• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Sinyal Kuat Investor Asing Bakal Borong Saham RI

Sinyal Kuat Investor Asing Bakal Borong Saham RI

August 12, 2025
Dua Anggota Keluarga Widjaja Tinggalkan BSDE, Ada Apa?

Dua Anggota Keluarga Widjaja Tinggalkan BSDE, Ada Apa?

June 22, 2026
DSSA Jadi Korban Utama, Asing Net Sell Rp904 Miliar Sepekan

DSSA Jadi Korban Utama, Asing Net Sell Rp904 Miliar Sepekan

June 22, 2026
Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?

Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?

June 21, 2026
Setiap Hari 1.000 Warga RI Teriak, Duit Rp 9,1 T Diambil Maling

Setiap Hari 1.000 Warga RI Teriak, Duit Rp 9,1 T Diambil Maling

June 21, 2026
Video: Jurus Bisnis Emas Manfaatkan Medsos Untuk Marketing

Video: Jurus Bisnis Emas Manfaatkan Medsos Untuk Marketing

June 21, 2026
Bolehkah Debt Collector Tagih Utang ke Kantor? Ini Aturannya

Bolehkah Debt Collector Tagih Utang ke Kantor? Ini Aturannya

June 21, 2026
Kerajaan Bisnis Salim Runtuh Usai Berjaya Tiga Dekade

Kerajaan Bisnis Salim Runtuh Usai Berjaya Tiga Dekade

June 21, 2026
Ekspansi Bisnis Lewat IPO , Produsen Jeli Siap Genjot Produksi

Ekspansi Bisnis Lewat IPO , Produsen Jeli Siap Genjot Produksi

June 21, 2026
Di Bawah Danantara, Kinerja BUMN Lampaui Target 2025

Di Bawah Danantara, Kinerja BUMN Lampaui Target 2025

June 21, 2026
Pria Sukabumi Terusir dari RI, Menjelma Jadi Raja Hotel Dunia

Pria Sukabumi Terusir dari RI, Menjelma Jadi Raja Hotel Dunia

June 21, 2026
Allo Bank dan Weverse Kerja Sama, Beli Jelly Tak Perlu Kartu Kredit

Allo Bank dan Weverse Kerja Sama, Beli Jelly Tak Perlu Kartu Kredit

June 21, 2026
Bisnis Konstruksi Hadapi Lonjakan Biaya Operasional-Ancaman PHK

Bisnis Konstruksi Hadapi Lonjakan Biaya Operasional-Ancaman PHK

June 21, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, June 22, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Sinyal Kuat Investor Asing Bakal Borong Saham RI

10 months ago
in ENTREPRENEUR
Sinyal Kuat Investor Asing Bakal Borong Saham RI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Tanah Air mendapat sinyal positif dari investor asing yang diperkirakan akan memborong saham negara pasar berkembang (emerging market), termasuk pasar saham Indonesia dalam waktu dekat. Optimisme ini sejalan dengan tren investor asing yang mulai kembali mencatatkan aksi beli bersih (net buy) di pasar modal domestik sejak awal bulan ini.

Survei bulanan Bank of America (BofA) yang dilansir dari The Financial Times menunjukkan sebanyak 37% manajer investasi global kini memiliki porsi lebih besar di saham pasar negara berkembang, level tertinggi sejak Februari 2023. Peningkatan ini didorong oleh pandangan positif terhadap prospek ekonomi Tiongkok dan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Elyas Galou, investment strategist BofA, menyebut kombinasi optimisme atas ekonomi Tiongkok dan sentimen bearish terhadap dolar AS menjadi katalis kuat bagi pasar negara berkembang. Data pertumbuhan ekonomi Tiongkok terbaru dinilai mampu meredam dampak perang dagang yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump.

Pelemahan dolar AS memberikan keuntungan bagi saham dan obligasi negara berkembang dengan menurunkan biaya pinjaman, sekaligus memberi ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga. Dolar AS tercatat telah melemah hampir 10% terhadap sekeranjang mata uang utama sejak awal tahun ini, dan manajer investasi memperkirakan pelemahan ini akan berlanjut.

Kinerja saham negara berkembang tahun ini juga melampaui pasar negara maju, dengan indeks MSCI mencatatkan return lebih dari 16% dalam dolar AS. Angka ini mengungguli indeks MSCI negara maju yang naik sekitar 11% dan S&P 500 Wall Street yang menguat 8,6%.

Meski reli sudah cukup signifikan, investor meyakini masih ada ruang kenaikan bagi saham negara berkembang karena valuasinya relatif murah setelah periode panjang underperformance. JPMorgan bahkan menaikkan rekomendasi saham emerging market menjadi “overweight” karena dinilai sangat menarik secara valuasi.

Sebanyak 49% responden survei BofA menilai saham negara berkembang sedang undervalued, tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir. Sementara itu, 91% manajer investasi menganggap saham AS terlalu mahal pasca reli cepat sejak April dan serangkaian rekor tertinggi di musim panas ini.

Di tengah kekhawatiran valuasi tinggi Wall Street, alokasi investor ke saham AS justru meningkat, meski masih tercatat net 16% underweight. Dukungan datang dari laporan kinerja keuangan emiten AS yang melampaui ekspektasi pasar, meski risiko volatilitas tetap mengintai.

Alokasi ke sektor kesehatan justru merosot tajam setelah Trump mengenakan tarif 39% pada impor dari Swiss yang merupakan eksportir utama farmasi. Porsi investor yang overweight di sektor ini jatuh ke level terendah sejak Januari 2018.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Ada Saham yang Terciduk Diborong Asing




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dua Anggota Keluarga Widjaja Tinggalkan BSDE, Ada Apa?

Dua Anggota Keluarga Widjaja Tinggalkan BSDE, Ada Apa?

June 22, 2026
DSSA Jadi Korban Utama, Asing Net Sell Rp904 Miliar Sepekan

DSSA Jadi Korban Utama, Asing Net Sell Rp904 Miliar Sepekan

June 22, 2026
Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?

Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?

June 21, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .