• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Pasar Cemas Drama Trump Vs India, Harga Minyak Loyo

Pasar Cemas Drama Trump Vs India, Harga Minyak Loyo

August 5, 2025
Video: Sinyal Damai Selat Hormuz – IHSG dan Rupiah Anjlok ke Zona Merah

Video: Sinyal Damai Selat Hormuz – IHSG dan Rupiah Anjlok ke Zona Merah

April 28, 2026
Bukti BBRI Jadi Saham Rakyat, Jumlah Investor Ritel Capai 700 Ribu

Bukti BBRI Jadi Saham Rakyat, Jumlah Investor Ritel Capai 700 Ribu

April 28, 2026
Catut Nama OJK, Kegiatan Malahayati Dihentikan Satgas Pasti

Catut Nama OJK, Kegiatan Malahayati Dihentikan Satgas Pasti

April 28, 2026
Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Saham Sinar Mas

Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Saham Sinar Mas

April 28, 2026
Dibayangi Risiko Stagflasi,Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga

Dibayangi Risiko Stagflasi,Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga

April 28, 2026
Nasib Restrukturisasi Utang Whoosh di Tangan Menkeu

Nasib Restrukturisasi Utang Whoosh di Tangan Menkeu

April 28, 2026
Rupiah Ditutup Loyo, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp 17.210

Rupiah Ditutup Loyo, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp 17.210

April 28, 2026
OJK Kembali Kopdar Dengan MSCI Bahas Reformasi Bursa

OJK Kembali Kopdar Dengan MSCI Bahas Reformasi Bursa

April 28, 2026
Goldman Sachs Prediksi Harga Minyak akan Tembus US0 per Barel

Goldman Sachs Prediksi Harga Minyak akan Tembus US$120 per Barel

April 28, 2026
AS Masuk Stagflasi, The Fed Baiknya Tahan Suku Bunga

AS Masuk Stagflasi, The Fed Baiknya Tahan Suku Bunga

April 28, 2026
Goldman Sachs Prediksi Harga MinyakAkan Tembus US0 per Barel

Goldman Sachs Prediksi Harga MinyakAkan Tembus US$120 per Barel

April 28, 2026
Tentara AS Didakwa Usai Ketahuan Cuan Rp6,8 M dari Insider Trading

Tentara AS Didakwa Usai Ketahuan Cuan Rp6,8 M dari Insider Trading

April 28, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, April 28, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Pasar Cemas Drama Trump Vs India, Harga Minyak Loyo

9 months ago
in Lifestyle
Pasar Cemas Drama Trump Vs India, Harga Minyak Loyo
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak global belum juga bangkit dari tekanan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Refinitiv per Selasa (5/8/2025) pukul 10.05 WIB, harga minyak Brent (LCOc1) berada di US$68,62 per barel, turun dari US$68,76 pada hari sebelumnya. Sementara itu, harga minyak WTI (CLc1) juga tertekan di posisi US$66,15 per barel.

Ini menandai penurunan Brent selama lima hari berturut-turut. Sepekan terakhir, harga Brent anjlok lebih dari 5%, turun dari level tertinggi US$73,24 pada 30 Juli 2025. WTI bahkan sempat berada di atas US$70 pada akhir Juli, sebelum kembali merosot ke kisaran US$66.

Pelemahan ini terjadi di tengah memanasnya tensi geopolitik. Presiden AS Donald Trump kembali mengguncang pasar dengan ancamannya untuk “secara signifikan” menaikkan tarif ekspor India ke AS, menyusul keputusan New Delhi membeli minyak dari Rusia. Langkah ini menjadi bagian dari tekanan Washington agar Moskow segera menyepakati gencatan senjata di Ukraina.

India mengecam langkah tersebut sebagai tidak berdasar. Ketegangan ini memunculkan kekhawatiran baru soal stabilitas pasokan global, terutama jika India memutuskan untuk membalas secara ekonomi.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mulai mencermati kemungkinan membanjirnya pasokan pada paruh kedua 2025. OPEC+ mulai melonggarkan kebijakan pembatasan produksi, sementara permintaan energi di AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan, seiring melambatnya aktivitas ekonomi akibat kebijakan dagang agresif Trump.

Pelemahan harga minyak juga didorong oleh sentimen negatif atas prospek ekonomi global yang tidak pasti. Investor kini berspekulasi bahwa tekanan ekonomi bisa memicu pelonggaran moneter, tetapi di sisi lain juga berisiko menekan permintaan energi dunia.

Pemerintah AS sendiri akan merilis panduan tarif baru pada 7 Agustus 2025. Sementara itu, batas waktu ultimatum Trump kepada Rusia untuk mencapai gencatan senjata jatuh pada 8 Agustus. Dengan tensi yang terus meningkat, pelaku pasar diperkirakan masih akan bergerak hati-hati dalam beberapa hari ke depan.

CNBC Indonesia 

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Israel & Iran Memanas, Minyak Dunia Kian Mendidih




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: Sinyal Damai Selat Hormuz – IHSG dan Rupiah Anjlok ke Zona Merah

Video: Sinyal Damai Selat Hormuz – IHSG dan Rupiah Anjlok ke Zona Merah

April 28, 2026
Bukti BBRI Jadi Saham Rakyat, Jumlah Investor Ritel Capai 700 Ribu

Bukti BBRI Jadi Saham Rakyat, Jumlah Investor Ritel Capai 700 Ribu

April 28, 2026
Catut Nama OJK, Kegiatan Malahayati Dihentikan Satgas Pasti

Catut Nama OJK, Kegiatan Malahayati Dihentikan Satgas Pasti

April 28, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .