
Jakarta, CNBC Indonesia- Berlanjutnya ketidakpastian geopolitik global hingga suku bunga tinggi disebut masih akan menjadi sentimen yang menjadi perhatian investor pasar keuangan global hingga penghujung tahun 2026.
Direktur Investasi Bahana TCW Investment Management, Doni Firdaus menilai dampak tensi geopolitik masih akan terasa hingga bulan-bulan mendatang meski Harga minyak mentah sudah turun ke Bawah USD 100 per barel. Hal ini tercermin dari sikap Bank Sentral AS, The Fed yang masih memantau data inflasi AS yang masih tinggi dan akan mempengaruhi suku bunga Fed Funds Rate.
Di dalam negeri, dampak El Nino Godzilla terhadap inflasi juga menjadi perhatian Bank Indonesia dalam menetapkan kebijakan BI Rate. Selain itu tren suku bunga tinggi juga sudah dialami negara global termasuk Jepang sehingga BI akan semakin berhati-hati terkait kebijakan BI Rate.
Doni Firdaus juga menanggapi pencalonan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti sebagai Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo yang diajukan oleh Presiden Prabowo. Hal ini positif bisa menekan ketidakpastian dan bisa diterima pasar.
Lalu seperti apa pengelola dana jumbo melihat dampak suku bunga tinggi ke pasar keuangan RI? Bagaimana dampaknya ke daya tarik aset investasi di pasar saham hingga obligasi? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Direktur Investasi Bahana TCW Investment Management, Doni Firdaus dalam Power Lunch, CNBC (Senin, 10/08/2026)

















