
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan hingga Oktober 2026 dan mencatatkan kinerja terburuk sepanjang tahun berjalan. Kinerja sejumlah saham pun turut melemah, berikut daftar 10 saham dengan penurunan terbesar.
Sebagai informasi, IHSG melemah sebesar 16,70% pada Oktober 2026. Angka ini menjadi yang terburuk dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
IHSG pada Oktober tahun ini juga mencatatkan rekor terburuk jika dibandingkan dengan performa bulanan pada Oktober dalam 10 tahun terakhir. Bahkan, pada saat pandemi Covid-19 melanda di tahun 2020, IHSG Oktober mengalami penguatan terbesar pada 10 tahun terakhir dengan kenaikan 5,30%.
Tekanan berat IHSG sepanjang Oktober tahun ini dipengaruhi oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan konsultasi publik terkait rencana perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market pada 16 Oktober 2026.
Rencana tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar dan keputusan final akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
Dilansir dari statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Senin (2/11/2026), hingga akhir Oktober 2026 terdapat 10 saham yang membukukan kinerja terburuk. Saham milik konglomerat Prajogo Pangestu dan Grup Sinar Mas masuk ke dalam daftar.
Pada urutan pertama terdapat PT MD Pictures Tbk. (FILM) dengan pelemahan kinerja harga saham terdalam sebesar 97,92% Ytd. Meski demikian, bobot FILM terhadap IHSG merupakan yang terkecil dibandingkan dengan emiten lainnya dalam daftar.
Kemudian, diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas dengan pelemahan sebesar 83,42%. DSSA diketahui memiliki kontribusi pelemahan terhadap IHSG paling besar di antara 10 saham.
Lalu, emiten petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan penurunan sebesar 81,71%. Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) masuk dalam daftar saham dengan kinerja terburuk dengan penurunan sebesar 81,49% Ytd.
Dari sektor perbankan, terdapat tiga emiten yang masuk dalam daftar ini, yaitu PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Berikut daftar lengkap 10 saham dengan kinerja terburuk sepanjang 2026:
(asr/asr)


















