• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Fakta Kelas Menengah RI Makin Susah, Buktinya Ada di QRIS

Fakta Kelas Menengah RI Makin Susah, Buktinya Ada di QRIS

July 1, 2025
Purbaya Tanggapi Heboh ‘Sell Indonesia’ saat Rupiah-IHSG Jatuh

Purbaya Tanggapi Heboh ‘Sell Indonesia’ saat Rupiah-IHSG Jatuh

June 6, 2026
Ini Sosok Orang Kaya Baru di Asia, Sukses Kalahkan Mukesh Ambani

Ini Sosok Orang Kaya Baru di Asia, Sukses Kalahkan Mukesh Ambani

June 6, 2026
IHSG Disebut Bisa Balik ke Level 9.000, Tapi Ada Syaratnya!

IHSG Disebut Bisa Balik ke Level 9.000, Tapi Ada Syaratnya!

June 6, 2026
Bos Leasing Ungkap Efek Praktik Jual Beli Kendaraan STNK Only

Bos Leasing Ungkap Efek Praktik Jual Beli Kendaraan STNK Only

June 6, 2026
Jangan Percaya Harga Saham, Hati-Hati Baca Pasar Agar Selamat

Jangan Percaya Harga Saham, Hati-Hati Baca Pasar Agar Selamat

June 6, 2026
Regulasi Ketat, Jamu RI Siap Bersaing di Pasar China & India

Regulasi Ketat, Jamu RI Siap Bersaing di Pasar China & India

June 6, 2026
Heboh ‘Sell Indonesia’ Saat Rupiah-IHSG Jatuh, Muncul Nama Sosok Lama

Heboh ‘Sell Indonesia’ Saat Rupiah-IHSG Jatuh, Muncul Nama Sosok Lama

June 6, 2026
Didukung DPR, BI & Purbaya Siap Kompak Bikin Rupiah Balik Perkasa!

Didukung DPR, BI & Purbaya Siap Kompak Bikin Rupiah Balik Perkasa!

June 6, 2026
Ada BUMN Khusus Ekspor, Pengusaha Nikel Minta Transparansi

Ada BUMN Khusus Ekspor, Pengusaha Nikel Minta Transparansi

June 6, 2026
Bos BI Mau Kembali Kelola Kas Negara, Siap Beri Bunga Tinggi

Bos BI Mau Kembali Kelola Kas Negara, Siap Beri Bunga Tinggi

June 6, 2026
Dasco Kumpulkan Menkeu Sampai Bos BI Bahas Nasib Rupiah, Ini Hasilnya!

Dasco Kumpulkan Menkeu Sampai Bos BI Bahas Nasib Rupiah, Ini Hasilnya!

June 6, 2026
Dasco Kumpulkan Menkeu, Mensesneg & Gubernur BI, Ini yang Dibahas

Dasco Kumpulkan Menkeu, Mensesneg & Gubernur BI, Ini yang Dibahas

June 6, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, June 6, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Fakta Kelas Menengah RI Makin Susah, Buktinya Ada di QRIS

11 months ago
in Lifestyle
Fakta Kelas Menengah RI Makin Susah, Buktinya Ada di QRIS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kehidupan kelas menengah makin terhimpit. Guncangan ekonomi membuat fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang marak terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indoensia. Hal itu berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

Penurunan daya beli dapat terlihat dari menurunnya transaksi digital, salah satunya lewat QRIS. Menurut catatan CNBC Indonesia, transaksi QRIS di beberapa bank terpantau turun.

Penurunan ini mencerminkan penurunan kelas orang di kelas menengah ke kelompok menengah rentan hingga rentan miskin.

Bank Jatim (BJTM) mencatat fenomena berkurangnya kelas menengah di Indonesia tercermin dalam transaksi QRIS sejak Juni hingga Agustus 2024 yang tercatat anjlok.

Direktur Utama Bank Jatim Periode 2020-2025 Busrul Iman memaparkan nominal transaksi di QRIS Merchant mencapai Rp176,30 miliar pada Juni 2024. Jumlah itu kemudian turun menjadi Rp127,91 miliar pada Juli, dan hanya naik tipis Rp130,51 miliar pada Agustus.

“Dari data yang ada menunjukkan transaksi QRIS mulai bulan Juni sampai dengan Agustus 2024 memang mengalami penurunan yang cukup tajam, namun bila ditarik 8 bulan terakhir tetap mengalami peningkatan,” ujar Busrul saat dihubungi CNBC Indonesia beberapa saat lalu.

Nominal QRIS Merchant Bank Jatim bulan Agustus memang bertumbuh jika dibandingkan dengan nominal Januari, yang sebesar Rp76,11 miliar. Namun, tren penurunan transaksi QRIS ini terjadi mulai bulan Juni hingga Agustus, berbarengan dengan deflasi inti yang terjadi selama empat bulan beruntun sejak Mei.

Meskipun demikian, Busrul menyampaikan bahwa transaksi melalui tabungan digital Bank Jatim, J Connect mobile dan kartu debit relatif masih tumbuh positif.

Sementara itu, Bank Oke Indonesia (DNAR) atau OK Bank Indonesia mengalami penurunan pada tabungan yang terhimpun. Direktur Kepatuhan OK Bank Efdinal Alamsyah menyampaikan bahwa tabungan yang terhimpun turun sekitar 12% secara tahunan atau year on year (yoy) per 4 September 2024.

Menurut Efdinal, menurunnya daya beli membuat nasabah mengalihkan pengeluaran mereka ke kebutuhan dasar atau barang yang lebih esensial.

“Ini bisa tercermin dari perubahan pola transaksi, misal penurunan pada transaksi di kategori seperti hiburan atau restoran, sementara ada peningkatan dalam kategori seperti bahan makanan atau kebutuhan rumah tangga,” kata Efdinal.

Sementara BJB (BJBR), mengatakan dampak dari tren penurunan konsumsi kelas menengah membuat nilai transaksi nasabah menurun. Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan frekuensi transaksi di BPD pentolan itu masih bertumbuh, tetapi nilainya telah menurun.

“Mengenai tren konsumsi pada kelas menengah ini melalui transaksi channel elektronik khususnya secara tren kami melihat dari sisi frekuensi masih bertumbuh, namun yang menjadi perhatian adalah value yang diperoleh atas nilai uang yang ditransaksikan,” kata Yuddy saat dihubungi CNBC Indonesia beberapa saat lalu.

Misalnya, nasabah dalam kesehariannya menghabiskan Rp100 ribu rupiah untuk membeli 10 barang, kini yang dihabiskan dengan nominal yang sama, hanya untuk 8-9 barang saja.

“Artinya bukan dari jumlah nilai uang yang dihabiskan, tetapi dari daya beli uang tersebut, inflasi dan daya beli telah menekan daya beli,” jelas Yuddy.

Jumlah Kelas Menengah Turun Drastis
Mengacu pada catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kelas menengah di Indonesia mencapai,33 juta orang atau setara 21,45% dari total penduduk pada 2019.

Lalu, pada 2024 hanya tersisa 47,85 juta orang atau setara 17,13%. Artinya ada sebanyak 9,48 juta warga kelas menengah yang turun kelas. Karena, data kelompok masyarakat kelas menengah rentan atau aspiring middle class malah naik, dari 2019 hanya sebanyak 128,85 juta atau 48,20% dari total penduduk, menjadi 137,50 juta orang atau 49,22% dari total penduduk.

Demikian juga dengan angka kelompok masyarakat rentan miskin yang ikut membengkak dari 2019 sebanyak 54,97 juta orang atau 20,56%, menjadi 67,69 juta orang atau 24,23% dari total penduduk pada 2024. Artinya, banyak golongan kelas menengah yang turun kelas kedua kelompok itu.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Video: Jumlah Kelas Menengah Turun, Bisnis Kredit Barang Apa Kabar?




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Purbaya Tanggapi Heboh ‘Sell Indonesia’ saat Rupiah-IHSG Jatuh

Purbaya Tanggapi Heboh ‘Sell Indonesia’ saat Rupiah-IHSG Jatuh

June 6, 2026
Ini Sosok Orang Kaya Baru di Asia, Sukses Kalahkan Mukesh Ambani

Ini Sosok Orang Kaya Baru di Asia, Sukses Kalahkan Mukesh Ambani

June 6, 2026
IHSG Disebut Bisa Balik ke Level 9.000, Tapi Ada Syaratnya!

IHSG Disebut Bisa Balik ke Level 9.000, Tapi Ada Syaratnya!

June 6, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .