• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Hari Ini Turun 0,78%, Ini Penyebabnya

IHSG Hari Ini Turun 0,78%, Ini Penyebabnya

June 18, 2026
Ekonomi RI Kuat, Pembiayaan Komersial Bank Mega Syariah Tumbuh 13%

Ekonomi RI Kuat, Pembiayaan Komersial Bank Mega Syariah Tumbuh 13%

June 18, 2026
Kredit UMKM Kian Melemah, Perbanas Luncurkan UMKM Center

Kredit UMKM Kian Melemah, Perbanas Luncurkan UMKM Center

June 18, 2026
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75%

BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75%

June 18, 2026
BI Ungkap Hasil Stress Test Perbankan RI: Tetap Kuat!

BI Ungkap Hasil Stress Test Perbankan RI: Tetap Kuat!

June 18, 2026
BI Kejar Inflow, Dana Asing ke SRBI Tembus Rp55,3 T

BI Kejar Inflow, Dana Asing ke SRBI Tembus Rp55,3 T

June 18, 2026
Transaksi CIPS Tembus 3 Miliar Yuan, Melonjak 200% dalam Sepekan

Transaksi CIPS Tembus 3 Miliar Yuan, Melonjak 200% dalam Sepekan

June 18, 2026
Harga Pertamax Naik, BI Ramal Bakal Pengaruhi Inflasi 0,25%

Harga Pertamax Naik, BI Ramal Bakal Pengaruhi Inflasi 0,25%

June 18, 2026
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25% Menjadi 5,75%

BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25% Menjadi 5,75%

June 18, 2026
BI Kian Dorong Bank Cari Dana di Luar Negeri, RPLN Kini 40% dari Modal

BI Kian Dorong Bank Cari Dana di Luar Negeri, RPLN Kini 40% dari Modal

June 18, 2026
Dirut-Dirut Bank BUMN Bertemu Prabowo, Bos Danantara Bilang Gini

Dirut-Dirut Bank BUMN Bertemu Prabowo, Bos Danantara Bilang Gini

June 18, 2026
BI Rate Naik! Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.700

BI Rate Naik! Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.700

June 18, 2026
BI Rate Naik! Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.700

BI Rate Naik! Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.700

June 18, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, June 18, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Hari Ini Turun 0,78%, Ini Penyebabnya

1 hour ago
in Market
IHSG Hari Ini Turun 0,78%, Ini Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di zona merah hari ini, Kamis (18/6/2026). 

IHSG memangkas koreksi pada akhir perdagangan setelah sebelumnya sempat anjlok 2% pada sesi 1. IHSG ditutup di level 6.172,34, turun 48,4 poin atau -0,78%. 

Sebagai informasi, IHSG sempat turun lebih dari 2% dan menyentuh level terendah harian di 6.073,72. Menjelang akhir sesi 1, IHSG memangkas koreksi dan sempat menyentuh level tertinggi hari ini di 6.197,17.

Sebanyak 445 emiten turun, 271 naik, dan 243 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 17,86 triliun, melibatkan 23,55 miliar saham dalam 1,78 juta transaksi. Kapitalisasi pasar tergerus menjadi Rp 10.740 triliun. 

Mengutip Refinitiv, ada tiga emiten yang menjadi pemberat utama, yakni Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -18,82 poin, Telkom Indonesia (TLKM) -18,79 poin, dan Bank Central Asia (BBCA) -18,74 poin. 

Selain itu, Mora Telematika (MORA), Capital Financial (CASA), Bank Negara Indonesia (BBNI), hingga Bank Mandiri (BMRI) juga masuk dalam daftar top laggards pada perdagangan hari ini. 

Adapun hari ini Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%.

Gubernur BI PerryWarjiyo mengungkapkan alasan dewan gubernur kembali memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan. 

Ia mengatakan, alasan utama kebijakan itu dilakukan dalam rapat dewan gubernur periode 17-18 Juni 2026 itu ialah untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Kenaikan ini menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global,” kata Perry saat konferensi pers secara daring, Kamis (18/6/2026).

Perry menegaskan, kebijakan moneter ini juga dilandasi dari upaya BI untuk meredam tekanan inflasi sesuai target sepanjang tahun ini di kisaran 1,5% sampai dengan 3,5%.

“Dan ini merupakan langkah menjaga inflasi di kisaran sasaran 2,5% plus minus 1% yang ditetapkan pemerintah,” paparnya.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,17% atau terapresiasi ke level Rp17.700/US$. Penguatan ini sekaligus membalikkan posisi rupiah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pada Rabu (17/6/2026), rupiah ditutup melemah 0,23% ke level Rp17.730/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah sebetulnya sempat mengawali hari di zona merah. Mata uang Garuda dibuka melemah tajam 0,62% ke level Rp17.840/US$.

Saat ini pelaku pasar masih menantipengumuman MSCI Global Market Accessibility Review yang dijadwalkan rilis pada Jumat (19/6/2026) besok subuh.

Hasil tinjauan tahunan ini memiliki implikasi masif karena mengevaluasi tingkat aksesibilitas pasar modal di berbagai negara beserta kualitas infrastruktur pasarnya.

Bagi pasar ekuitas Indonesia, pengumuman besok subuh ini selalu menjadi sorotan krusial. Setiap penyesuaian metodologi klasifikasi pasar, perlakuan khusus terhadap instrumen ekuitas, maupun tinjauan terkait regulasi batasan bobot saham publik atau aturan free float akan berdampak terstruktur pada komposisi portofolio reksa dana pasif global.

Keputusan ini berpotensi akan memicu penyesuaian posisi investasi dalam volume transaksi yang besar. Hal ini juga berpotensi menciptakan volatilitas likuiditas dan harga saham emiten berkapitalisasi raksasa di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan akhir pekan nanti.

Selain Accessibility Review, MSCI juga akan segera merilis MSCI Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6/2026) subuh mendatang.

Rilis ini akan menjadi penentu bagi pasar ekuitas di Indonesia terkait akankah Indonesia tetap berada di Emerging Market atau dalam kasus terburuknya bisa turun ke dalam Frontier Market seperti yang ditakuti oleh Investor beberapa bulan terakhir sejak diedarkannya surat pemberitahuan terkait transparansi pasar oleh MSCI pada Rabu (28/1/2026).

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ekonomi RI Kuat, Pembiayaan Komersial Bank Mega Syariah Tumbuh 13%

Ekonomi RI Kuat, Pembiayaan Komersial Bank Mega Syariah Tumbuh 13%

June 18, 2026
Kredit UMKM Kian Melemah, Perbanas Luncurkan UMKM Center

Kredit UMKM Kian Melemah, Perbanas Luncurkan UMKM Center

June 18, 2026
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75%

BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75%

June 18, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .