• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Goldman Sachs Prediksi Harga MinyakAkan Tembus US0 per Barel

Goldman Sachs Prediksi Harga MinyakAkan Tembus US$120 per Barel

April 28, 2026
Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Saham Sinar Mas

Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Saham Sinar Mas

April 28, 2026
Dibayangi Risiko Stagflasi,Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga

Dibayangi Risiko Stagflasi,Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga

April 28, 2026
Nasib Restrukturisasi Utang Whoosh di Tangan Menkeu

Nasib Restrukturisasi Utang Whoosh di Tangan Menkeu

April 28, 2026
Rupiah Ditutup Loyo, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp 17.210

Rupiah Ditutup Loyo, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp 17.210

April 28, 2026
OJK Kembali Kopdar Dengan MSCI Bahas Reformasi Bursa

OJK Kembali Kopdar Dengan MSCI Bahas Reformasi Bursa

April 28, 2026
Goldman Sachs Prediksi Harga Minyak akan Tembus US0 per Barel

Goldman Sachs Prediksi Harga Minyak akan Tembus US$120 per Barel

April 28, 2026
AS Masuk Stagflasi, The Fed Baiknya Tahan Suku Bunga

AS Masuk Stagflasi, The Fed Baiknya Tahan Suku Bunga

April 28, 2026
Tentara AS Didakwa Usai Ketahuan Cuan Rp6,8 M dari Insider Trading

Tentara AS Didakwa Usai Ketahuan Cuan Rp6,8 M dari Insider Trading

April 28, 2026
Tok! RUPS BJBR Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Tok! RUPS BJBR Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

April 28, 2026
Gelar Undian Debit FC Barcelona, BRI (BBRI) Raup Tabungan Rp1,29 T

Gelar Undian Debit FC Barcelona, BRI (BBRI) Raup Tabungan Rp1,29 T

April 28, 2026
Intip Prospek Saham BBRI Di Tengah Volatilitas Pasar

Intip Prospek Saham BBRI Di Tengah Volatilitas Pasar

April 28, 2026
Pemerintah Segera Bentuk Satgas Indonesia Financial Center

Pemerintah Segera Bentuk Satgas Indonesia Financial Center

April 28, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, April 28, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Goldman Sachs Prediksi Harga MinyakAkan Tembus US$120 per Barel

2 hours ago
in Market
Goldman Sachs Prediksi Harga MinyakAkan Tembus US0 per Barel
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih berlangsung menciptakan dampak lonjakan harga minyak. Goldman Sachs memperingatkan bahwa harga minyak dapat mencapai hampir US$120 per barel di akhir tahun ini jika perang tak berkesudahan.

Potensi kenaikan harga tersebut karena memudarnya harapan lanjutan damai antara AS dan Iran yang membuat pengiriman dari Teluk terus terhenti lebih lama.

Analis komoditas bank tersebut menaikkan proyeksi mereka l dan kini memperkirakan bahwa, dalam skenario dasar mereka, minyak mentah Brent akan diperdagangkan rata-rata US$90 per barel pada tiga bulan terakhir tahun ini. Harga tersebut naik dari proyeksi sebelumnya yang sebesar US$80.

Goldman Sachs menambahkan, jika ekspor tidak kembali ke tingkat normal hingga akhir Juli dan jika terjadi penurunan berkelanjutan pada kapasitas produksi di Teluk sebesar 2,5 juta barel per hari, maka harga minyak bisa mencapai rata-rata hampir $120 pada kuartal keempat.

Goldman kini memperkirakan minyak AS, West Texas Intermediate, akan diperdagangkan sekitar US$83 per barel pada kuartal terakhir tahun ini dalam skenario dasarnya. Angka tersebut naik dari perkiraan sebelumnya yang sebesar US$75.

Minyak mentah Brent juga naik hingga US$109,32 sejak awal pekan ini. Harga tersebut menjadi level tertinggi sejak sebelum kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata bulan di ini. Padahal, angka itu sudah l naik 2,9% di $108,33, setelah harapan
terjadinya pembicaraan damai lebih lanjut memudar. WTI naik 1,9% menjadi $96,16.

Seperti diketahui, AS sebelumnya berencana mengirim delegasi ke Islamabad untuk pembicaraan damai, namun rencana tersebut dibatalkan oleh Presiden Donald Trump akhir pekan lalu, dengan alasan terlalu banyak waktu yang terbuang untuk perjalanan.

Menteri Luar Negeri Iran telah meninggalkan Pakistan beberapa jam sebelumnya. Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz masih nyaris terhenti hampir dua bulan sejak perang dimulai.

Satu kapal tanker gas cair melintasi selat tersebut pada Senin pagi bersama dua kapal kargo yang menuju Oman dan satu ke India, namun lalu lintas melalui titik krusial yang biasanya ramai itu tetap sangat dibatasi.

Harga minyak telah melonjak lebih dari 20% sejak 17 April 2026 seiring dengan mandeknya perundingan damai antara AS dan Iran
serta penerapan blokade laut oleh Washington di Selat Hormuz.

Beberapa kali pada bulan Maret, harga minyak Brent sempat mendekati $120 per barel, meskipun setiap kali itu pun segera turun kembali.

“Harga tetap di bawah puncak akhir Maret, kemungkinan karena ekspektasi pasar akan pembukaan kembali Selat Hormuz telah mengurangi premi risiko dan menyebabkan pengurangan stok,” tulis analis Goldman, mengutip Financial Times, Selasa (28/4/2026).

Sementara kontrak berjangka Brent dalam jangka panjang menunjukkan pasar masih mengharapkan harga minyak turun, seperti kontrak berjangka di Desember 2025 yang diperdagangkan sekitar US$85,80 per barel.

Goldman mencatat akan ada “bekas luka” jangka panjang pada kapasitas produksi Teluk sebesar sekitar 500.000 barel per hari, terutama akibat kerugian di Irak.

Imbas peran juga menghantam pasar saham global yang mengalami kenaikan meskipun harga minyak baru-baru ini naik, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup pada rekor tertinggi pada hari Jumat berkat laporan laba perusahaan yang kuat.

Analis Goldman juga memperingatkan bahwa dampak ekonomi dari kenaikan harga energi akan lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh harga minyak secara umum, karena risiko kelangkaan produk dan skala guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bank tersebut juga menyoroti risiko pembatasan ekspor minyak AS, yang dapat semakin memperluas selisih harga antara Brent dan minyak AS.

Sementara Bank Wall Street, Morgan Stanley memperkirakan aliran minyak melalui Selat Hormuz akan kembali normal pada akhir
Mei 2026. Mereka memperkirakan harga Brent sebesar US$110 per barel pada kuartal kedua, yang perlahan turun menuju US$80 per barel pada 2027.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Saham Sinar Mas

Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Saham Sinar Mas

April 28, 2026
Dibayangi Risiko Stagflasi,Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga

Dibayangi Risiko Stagflasi,Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga

April 28, 2026
Nasib Restrukturisasi Utang Whoosh di Tangan Menkeu

Nasib Restrukturisasi Utang Whoosh di Tangan Menkeu

April 28, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .