• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
OJK Targetkan 50% Asuransi Syariah Punya Produk Buat Industri Halal

OJK Targetkan 50% Asuransi Syariah Punya Produk Buat Industri Halal

July 21, 2025
Dolar AS Kehilangan Daya Tarik Sebagai Aset Aman

Dolar AS Kehilangan Daya Tarik Sebagai Aset Aman

October 29, 2026
BEI Coret BCA hingga BUMI dari Daftar Short Selling November 2026

BEI Coret BCA hingga BUMI dari Daftar Short Selling November 2026

October 29, 2026
Kuartal III-2026, Laba Bukit Asam (PTBA) Melesat 216% jadi Rp4,41 T

Kuartal III-2026, Laba Bukit Asam (PTBA) Melesat 216% jadi Rp4,41 T

October 29, 2026
Akulaku Capital Indonesia Dapat Restu OJK Jadi PIKK

Akulaku Capital Indonesia Dapat Restu OJK Jadi PIKK

October 29, 2026
Akulaku Capital Indonesia Dapat Restu OJKJadi PIKK

Akulaku Capital Indonesia Dapat Restu OJKJadi PIKK

October 29, 2026
Investor Terus Lego Saham, IHSG Anjlok 2,5% ke Level 5.100-an

Investor Terus Lego Saham, IHSG Anjlok 2,5% ke Level 5.100-an

October 29, 2026
Soal Kepemilikan Pandu di Supra Sekuritas: Tak Ada Tuduhan Pelanggaran

Soal Kepemilikan Pandu di Supra Sekuritas: Tak Ada Tuduhan Pelanggaran

October 29, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

Akhiri Sesi I, IHSG Turun 2,6% ke 5.142

October 29, 2026
Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

October 29, 2026
Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

October 29, 2026
Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

October 29, 2026
Perkuat Bisnis Inti dan AI, Indosat Cetak Pertumbuhan Double Digit

Perkuat Bisnis Inti dan AI, Indosat Cetak Pertumbuhan Double Digit

October 29, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 29, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home News

OJK Targetkan 50% Asuransi Syariah Punya Produk Buat Industri Halal

1 year ago
in News
OJK Targetkan 50% Asuransi Syariah Punya Produk Buat Industri Halal
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pengembangan produk asuransi syariah untuk industri halal. Hal tersebut tertuang dalam Peta Jalan Penguatan Industri Perasuransian 2023-2027.

OJK menargetkan, pada 2027, sebanyak 50% perusahaan asuransi syariah memiliki produk asuransi untuk industri halal.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan saat ini sejumlah perusahaan asuransi syariah mulai mengembangkan produknya ke ekosistem industri halal.

“Saat ini, sejumlah perusahaan asuransi syariah telah mulai mengembangkan produk yang menyasar sektor-sektor dalam ekosistem industri halal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (21/7/2025).

Ia menjelaskan, ruang lingkup industri halal sangat luas, mencakup sektor manufaktur, jasa, dan sosial, sehingga produk asuransi syariah yang dibutuhkan pun beragam.

“Contohnya antara lain asuransi kebakaran syariah untuk pabrik, asuransi pengangkutan syariah, asuransi perjalanan umrah dan haji, serta asuransi jiwa syariah bagi pekerja di industri halal,” sebutnya.

Agar target 50% tercapai pada 2027, Ogi menegaskan, OJK bersama asosiasi secara rutin melakukan monitoring dan mendorong inovasi produk, penyusunan regulasi yang mendukung, serta penguatan kapasitas pelaku industri, termasuk aspek edukasi kepada konsumen.

“OJK terus memantau implementasi target pengembangan produk asuransi syariah untuk industri halal,” pungkasnya.

Sebagai informasi, OJK mencatat asuransi syariah per April 2025 mengalami peningkatan premi sebesar 8,04% secara tahunan menjadi Rp 9,84 triliun. Capaian tersebut untuk asuransi syariah baik asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi.

Ogi mengatakan, populasi muslim terbesar di Indonesia menjadi daya tarik sektor jasa keuangan non bank ini dapat terus tumbuh dan berkembang.

“Dengan populasi muslim terbesar di dunia dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan keuangan yang sesuai prinsip syariah, menjadi peluang untuk pengembangan lebih lanjut,” kata Ogi.

Sementara, dari sisi klaim tercatat sebesar Rp 7,39 triliun atau naik 8,10% secara tahunan. Untuk aset, asuransi syariah mengalami peningkatan sebesar 4,35% yoy. Dari sisi kontribusi asuransi syariah sebesar Rp 9,84triliun memiliki porsi sebesar 8,45% dari total premi asuransi komersial.

Dari sisi tertanggung, polis asuransi syariah memiliki porsi 2,8% dari total polis asuransi. “Hal ini mengindikasikan peningkatan minat dan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk asuransi berbasis syariah,” sebutnya.

Selain itu, regulasi yang semakin kuat dan inovasi produk yang terus berkembang juga menjadi faktor pendorong yang akan mempercepat pertumbuhan pangsa pasar asuransi syariah di Indonesia.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Banyak Tantangan, Bos Prudential Syariah Tetap Optimis. Kenapa?




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dolar AS Kehilangan Daya Tarik Sebagai Aset Aman

Dolar AS Kehilangan Daya Tarik Sebagai Aset Aman

October 29, 2026
BEI Coret BCA hingga BUMI dari Daftar Short Selling November 2026

BEI Coret BCA hingga BUMI dari Daftar Short Selling November 2026

October 29, 2026
Kuartal III-2026, Laba Bukit Asam (PTBA) Melesat 216% jadi Rp4,41 T

Kuartal III-2026, Laba Bukit Asam (PTBA) Melesat 216% jadi Rp4,41 T

October 29, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .