• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Cerita Lo Kheng Hong Boncos 85%, Lalu All In ke Saham Ini!

Cerita Lo Kheng Hong Boncos 85%, Lalu All In ke Saham Ini!

April 27, 2026
Ada Dua Saham HSC Potensi Ditendang MSCI

Ada Dua Saham HSC Potensi Ditendang MSCI

April 27, 2026
Bos Sawit Buka-bukaan Soal Kinerja & Efek Program B50

Bos Sawit Buka-bukaan Soal Kinerja & Efek Program B50

April 27, 2026
Lo Kheng Hong Lego Saham Sawit Grup Salim (SIMP), Ada Apa?

Lo Kheng Hong Lego Saham Sawit Grup Salim (SIMP), Ada Apa?

April 27, 2026
Arah IHSG Hadapi Sentimen Dalam & Luar Negeri di Pekan Pendek

Arah IHSG Hadapi Sentimen Dalam & Luar Negeri di Pekan Pendek

April 27, 2026
Breaking News! Harga Minyak Melonjak Lagi, Tembus US7 per Barel

Breaking News! Harga Minyak Melonjak Lagi, Tembus US$107 per Barel

April 27, 2026
Segini Saldo Minimum Nasabah Prioritas BNI, BRI, dan Bank Mandiri

Segini Saldo Minimum Nasabah Prioritas BNI, BRI, dan Bank Mandiri

April 27, 2026
Bos BI Akui Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Ini Penyebabnya

Bos BI Akui Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Ini Penyebabnya

April 27, 2026
Penyebab Tiba-Tiba IHSG Ngegas Naik 1% Pagi Ini

Penyebab Tiba-Tiba IHSG Ngegas Naik 1% Pagi Ini

April 27, 2026
OJK Bongkar Biang Kerok yang Bikin Bunga Kredit di RI Susah Turun

OJK Bongkar Biang Kerok yang Bikin Bunga Kredit di RI Susah Turun

April 27, 2026
Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp17.190

Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp17.190

April 27, 2026
Breaking News! IHSG Dibuka Naik 1% Pagi Ini

Breaking News! IHSG Dibuka Naik 1% Pagi Ini

April 27, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: BFIN, INCO hingga WIFI

Rekomendasi Saham Hari Ini: BFIN, INCO hingga WIFI

April 27, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, April 27, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Cerita Lo Kheng Hong Boncos 85%, Lalu All In ke Saham Ini!

3 hours ago
in ENTREPRENEUR
Cerita Lo Kheng Hong Boncos 85%, Lalu All In ke Saham Ini!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asal Indonesia Lo Kheng Hong yang terkenal sukses dari investasi saham ternyata tak selamanya cuan. Ia pernah hampir bangkrut dan nyaris tidak memiliki uang sepeser pun saat krisis mendera Indonesia pada 1998 silam. Akan tetapi, dia akhirnya bisa terhindar dari ancaman tersebut dan kembali bangkit berkat pekerjaannya sebagai investor saham.

Lo wKheng Hong bercerita, saat krisis 1998 terjadi, dia hanya memiliki uang sisa 15% dari seluruh hartanya. Sementara saat itu dia sudah tidak memiliki pekerjaan dan mengandalkan keahliannya sebagai seorang investor saham.

“Uang saya berkurang 85%, sisa 15%. Saya waktu itu sudah full time investor, istri ibu rumah tangga, anak 2, saya nggak kerja lagi, duit tinggal 15%,” kata Lo Kheng Hong, saat berbincang di acara SPOD yang diselenggarakan PT Syailendra Capital dan ditayangkan pada akun YouTube perusahaan, dikutip Senin (27/4/2026).

Sadar dirinya akan bangkrut, Lo Kheng Hong akhirnya memutuskan untuk menyimpan seluruh sisa hartanya di saham PT United Tractor Tbk (UNTR). Saat itu, harga saham UNTR per lembar ada di level Rp 250 per saham.

Bukan tanpa alasan pria dengan sapaan akrab LKH ini melakukan hal tersebut. Menurutnya, pemilihan UNTR sebagai lokasi penyimpanan saham tunggal dilakukan karena Lo Kheng Hong menilai perusahaan tersebut memiliki prospek cerah dan valuasinya tinggi.

“Masa harga saham Rp250, laba usaha per saham Rp7.800. Laba usahanya Rp 1,1 triliun, dibagi jumlah saham 138 juta, kan, (laba per saham) Rp7.800. Saya put everything di United Tractor, nggak bisa pilih yang lain. Ini ada mercy dijual harga bajaj, semua masukin. Beli seluruhnya hanya di 1 counter,” ujarnya.

Lo Kheng Hong bercerita, keputusannya saat itu sempat meragukan karena kinerja harga saham UNTR terpantau lambat bergerak positif. Akan tetapi, dia tetap mempertahankan pendiriannya untuk hanya berinvestasi di perusahaan tersebut.

Alhasil, setelah 6 tahun memegang saham UNTR, Lo Kheng Hong menjual seluruh asetnya di sana pada 2004. Harga saham UNTR saat Lo Kheng Hong menjual investasinya sudah ada di angka Rp 15 ribu per saham.

“Saya gemetar kan duit saya kecil, tiba-tiba jadi banyak. Saya pikir kalau nanti dia turun lagi uang saya hilang bagaimana? Saya salah, saya jual. Kira-kira Rp 15 ribu waktu itu (harga sahamnya). Akhirnya dia naik jadi Rp600 ribu sekian. Demikian saya survive di 1998,” katanya.

Lo Kheng Hong adalah investor sukses yang lahir 20 Februari 1959 dan kerap dijuluki Warren Buffet Indonesia. Dia menilai, menjadi seorang investor saham itu bisa membuat kaya karena dengan menjadi investor di perusahaan publik, harga sahamnya selalu meningkat dan menghasilkan laba besar.

Dia konsisten menerapkan prinsip value investing, atau berinvestasi dengan membeli saham dengan harga murah tapi berpotensi tumbuh.

Lo Kheng Hong juga tercatat menjadi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5% di beberapa emiten seperti PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), emiten multifinance dari Grup Panin, lalu saham pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dan saham emiten media Grup MNC PT Global Mediacom Tbk (BMTR).

Kisah lainnya, ternyata dia juga pernah mengalami ‘nyangkut’ di salah satu saham.

Diceritakannya melalui sebuah unggahan video pada 2016, dimana dia pernah berinvestasi di saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan kemudian harganya ambles ke harga Rp 50 alias gocap.

Tak tanggung-tanggung bahkan investor yang dikenal sebagai Warren Buffettnya Indonesia ini memiliki saham BUMI sebanyak 1 miliar saham atau kala itu setara dengan 2,7% di saham tersebut. Diakuinya

“Yang paling buruk itu ketika saya membeli saham BUMI dalam jumlah besar dan sahamnya turun ke Rp 50, untung saya punya kekuatan untuk tidak menjual saham saya di harga Rp 50, bahkan saya membeli lebih banyak. Itu posisi yang paling rendah dalam hidup saya,” kata Lo Kheng Hong dalam video yang diunggah dalam akun instagram @lukas_setiaatmaja, dikutip Senin (26/4/2021).

Bahkan ketika itu sempat tersiar kabar bahwa investor kondang ini sudah jatuh bangkrut ketika harga saham ini tidak kunjung bangkit. Namun dia tetap yakin ketika itu lantaran dia tidak memiliki utang sama sekali, bahkan masih memiliki aset lain di saham PT Petrosea Tbk (PTRO).

Meski kehilangan uang dalam jumlah besar, dia tetap berfokus pada asetnya yang ada saat ini, bukan pada asetnya yang hilang di saham tersebut. Hal ini tetap membuatnya tidak stress, bahkan masih sempat untuk mengisi kelas di Universitas Prasetiya Mulya.

“Tetapi ketika saya berada di titik terendah, saya mendapatkan ilmu yang terhebat. Waktu saya di titik terendah, ilmu saham saya bertambah hebat, sangat hebat sekali. Saya membeli saham lebih berhati-hati, berfikir lebih lama,” terangnya.

Setelah satu setengah tahun memegang saham ini dan merasakan kerugian, akhirnya Lo Kheng Hong berhasil melepas saham ini di harga Rp 500 pada 2017 lalu.

Mungkin hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi para investor saham yang saat ini masih getol untuk terjun ke pasar saham, namun merasa galau karena kondisi pasar yang tak kunjung membaik bahkan cenderung turun dalam beberapa waktu terakhir.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ada Dua Saham HSC Potensi Ditendang MSCI

Ada Dua Saham HSC Potensi Ditendang MSCI

April 27, 2026
Bos Sawit Buka-bukaan Soal Kinerja & Efek Program B50

Bos Sawit Buka-bukaan Soal Kinerja & Efek Program B50

April 27, 2026
Lo Kheng Hong Lego Saham Sawit Grup Salim (SIMP), Ada Apa?

Lo Kheng Hong Lego Saham Sawit Grup Salim (SIMP), Ada Apa?

April 27, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .