• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125

Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125

October 29, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 3,49% ke 5.098

IHSG Ditutup Anjlok 3,49% ke 5.098

October 29, 2026
Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS Jika Dana Asing Terus Kabur

Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS Jika Dana Asing Terus Kabur

October 29, 2026
Valbury Sabet Indonesia’s Best Broker For Global Asset Classes

Valbury Sabet Indonesia’s Best Broker For Global Asset Classes

October 29, 2026
Hashim Peringatkan Pengusaha, Hentikan Goreng Saham

Hashim Peringatkan Pengusaha, Hentikan Goreng Saham

October 29, 2026
Top! Didi Max Berjangka Raih Best Trading Education

Top! Didi Max Berjangka Raih Best Trading Education

October 29, 2026
Valbury Ungkap Aset Favorit Investor di Semester II 2026

Valbury Ungkap Aset Favorit Investor di Semester II 2026

October 29, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 3%, Saham BCA Turun 5%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Anjlok 3%, Saham BCA Turun 5%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Hashim Warning! Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS

Hashim Warning! Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS

October 29, 2026
Imbal Hasil SBN Tertinggi dalam 6 Tahun, Ini Penyebabnya

Imbal Hasil SBN Tertinggi dalam 6 Tahun, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 3%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Anjlok 3%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Supra Sekuritas Terseret Sanksi OJK, Pandu Buka Suara Soal Kepemilikan

Supra Sekuritas Terseret Sanksi OJK, Pandu Buka Suara Soal Kepemilikan

October 29, 2026
Buru Tambahan Emas di Pani, Merdeka Gold Kucurkan Rp206 Miliar

Buru Tambahan Emas di Pani, Merdeka Gold Kucurkan Rp206 Miliar

October 29, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 29, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125

1 hour ago
in Market
Rupiah Menguat 0,28%, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp18.125
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Mata uang Garuda akhirnya bangkit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Kamis (29/10/2026), setelah terus tertekan dalam beberapa hari terakhir hingga mencetak rekor penutupan terlemah sepanjang masa pada perdagangan sebelumnya.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup pada level Rp18.125/US$, menguat 0,28% dibandingkan dengan penutupan Rabu (28/10/2026) yang berada di posisi Rp18.175/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,01% ke posisi 102,188.



Penguatan rupiah berlangsung di tengah pelemahan tipis dolar AS setelah bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,75%-4,00%. Meski demikian, perhatian pasar kini beralih ke sejumlah data ekonomi AS yang dijadwalkan rilis malam ini untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.

Salah satu yang paling dinantikan adalah inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) September yang akan diumumkan pada Kamis (29/10/2026) pukul 19.30 WIB. Pada Agustus, inflasi PCE tercatat 3,4% secara tahunan (yoy), sementara inflasi inti berada di level 3,0%.

Untuk September, inflasi PCE inti diperkirakan naik 0,3% secara bulanan (month-to-month/mtm), lebih tinggi dibandingkan 0,2% pada Agustus. Secara tahunan, inflasi inti diproyeksikan meningkat menjadi 3,1% dari 3,0%.

Data tersebut menjadi perhatian karena PCE merupakan salah satu indikator inflasi utama yang digunakan The Fed dalam menentukan kebijakan moneter. Angka yang melampaui ekspektasi berpotensi memperkuat kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan mempersempit ruang pelonggaran suku bunga AS.

Selain inflasi, AS juga akan merilis klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 24 Oktober. Pada pekan sebelumnya, klaim awal turun 6.000 menjadi 194.000, terendah sejak pertengahan Juli dan lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 200.000.

Dari Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pukul 20.15 WIB. Pasar memperkirakan suku bunga pembiayaan utama tetap 2,65% dan fasilitas deposito bertahan di 2,50%.

Keputusan tersebut, beserta pernyataan ECB mengenai prospek inflasi dan arah kebijakan moneternya, berpotensi memengaruhi pergerakan euro terhadap dolar AS. Perubahan nilai euro turut menjadi perhatian karena mata uang tersebut memiliki bobot terbesar dalam perhitungan indeks dolar AS (DXY).

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Ditutup Anjlok 3,49% ke 5.098

IHSG Ditutup Anjlok 3,49% ke 5.098

October 29, 2026
Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS Jika Dana Asing Terus Kabur

Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS Jika Dana Asing Terus Kabur

October 29, 2026
Valbury Sabet Indonesia’s Best Broker For Global Asset Classes

Valbury Sabet Indonesia’s Best Broker For Global Asset Classes

October 29, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .