• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83

IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83

November 2, 2026
Ada Masalah Keuangan, 2 Saham Masuk ke Pemantauan Khusus BEI

Ada Masalah Keuangan, 2 Saham Masuk ke Pemantauan Khusus BEI

November 2, 2026
Danantara Investment (DIM) Kantongi Laba Rp705,73 M hingga April 2026

Danantara Investment (DIM) Kantongi Laba Rp705,73 M hingga April 2026

November 2, 2026
Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuamnya di Atas 10%

Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuamnya di Atas 10%

November 2, 2026
Medco (MEDC) Mau Tebar Dividen Interim Rp544 M, Cek Jadwal Cairnya

Medco (MEDC) Mau Tebar Dividen Interim Rp544 M, Cek Jadwal Cairnya

November 2, 2026
Hanya Bursa RI dan India yang Buka Data Pemegang Saham di Atas 1%

Hanya Bursa RI dan India yang Buka Data Pemegang Saham di Atas 1%

November 2, 2026
Laba Bersih GOTO Rp441 Miliar di Kuartal III-2026, Ini Penopangnya

Laba Bersih GOTO Rp441 Miliar di Kuartal III-2026, Ini Penopangnya

November 2, 2026
How Many Tourists Visit Lombok? Statistics and Outlook – The Lombok Dispatch

How Many Tourists Visit Lombok? Statistics and Outlook – The Lombok Dispatch

November 2, 2026
Video: Jika Bunga The Fed Naik Akhir 2026, Apa Efeknya ke Rupiah-IHSG?

Video: Jika Bunga The Fed Naik Akhir 2026, Apa Efeknya ke Rupiah-IHSG?

November 2, 2026
Andalkan Empat Segmen Bisnis Utama, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 T

Andalkan Empat Segmen Bisnis Utama, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 T

November 2, 2026
Rupiah Parkir di Rp 18.140 per Dolar AS

Rupiah Parkir di Rp 18.140 per Dolar AS

November 2, 2026
81 Saham HSC Dicoret dari IHSG, 10 Emiten Ini Bobotnya Makin Jumbo

81 Saham HSC Dicoret dari IHSG, 10 Emiten Ini Bobotnya Makin Jumbo

November 2, 2026
Video:IHSG Menguat Tapi Rupiah Nyaris Rp 18.200/USD, Ada Sentimen Apa?

Video:IHSG Menguat Tapi Rupiah Nyaris Rp 18.200/USD, Ada Sentimen Apa?

November 2, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, November 2, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83

1 hour ago
in ENTREPRENEUR
IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.096,83, naik 39,78 poin atau 0,79% pada perdagangan Senin (2/11/2026).

Pergerakan indeks hari ini cukup fluktuatif. IHSG langsung terjun tajam sejak pembukaan dan sempat menyentuh titik terendah harian di kisaran 4.980-an, sehingga menembus level psikologis 5.000. Setelah itu, indeks berbalik arah dan menguat bertahap, kembali ke zona hijau menjelang pukul 10.00 WIB.

Penguatan berlanjut hingga IHSG mencapai level tertinggi harian di atas 5.120 pada sesi pertama. Indeks sempat terkoreksi di tengah hari, lalu kembali bergerak naik-turun di kisaran 5.080-5.120 hingga akhir perdagangan.

Volume perdagangan tercatat 286,06 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp10,07 triliun.

Hari ini menjadi perdagangan pertama setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Sebanyak 81 saham dikecualikan dengan bobot sekitar 18% terhadap indeks, sehingga jumlah saham yang diperhitungkan tersisa 837.

Berikut sejumlah sentimen dan kabar genting yang wajib dicermati pekan ini:

1. Aturan Baru BEI: Saham HSC Keluar dari IHSG

BEI akan mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai Senin (2/11/2026).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan kebijakan ini tidak serta-merta memicu penurunan atau lonjakan drastis indeks. Bobot saham yang dikeluarkan akan didistribusikan kepada konstituen IHSG lainnya.

2. PMI Manufaktur RI

Pada hari ini, Senin (2/11/2026), S&P Global akan merilis data PMI Manufaktur Indonesia untuk Oktober 2026.

Sebagai catatan, aktivitas manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi pada September 2026 setelah mengalami kontraksi di Agustus.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) menunjukkan PMI Indonesia berada di 52,48 di September 2026 atau mengalami ekspansi,

3. Inflasi Oktober 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis inflasi Oktober 2026 pada hari ini Senin (2/11/2026). Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi/lembaga memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik atau mengalami inflasi sebesar 0,24% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Oktober 2026. Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi diperkirakan mencapai 3,25%.

4. Data Manufaktur China

China akan merilis data Indeks PMI manufaktur RatingDog untuk Oktober 2026.

Sebagai catatan, aktivitas manufaktur versi RatingDog menunjukkan indeks naik menjadi 52,1 di September 2026 dari 51,5 pada Agustus, melampaui ekspektasi pasar sebesar 51,6. Capaian ini menandai ekspansi terkuat sejak April.

5. Pemilu Sela AS: Ujian Berat bagi Trump

Pemilu sela AS akan digelar pada Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Pemilu akan menentukan penguasaan Kongres dan memengaruhi kemampuan Presiden Donald Trump menjalankan agenda pemerintahannya.

Seluruh 435 kursi DPR AS dan 35 dari 100 kursi Senat akan diperebutkan. Secara historis, partai yang menguasai Gedung Putih cenderung kehilangan kursi DPR dalam pemilu sela.

Survei Reuters/Ipsos yang rampung pada 26 Oktober menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Trump sebesar 32%. Demokrat juga unggul dalam preferensi pemilih terdaftar, dengan dukungan 47% dibandingkan 36% untuk Republik.

Hasil pemilu berpotensi memengaruhi arah kebijakan fiskal dan politik AS, sekaligus menjadi perhatian investor global.

6. Data Tenaga Kerja AS

AS akan mengumumkan sejumlah data tenaga kerja pada pekan ini.

Pada Selasa (3/11/2026), data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) untuk September 2026 akan dirilis. Data ini akan menjadi indikator permintaan tenaga kerja melalui jumlah lowongan yang tersedia.

Selanjutnya, laporan ADP untuk September 2026 akan dirilis pada Rabu (4/11/2026).
Data ini akan memberikan gambaran perubahan tenaga kerja sektor swasta, meski tidak dapat dijadikan prediksi langsung laporan tenaga kerja resmi pemerintah atau Nonfarm Payrolls (NFP) karena perbedaan metodologi.

Puncak perhatian tertuju pada Jumat (6/11/2026), saat data NFP dan angka pengangguran Oktober 2026 akan dirilis.

7. Data Manufaktur dan Jasa AS

AS akan mengumumkan data ISM Manufacturing Services Oktober 2026 pada hari ini, Senin (2/12/2026) dan data PMI Manufaktur Oktober 2026 pada Rabu (4/11/2026).

Sebagai catatan, PMI Jasa AS turun menjadi 54,9 di September 2026 dari 55,4 di Agustus, tetapi tetap berada di zona ekspansi selama 27 bulan berturut-turut. Aktivitas bisnis dan pesanan baru melambat, sedangkan tenaga kerja kembali tumbuh tipis.

Sementara itu, PMI Manufaktur AS turun tipis menjadi 54,5 pada September 2026 dari 54,6 pada Agustus, tetapi masih menunjukkan ekspansi yang kuat. Pesanan baru dan tenaga kerja meningkat, sementara produksi melambat.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ada Masalah Keuangan, 2 Saham Masuk ke Pemantauan Khusus BEI

Ada Masalah Keuangan, 2 Saham Masuk ke Pemantauan Khusus BEI

November 2, 2026
Danantara Investment (DIM) Kantongi Laba Rp705,73 M hingga April 2026

Danantara Investment (DIM) Kantongi Laba Rp705,73 M hingga April 2026

November 2, 2026
Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuamnya di Atas 10%

Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuamnya di Atas 10%

November 2, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .