• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Loyo, Dolar Hari Ini Menguat ke Rp 16.315/US$

Rupiah Loyo, Dolar Hari Ini Menguat ke Rp 16.315/US$

July 25, 2025
Was-was Jelang Vonis MSCI, IHSG Melemah Lebih 1%

Was-was Jelang Vonis MSCI, IHSG Melemah Lebih 1%

June 18, 2026
Sudah Waktunya Korporasi Konvensional Melirik Sukuk, Ini Alasannya!

Sudah Waktunya Korporasi Konvensional Melirik Sukuk, Ini Alasannya!

June 18, 2026
Klaim Asuransi Melesat, Premi Cuma Naik Tipis

Klaim Asuransi Melesat, Premi Cuma Naik Tipis

June 18, 2026
OJK Panggil Sejumlah Influencer Gegara Jualan Platform Kripto Ilegal

OJK Panggil Sejumlah Influencer Gegara Jualan Platform Kripto Ilegal

June 18, 2026
Pasar Pantau Suku Bunga BI, IHSG & Rupiah Lanjutkan Pelemahan

Pasar Pantau Suku Bunga BI, IHSG & Rupiah Lanjutkan Pelemahan

June 18, 2026
OJK Hentikan Modus Penipuan Saham Universal Peak & Pinjol BAFI Group

OJK Hentikan Modus Penipuan Saham Universal Peak & Pinjol BAFI Group

June 18, 2026
Harga Minyak Turun Terus!

Harga Minyak Turun Terus!

June 18, 2026
Harga Minyak Terus Turun, Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan

Harga Minyak Terus Turun, Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasokan

June 18, 2026
Jelang Pengumuman BI Rate, Rupiah Anjlok ke Rp 17.850 per USD

Jelang Pengumuman BI Rate, Rupiah Anjlok ke Rp 17.850 per USD

June 18, 2026
Breaking! IHSG Lanjut Merosot 2% Lebih

Breaking! IHSG Lanjut Merosot 2% Lebih

June 18, 2026
Besok Ada Pengumuman MSCI, Ini Pesan OJK Buat Investor

Besok Ada Pengumuman MSCI, Ini Pesan OJK Buat Investor

June 18, 2026
Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp17.840

Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp17.840

June 18, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, June 18, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Loyo, Dolar Hari Ini Menguat ke Rp 16.315/US$

11 months ago
in Market
Rupiah Loyo, Dolar Hari Ini Menguat ke Rp 16.315/US$
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (25/7/2025) dibuka melemah.

Melansi dari Refinitiv, mata uang garuda mengalami pelemahan 0,21% di posisi Rp16.315/US$ pada Jumat pukul 09.03 WIB.

Pada perdagangan kemarin Kamis (24/7/2025) rupiah sempat menguat sebesar 0,25% secara intraday meskipun harus ditutup hanya menguat tipis 0,03% di level Rp16.280/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat % di level 97,XX. Hal ini melanjutkan penguatan DXY setelah pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,17% di posisi 97,37. Hal ini menjadi penguatan pertama setelah sebelumnya dalam empat hari berturut-turut DXY mengalami pelemahan.

Pergerakan rupiah pada perdagangan terakhir pekan ini sepertinya masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari Amerika Serikat.

Setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali mendesak penurunan suku bunga, meskipun menegaskan tidak akan memecat Ketua The Fed, Jerome Powell. Kunjungan langka Trump ke markas besar The Fed menjelang pertemuan FOMC pekan depan menjadi sorotan pasar, terutama karena Trum secara eksplisit menyampaikan bahwa pelonggaran moneter masih menjadi prioritas utamanya.

Meskipun pasar masih memperkirakan suku bunga The Fed akan ditahan di kisaran 4,25%-4,50% dalam pertemuan mendatang, namun tekanan politik dari Trump dapat memperkuat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga di masa depan.

Jika ekspektasi tersebut meningkat, dolar AS bisa melemah terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah. Tekanan terhadap dolar AS inilah yang dapat menjadi sentimen positif bagi penguatan rupiah dalam jangka pendek.

Selain itu, data tenaga kerja AS yang dirilis semalam menunjukkan sinyal tambahan. Klaim awal tunjangan pengangguran turun 4.000 menjadi 217.000, jauh di bawah ekspektasi pasar 227.000 yang menandakan ketahanan pasar tenaga kerja dalam jangka pendek.

Namun, klaim lanjutan justru meningkat tipis ke 1.955.000, menjadi yang tertinggi kedua sejak November 2021. Kenaikan ini mengindikasikan adanya perlambatan dalam momentum perekrutan, yang dapat mendukung narasi pelemahan ekonomi dan semakin menambah tekanan bagi The Fed untuk mempertimbangkan pelonggaran suku bunga lebih lanjut.

Kombinasi antara tekanan politik terhadap The Fed dan sinyal perlambatan pasar tenaga kerja ini bisa menjadi faktor yang menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat hari ini.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Gerak ‘Roller Coaster’ Rupiah di Semester I-2025, Dolar Masih Perkasa




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Was-was Jelang Vonis MSCI, IHSG Melemah Lebih 1%

Was-was Jelang Vonis MSCI, IHSG Melemah Lebih 1%

June 18, 2026
Sudah Waktunya Korporasi Konvensional Melirik Sukuk, Ini Alasannya!

Sudah Waktunya Korporasi Konvensional Melirik Sukuk, Ini Alasannya!

June 18, 2026
Klaim Asuransi Melesat, Premi Cuma Naik Tipis

Klaim Asuransi Melesat, Premi Cuma Naik Tipis

June 18, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .