis kelapa sawit keluarga Salim dijalankan lewat perusahaannya Indofood Agri Resources Ltd. Sementara di bawah Grup Salim, ada beberapa perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit, seperti PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).

Beberapa tahun ke belakang, Grup Salim mengakuisisi banyak perusahaan kelapa sawit yang membuat lahan miliknya menjadi makin luas.

Anthoni Salim menempati peringkat ke-5 orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2024. Adapun kekayaannya saat ini sebesar US$ 12,8 miliar atau Rp213,5 triliun.

3. Sukanto Tanoto

Dia yang memulai bisnisnya pada 1967 sebagai pemasok suku cadang dan pengusaha di bidang jasa konstruksi untuk industri minyak, kini dikenal sebagai konglomerat pemilik grup usaha Royal Golden Eagle International (RGEI) yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas yang berbasis di Singapura.

RGEI bergerak di berbagai industri, di antaranya kertas dan pulp (Asia Pacific Resources International Holding Ltd), dan industri perkebunan kelapa sawit (Asian Agri dan Apical).

Sukanto Tanoto berada peringkat ke-19 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2024. Kekayaannya saat ini tercatat sebesar US$ 3,7 miliar.

4. Ciliandra Fangiono

Dia adalah CEO First Resources Ltd, perusahaan yang tercatat di bursa efek Singapura. Perusahaan ini diketahui banyak menguasai ratusan ribu ha lahan sawit di Indonesia.

Ciliandra merupakan orang terkaya paling muda dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes tahun lalu. Pengusaha ini berada di posisi 24. Kekayaannya saat ini tercatat sebesar US$ 2,4 miliar.

5. Peter Sondakh

Dia Kepala Rajawali Corporas, perusahaan investasi yang portofolionya mencakup hotel, media, dan pertambanga. Dia juga memiliki perusahaan properti Grup Rajawali Property. Selain itu, dia pun memiliki Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).

Peter Sondakh berada di peringkat 28 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2024. Saat ini, kekayaannya sebesar US$ 3,2 miliar.

6. Theodore Rachmat

Theodore Rachmat yang akrab dipanggil dengan Teddy ini mendirikan grup Triputra pada 1998. Saat ini, grup tersebut memiliki empat lini bisnis, termasuk agribisnis, manufaktur, dan pertambangan. Dia menjalankan bisnis sawitnya melalui PT Triputra Agro Persada.

Theodore Rachmat berada di posisi 16 orang terkaya versi Forbes tahun lalu. Adapun kekayaannya saat ini tercatat sebesar US$ 4,4 miliar.

7. Hashim Djojohadikusumo

Adik dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini berada di peringkat 40 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2021. Kekayaan Hashim saat ini mencapai US$ 685 juta atau Rp 9,9 triliun.

Dia memiliki Arsari Group yang bergerak di berbagai sektor mulai dari perkebunan kelapa sawit, pertambangan, pulp dan kertas, jasa logistik dan kargo.

8. Arini Subianto

Arini adalah putri sulung taipan Benny Subianto, yang telah wafat pada Januari 2017. Setelah sang ayah meninggal dunia, dia mengambil alih kendali kerajaan bisnisnya.

Arini adalah presiden direktur perusahaan induk keluarga, Persada Capital Investama. Dia mengawasi investasi Persada di produk pengolahan kayu dan kelapa sawit hingga karet dan batu bara.

Dalam daftar Forbes tahun lalu, Arini berada di peringkat ke-29 orang terkaya di Indonesia. Sementara saat ini, kekayaannya tercatat senilai US$ 2 miliar.

9. Bachtiar Karim

Bachtiar Karim berada di posisi 15 orang terkaya Indonesia versi Forbes tahun lalu. Kekayaannya saat ini tercatat sebesar US$ 4,1 miliar. Kekayaannya bersumber dari perusahaan sawit yang dimilikinya.

Bersama dengan saudaranya, Burhan dan Bahari, Bachtiar menjalankan Musim Mas, salah satu perusahaan sawit terbesar di Indonesia.

Penjualan sawit mereka mencapai US$ 6,9 miliar pada 2020. Musim Mas didirikan pada 1972. Perusahaan tersebut berdiri setelah dua tahun keluarga Karim membuka kilang minyak sawit pertama di Indonesia pada 1970.

10. Susilo Wonowidjojo

Susilo Wonowidjojo berada di peringkat orang terkaya ke-23 dalam daftar Forbes tahun lalu. Kekayaan Susilo saat ini mencapai US$ 2,9 miliar.

Dia mengawali karier sebagai pebisnis rokok Gudang Garam. Kemudian masuk ke bisnis perkebunan kelapa sawit lewat perusahaannya PT Matahari Kahuripan Indonesia atau Makin Group. Perusahaan miliknya tersebar di Provinsi Jambi dan Kalimantan Tengah.

11. Keluarga Widjaja

Keluarga Widjaja berada di peringkat ke-4 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2024. Kekayaan keluarga Widjaja saat ini sebesar US$ 18,9 miliar atau setara Rp 309 triliun.

Keluarga Widjaja mewarisi kerajaan bisnis yang dirintis oleh Eka Tjipta Widjaja yang meninggal pada Januari 2019 pada usia 98 tahun. Keluarga Widjaja tercatat sebagai pemilik Sinar Mas Group.

Sinar Mas Group merupakan produsen minyak goreng terbesar di Indonesia dengan merek Filma. Selain itu, juga memiliki perusahaan penghasil sawit terbesar di dunia Golden Agri-Resources.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
10 Saham Ini Paling Banyak Masuk Jual Antrean Asing Kala IHSG Menguat

10 Saham Ini Paling Banyak Masuk Jual Antrean Asing Kala IHSG Menguat

October 6, 2026
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Jauhi Radius 2 Km!

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Jauhi Radius 2 Km!

October 5, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .