
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (16/9/2026), meski sempat bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan pagi.
IHSG berada di level 6.484,10, naik 22,94 poin atau 0,36% dari posisi penutupan sebelumnya. Pergerakan indeks cukup dinamis: dibuka di level 6.453,91, sempat turun ke level terendah 6.445,24, sebelum berbalik menguat tajam hingga menyentuh level tertinggi 6.535,46.
Sebanyak 316 saham tercatat menguat, 285 saham melemah, dan 362 saham lainnya stagnan. Mengutip Stockbit, volume perdagangan mencapai 136,23 juta lot dengan nilai transaksi Rp6,24 triliun dan frekuensi sekitar 1,03 juta kali.
Penguatan indeks terjadi di tengah kenaikan harga minyak dunia Brent naik hampir 3% ke US$108,75 per barel dan WTI menguat lebih dari 4% ke US$105,83 per barel, serta penantian keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan Kamis (17/9/2026) dini hari WIB, dengan probabilitas kenaikan 25 basis poin mencapai 92,4% menurut CME FedWatch.
Meski indeks berhasil ditutup di zona hijau, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing justru tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp430,21 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp3,87 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp1,72 triliun dan foreign sell Rp2,15 triliun.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai mencapai Rp146,43 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang dilepas asing senilai Rp71,92 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp43,88 miliar.
Selain itu, investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp23,77 miliar, PT Astra International Tbk. (ASII) Rp23,65 miliar, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) Rp17,48 miliar.
Tekanan jual juga terlihat pada PT Indosat Tbk. (ISAT) sebesar Rp14,73 miliar, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) Rp13,15 miliar, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) Rp12,91 miliar.
Di sisi lain, sejumlah saham komoditas logam masih menjadi buruan investor global. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp48,92 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) senilai Rp48,85 miliar.
Selanjutnya, asing juga memborong PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) sebesar Rp29,67 miliar, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Rp15,44 miliar, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Rp9,47 miliar.
Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Rabu (16/9/2026).
Net Foreign Buy
- PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) – Rp48,92 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) – Rp48,85 miliar
- PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) – Rp29,67 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) – Rp15,44 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) – Rp9,47 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) – Rp6,37 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) – Rp6,35 miliar
- PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) – Rp5,57 miliar
- PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) – Rp4,94 miliar
- PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) – Rp4,31 miliar
Net Foreign Sell
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) – Rp146,43 miliar
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) – Rp71,92 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp43,88 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – Rp23,77 miliar
- PT Astra International Tbk. (ASII) – Rp23,65 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) – Rp17,48 miliar
- PT Indosat Tbk. (ISAT) – Rp14,73 miliar
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) – Rp13,15 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) – Rp12,91 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) – Rp9,75 miliar
(fsd/fsd)


















