• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp17.190

Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp17.190

April 27, 2026
Arah IHSG Hadapi Sentimen Dalam & Luar Negeri di Pekan Pendek

Arah IHSG Hadapi Sentimen Dalam & Luar Negeri di Pekan Pendek

April 27, 2026
Breaking News! Harga Minyak Melonjak Lagi, Tembus US7 per Barel

Breaking News! Harga Minyak Melonjak Lagi, Tembus US$107 per Barel

April 27, 2026
Segini Saldo Minimum Nasabah Prioritas BNI, BRI, dan Bank Mandiri

Segini Saldo Minimum Nasabah Prioritas BNI, BRI, dan Bank Mandiri

April 27, 2026
Bos BI Akui Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Ini Penyebabnya

Bos BI Akui Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Ini Penyebabnya

April 27, 2026
Penyebab Tiba-Tiba IHSG Ngegas Naik 1% Pagi Ini

Penyebab Tiba-Tiba IHSG Ngegas Naik 1% Pagi Ini

April 27, 2026
Cerita Lo Kheng Hong Boncos 85%, Lalu All In ke Saham Ini!

Cerita Lo Kheng Hong Boncos 85%, Lalu All In ke Saham Ini!

April 27, 2026
OJK Bongkar Biang Kerok yang Bikin Bunga Kredit di RI Susah Turun

OJK Bongkar Biang Kerok yang Bikin Bunga Kredit di RI Susah Turun

April 27, 2026
Breaking News! IHSG Dibuka Naik 1% Pagi Ini

Breaking News! IHSG Dibuka Naik 1% Pagi Ini

April 27, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: BFIN, INCO hingga WIFI

Rekomendasi Saham Hari Ini: BFIN, INCO hingga WIFI

April 27, 2026
Dolar di Bank RI Aman, OJK Ungkap Kondisi Terbaru

Dolar di Bank RI Aman, OJK Ungkap Kondisi Terbaru

April 27, 2026
Mayoritas Bursa Asia Hijau Mengawali Pekan Ini

Mayoritas Bursa Asia Hijau Mengawali Pekan Ini

April 27, 2026
Asing Terciduk Akumulasi Saham Ini Saat IHSG Ambruk 6%

Asing Terciduk Akumulasi Saham Ini Saat IHSG Ambruk 6%

April 27, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, April 27, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp17.190

1 hour ago
in Market
Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp17.190
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pertama pekan ini, Senin (27/4/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengawali perdagangan tidak bergerak dari posisi penutupan sebelumnya, yakni di level Rp17.190/US$. Pergerakan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Jumat (24/4/2026), rupiah berhasil ditutup menguat tajam 0,52% ke level Rp17.190/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah tipis 0,04% ke level 98,492.


Pergerakan rupiah pada hari ini diperkirakan masih akan banyak dipengaruhi sentimen eksternal, terutama arah dolar AS di pasar global. Meski rupiah dibuka menguat, ruang volatilitas masih terbuka karena investor masih mencermati perkembangan perang di Timur Tengah.

Dolar AS sendiri memulai perdagangan awal pekan dengan kecenderungan lebih kuat setelah harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran kembali memudar.

Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana kunjungan utusannya ke Islamabad pada akhir pekan lalu. Trump menyatakan Iran dapat menghubungi AS jika ingin bernegosiasi untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung sekitar dua bulan. Sikap ini membuat pelaku pasar kembali berhati-hati, apalagi Selat Hormuz masih efektif tertutup.

Sebagai catatan, dolar AS sempat diuntungkan oleh aliran dana ke safe haven aset ketika perang AS-Israel dengan Iran pecah pada akhir Februari. Namun, sebagian penguatan itu memudar pada April setelah muncul harapan adanya kesepakatan damai. Dalam beberapa hari terakhir, dolar AS kembali cenderung stabil seiring mandeknya pembicaraan AS-Iran.

Meski gencatan senjata sempat meredam pertempuran, belum ada kesepakatan final untuk mengakhiri perang. Kondisi ini membuat pelaku pasar global masih berhati-hati dan berpotensi menjaga permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman.

Dinamika dolar AS tersebut penting bagi rupiah. Ketika dolar kembali diburu investor global, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, biasanya akan lebih rentan tertekan. Sebaliknya, jika dolar melemah, ruang penguatan rupiah bisa terbuka lebih lebar.

Selain perang Timur Tengah, fokus pasar pekan ini juga tertuju pada agenda bank sentral utama dunia. Investor akan mencermati bagaimana para pembuat kebijakan melihat dampak perang terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah suku bunga.

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga pada Selasa pekan ini, tetapi pasar menunggu sinyal apakah kenaikan suku bunga dapat dilakukan secepatnya pada Juni.

Sementara itu, Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), European Central Bank (ECB), dan Bank of England (BoE) juga diperkirakan akan menahan suku bunga. Namun, pelaku pasar tetap menanti pandangan terbaru mereka mengenai dampak perang terhadap ekonomi dan arah kebijakan moneter ke depan.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) telah lebih dulu mengambil keputusan pada pekan lalu. BI kembali menahan BI Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG). Keputusan tersebut menunjukkan BI masih berhati-hati di tengah tekanan rupiah, ketidakpastian global, dan risiko inflasi akibat gejolak harga energi.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Arah IHSG Hadapi Sentimen Dalam & Luar Negeri di Pekan Pendek

Arah IHSG Hadapi Sentimen Dalam & Luar Negeri di Pekan Pendek

April 27, 2026
Breaking News! Harga Minyak Melonjak Lagi, Tembus US7 per Barel

Breaking News! Harga Minyak Melonjak Lagi, Tembus US$107 per Barel

April 27, 2026
Segini Saldo Minimum Nasabah Prioritas BNI, BRI, dan Bank Mandiri

Segini Saldo Minimum Nasabah Prioritas BNI, BRI, dan Bank Mandiri

April 27, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .