• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rugi BUMA (DOID) Bengkak 251% Jadi Rp 1 Triliun pada Q1 2025

Rugi BUMA (DOID) Bengkak 251% Jadi Rp 1 Triliun pada Q1 2025

July 1, 2025
Bos Leasing Ungkap Efek Praktik Jual Beli Kendaraan STNK Only

Bos Leasing Ungkap Efek Praktik Jual Beli Kendaraan STNK Only

June 6, 2026
Jangan Percaya Harga Saham, Hati-Hati Baca Pasar Agar Selamat

Jangan Percaya Harga Saham, Hati-Hati Baca Pasar Agar Selamat

June 6, 2026
Regulasi Ketat, Jamu RI Siap Bersaing di Pasar China & India

Regulasi Ketat, Jamu RI Siap Bersaing di Pasar China & India

June 6, 2026
Heboh ‘Sell Indonesia’ Saat Rupiah-IHSG Jatuh, Muncul Nama Sosok Lama

Heboh ‘Sell Indonesia’ Saat Rupiah-IHSG Jatuh, Muncul Nama Sosok Lama

June 6, 2026
Didukung DPR, BI & Purbaya Siap Kompak Bikin Rupiah Balik Perkasa!

Didukung DPR, BI & Purbaya Siap Kompak Bikin Rupiah Balik Perkasa!

June 6, 2026
Ada BUMN Khusus Ekspor, Pengusaha Nikel Minta Transparansi

Ada BUMN Khusus Ekspor, Pengusaha Nikel Minta Transparansi

June 6, 2026
Bos BI Mau Kembali Kelola Kas Negara, Siap Beri Bunga Tinggi

Bos BI Mau Kembali Kelola Kas Negara, Siap Beri Bunga Tinggi

June 6, 2026
Dasco Kumpulkan Menkeu Sampai Bos BI Bahas Nasib Rupiah, Ini Hasilnya!

Dasco Kumpulkan Menkeu Sampai Bos BI Bahas Nasib Rupiah, Ini Hasilnya!

June 6, 2026
Dasco Kumpulkan Menkeu, Mensesneg & Gubernur BI, Ini yang Dibahas

Dasco Kumpulkan Menkeu, Mensesneg & Gubernur BI, Ini yang Dibahas

June 6, 2026
2 Jurus Bos BI Jaga Likuiditas RI Agar Rupiah Bisa Selamat

2 Jurus Bos BI Jaga Likuiditas RI Agar Rupiah Bisa Selamat

June 6, 2026
Satu per Satu Bank di RI Hilang Kini Sisa 105, Ini Penyebabnya

Satu per Satu Bank di RI Hilang Kini Sisa 105, Ini Penyebabnya

June 6, 2026
Anak Muda RI Hobi ‘Gali Lubang Tutup Lubang’, Bos OJK Lakukan Ini

Anak Muda RI Hobi ‘Gali Lubang Tutup Lubang’, Bos OJK Lakukan Ini

June 5, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, June 6, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rugi BUMA (DOID) Bengkak 251% Jadi Rp 1 Triliun pada Q1 2025

11 months ago
in Market
Rugi BUMA (DOID) Bengkak 251% Jadi Rp 1 Triliun pada Q1 2025
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten pertambangan PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mencatat kerugian yang bengkak 251% pada kuartal 1-2025. Perusahaan menyebut curah hujan yang tinggi dan menyebabkan banjir menjadi salah satu faktor penghambat kinerja di kuartal ini.

Merujuk pada laporan keuangan terbaru dikutip dari keterbukaan informasi BEI, rugi yang diatribusikan ke entitas induk emiten ini per Maret 2025 tercatat sebesar US$67 juta atau setara Rp1,08 triliun. Sementara di tahun 2023, perseroan membukukan rugi sebesar US$19,08 juta.

Dari sisi top line, perusahaan ini membukukan pendapatan usaha sebesar US$351,88 juta. Capaian ini turun 17% dari tahun lalu sebesar US$424,23 juta.

Direktur BUMA International Group Iwan Fuad Salim menyampaikan, kinerja Grup pada kuartal pertama 2025 dipengaruhi oleh tantangan operasional besar yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berada di luar kendali. Curah hujan tinggi di Indonesia dan Australia menyebabkan banjir di beberapa tambang dan gangguan akses yang signifikan.

Insiden keselamatan dari pihak lain juga menyebabkan penghentian operasional selama 27 hari di dua lokasi pertambangan utama. Di saat yang sama, penurunan aktivitas operasional oleh klien di Indonesia dan Australia juga berkontribusi terhadap penurunan volume produksi secara keseluruhan.

Gangguan operasional sepanjang kuartal berdampak signifikan terhadap kinerja produksi. Rinciannya, volume overburden removal turun 26% YoY menjadi 101 juta BCM, dan produksi batu bara turun 17% menjadi 18 juta ton.

“Kami menghadapi tantangan ini dengan respons yang cepat dan tegas di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat, melalui penerapan kebijakan alokasi modal yang lebih disiplin, implementasi program efisiensi di seluruh grup, serta percepatan peningkatan produktivitas di area-area kunci. Berkat langkah-langkah tersebut, Grup mencatatkan perbaikan kinerja di kuartal kedua,” ujar Iwan dalam keterangan tertulis, dikutip Senin, (30/6/2025).

Kendati turunnya pendapatan, laba DOID terhimpit beban pokok pendapatan sebesar US$375,99 juta. Beban pokok ini naik dari yang sebelumnya tercatat US$388,99 juta.

Dari segi permodalan, per Maret 2025, perusahaan mencatatkan aset sebesar US$1,57 miliar. Hal ini turun dari periode 31 Desember 2023 senilai US$1,59 miliar.

Adapun liabilitas dan ekuitas DOID tercatat sebesar masing-masing US$1,46 miliar dan US$110,85 juta.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Laba Moratel (MORA) Anjlok 56% Jadi Rp 245 Miliar




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos Leasing Ungkap Efek Praktik Jual Beli Kendaraan STNK Only

Bos Leasing Ungkap Efek Praktik Jual Beli Kendaraan STNK Only

June 6, 2026
Jangan Percaya Harga Saham, Hati-Hati Baca Pasar Agar Selamat

Jangan Percaya Harga Saham, Hati-Hati Baca Pasar Agar Selamat

June 6, 2026
Regulasi Ketat, Jamu RI Siap Bersaing di Pasar China & India

Regulasi Ketat, Jamu RI Siap Bersaing di Pasar China & India

June 6, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .