• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dunia Tunggu Tarif Dagang ‘Tertinggi Bumi’ Trump ke India, Ada Apa?

Dunia Tunggu Tarif Dagang ‘Tertinggi Bumi’ Trump ke India, Ada Apa?

August 27, 2025
Ternyata! RI Punya 3.833 Orang Super Kaya

Ternyata! RI Punya 3.833 Orang Super Kaya

September 20, 2026
Kartu Pokemon Bikin Saham Marketplace Ini Naik-Turun

Kartu Pokemon Bikin Saham Marketplace Ini Naik-Turun

September 20, 2026
Warren Buffett Tinggalkan Kursi Ketua Berkshire Setelah 60 Tahun

Warren Buffett Tinggalkan Kursi Ketua Berkshire Setelah 60 Tahun

September 19, 2026
Pria Ini Pilih Mengemis Sampai Mandi Uang Rp14 Miliar-Punya 2 Toko

Pria Ini Pilih Mengemis Sampai Mandi Uang Rp14 Miliar-Punya 2 Toko

September 19, 2026
Made In Indonesia Jadi Daya Tarik Adopsi Kendaraan Listrik RI

Made In Indonesia Jadi Daya Tarik Adopsi Kendaraan Listrik RI

September 19, 2026
Video: Intip Produk Asuransi Bagi Nasabah Kaya

Video: Intip Produk Asuransi Bagi Nasabah Kaya

September 19, 2026
Terjawab Sudah Alasan Tuyul Ogah Curi Uang di Bank

Terjawab Sudah Alasan Tuyul Ogah Curi Uang di Bank

September 19, 2026
Dominasi Produksi EV ASEAN, RI Harus Berani Lakukan Ini

Dominasi Produksi EV ASEAN, RI Harus Berani Lakukan Ini

September 19, 2026
Aksi Istri Kedua Bongkar Aib Pejabat RI, Ketahuan Korupsi Rp1,3 T

Aksi Istri Kedua Bongkar Aib Pejabat RI, Ketahuan Korupsi Rp1,3 T

September 19, 2026
Deal! Trump Kunci Greenland Selamanya, Musuh AS Dilarang Masuk

Deal! Trump Kunci Greenland Selamanya, Musuh AS Dilarang Masuk

September 18, 2026
Gurita Bisnis Hashim Djojohadikusumo: dari Migas hingga Telekomunikasi

Gurita Bisnis Hashim Djojohadikusumo: dari Migas hingga Telekomunikasi

September 18, 2026
Vidoe: Teknologi – Daya Beli Jadi Tantangan Bisnis Otomotif Era EV

Vidoe: Teknologi – Daya Beli Jadi Tantangan Bisnis Otomotif Era EV

September 18, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, September 20, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dunia Tunggu Tarif Dagang ‘Tertinggi Bumi’ Trump ke India, Ada Apa?

1 year ago
in Lifestyle
Dunia Tunggu Tarif Dagang ‘Tertinggi Bumi’ Trump ke India, Ada Apa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Ekspor India ke Amerika Serikat (AS) terancam. Barang-barang Bollywood bahkan akan menghadapi beberapa tarif tertinggi di dunia, minggu ini.

India bahkan tak akan menghadapi jalan keluar lain, termasuk negosiasi. Kecuali Presiden AS Donald Trump tiba-tiba “kesurupan” dan mendadak merubahnya.

Ada Apa?

Trump telah mengaitkan isu perang dan perdamaian dengan perdagangan. Ia mengancam akan mengenakan bea masuk 50% kepada New Delhi sebagai balasan atas pembelian minyak Rusia yang terus berlanjut.

Menurut Washington tindakan India itu membuat Rusia terus melancarkan serangan ke Ukraina. Uang yang didapat membantu membiayai perang Moskow di sana.

Hal ini kemudian mengguncang hubungan AS-India. Tapi di sisi lain, langkah Trump membuat India makin dekat dengan China, yang diyakini membawa konsekuensi besar bagi ekonomi terbesar kelima di dunia tersebut.

Trump sendiri telah mengeluarkan batas waktu tiga minggu. Lalu seberapa buruk-kah dampaknya?

AS adalah tujuan ekspor utama India pada tahun 2024, dengan nilai pengiriman US$87,3 miliar (sekitar Rp 1.424 triliun). Analis di Nomura memperingatkan bahwa bea masuk 50% akan “mirip embargo perdagangan”.

“Ini yang akan menghancurkan perusahaan-perusahaan kecil dengan nilai tambah yang lebih rendah dan margin yang lebih tipis,” katanya dimuat AFP, Rabu (27/8/2025).

Hal sama juga dikatakan Garima Kapoor dari Elara Securities. Menurutnya tidak ada produk India yang kompetitif di bawah pajak impor yang begitu tinggi.

Para ekonom bahkan memperkirakan tarif dapat memangkas 70 hingga 100 basis poin dari pertumbuhan PDB India tahun fiskal ini. Hal itu bisa menyeret “Tuan Takur” ke pertumbuhan di bawah 6%, laju terlemah sejak pandemi.

Ekspor tekstil, makanan laut, dan perhiasan telah melaporkan pembatalan pesanan AS dan kerugian dari pesaing seperti Bangladesh dan Vietnam. Ini meningkatkan kekhawatiran akan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.

Memang ada sejumlah penangguhan saat ini. Ini berlaku untuk sebagian kecil produk farmasi dan elektronik, termasuk iPhone yang dirakit di India.

“Ekspor yang setara dengan 1,% dari PDB India akan terdampak,” tambah S&P memperkirakan meski yakin bahwa itu akan menjadi guncangan “satu kali” yang “tidak akan menggagalkan” prospek pertumbuhan jangka panjang negara tersebut.

Masalah Sebenarnya?

Perundingan tersendat terkait pertanian dan susu. Trump menginginkan akses AS yang lebih besar sementara Modi bertekad untuk melindungi para petani India.

Petani adalah sebuah blok pemilih yang besar bagi Modi. Suaranya besar di kelompok tersebut.

Akankah Ada yang Mengalah?

Belum ada tanda-tandanya apakah AS atau India mengalah. Faktanya, sejak Presiden AS dan Rusia bertemu di Alaska, Washington malah meningkatkan kritik terhadap India.

“India bertindak sebagai pusat kliring global untuk minyak Rusia, mengubah minyak mentah yang diembargo menjadi ekspor bernilai tinggi sekaligus memberi Moskow dolar yang dibutuhkannya,” tulis penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro di Financial Times awal bulan ini, mengecam kilang-kilang minyak negara itu, mencapnya “mencari untung”.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar membalas, dengan alasan pembelian India membantu menstabilkan pasar minyak global. Ia pun membuka fakta bahwa ada persetujuan diam-diam India dan Washington pada tahun 2022.

Menurutnya AS dan Eropa telah membeli minyak sulingan dan produk-produk terkait Rusia dari India. Bahkan tanpa paksaan sedikit pun soal itu.

“Jika Anda kesulitan membeli minyak dari India, baik minyak mentah maupun produk olahannya, jangan membelinya,” ujarnya saat berbicara di New Delhi.

“Tidak ada yang memaksa Anda untuk membelinya, tetapi Eropa yang membeli, Amerika yang membeli,” tambahnya menyebut hingga ultimatum Trump, tidak ada pembicaraan yang meminta mereka untuk berhenti membeli minyak Moskow.

Sebenarnya para pelacak perdagangan di Kpler mengatakan sikap India baru akan lebih jelas pada bulan September, karena sebagian besar pengiriman bulan Agustus telah dikontrak sebelum ancaman Trump. Namun, para ahli mengatakan India berada dalam situasi yang sulit.

“India membutuhkan kecerdikan dan fleksibilitas yang cukup besar untuk keluar dari apa yang tampaknya merupakan situasi yang tidak menguntungkan,” kata analis Observer Research Foundation yang berbasis di New Delhi, Nandan Unnikrishnan.

“Kami pikir Anda adalah mata rantai terlemah dalam geopolitik Rusia-Ukraina,” ujarnya menggambarkan AS ke India.

Sementara itu, laporan media India menunjukkan bahwa para negosiator AS membatalkan rencana perjalanan ke India pada akhir Agustus. Hal itu memicu spekulasi bahwa diskusi telah gagal.

Lalu Apa Strategi India?

Lalu, apa yang bisa dilakukan India? Sebenarnya negeri itu telah berupaya memperkuat perekonomiannya sekaligus mempererat hubungan dengan mitra BRICS dan rival regional.

Jaishankar terbang ke Moskow, sekutu India, dengan janji-janji untuk meringankan hambatan perdagangan bilateral. Sementara Perdana Menteri (PM) Narendra Modi sedang mempersiapkan kunjungan pertamanya ke China dalam tujuh tahun untuk memperbaiki hubungan yang telah lama membeku.

Di dalam negeri, media India melaporkan bahwa pemerintah sedang menggodok paket senilai US$2,8 miliar untuk eksportir, sebuah program enam tahun yang bertujuan untuk meredakan kekhawatiran likuiditas. Modi juga telah mengusulkan pemotongan pajak atas barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk memacu belanja dan menopang perekonomian.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Warga India Ramai-Ramai Temui Peramal Agar Bisa Kaya Raya




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ternyata! RI Punya 3.833 Orang Super Kaya

Ternyata! RI Punya 3.833 Orang Super Kaya

September 20, 2026
Kartu Pokemon Bikin Saham Marketplace Ini Naik-Turun

Kartu Pokemon Bikin Saham Marketplace Ini Naik-Turun

September 20, 2026
Warren Buffett Tinggalkan Kursi Ketua Berkshire Setelah 60 Tahun

Warren Buffett Tinggalkan Kursi Ketua Berkshire Setelah 60 Tahun

September 19, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .