• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Keluarga Ini Kaya Raya Turun Temurun Gegara Tanaman Disebut Al-Qur’an

Keluarga Ini Kaya Raya Turun Temurun Gegara Tanaman Disebut Al-Qur’an

May 2, 2026
Saat Presiden RI dan Satu Dunia Ketipu Sama Gunung Emas

Saat Presiden RI dan Satu Dunia Ketipu Sama Gunung Emas

May 2, 2026
Kinerja Medco (MEDC) Dibayangi Beban Bunga

Kinerja Medco (MEDC) Dibayangi Beban Bunga

May 2, 2026
Dasco Ungkap Tujuan Danantara Masuk ke Saham Aplikator Ojol

Dasco Ungkap Tujuan Danantara Masuk ke Saham Aplikator Ojol

May 2, 2026
Cek KTP Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Langkahnya

Cek KTP Dipakai Pinjol atau Tidak, Begini Langkahnya

May 2, 2026
Jurus Rental Fokrlift Kejar Laba Rp 100 M di Tengah Perang

Jurus Rental Fokrlift Kejar Laba Rp 100 M di Tengah Perang

May 2, 2026
Daftar 10 Orang Terkaya RI per Mei 2026

Daftar 10 Orang Terkaya RI per Mei 2026

May 2, 2026
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru per Mei 2026

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru per Mei 2026

May 2, 2026
dari Salim hingga Jusuf Hamka

dari Salim hingga Jusuf Hamka

May 2, 2026
Skor Kredit Jelek? Begini Cara Bersihkan Nama di SLIK OJK

Skor Kredit Jelek? Begini Cara Bersihkan Nama di SLIK OJK

May 1, 2026
Terusir Dari China, Sosok Ini Malah Menjadi Raja Perabot Elektronik RI

Terusir Dari China, Sosok Ini Malah Menjadi Raja Perabot Elektronik RI

May 1, 2026
Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

May 1, 2026
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

May 1, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, May 2, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Keluarga Ini Kaya Raya Turun Temurun Gegara Tanaman Disebut Al-Qur’an

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Keluarga Ini Kaya Raya Turun Temurun Gegara Tanaman Disebut Al-Qur’an
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bisnis tambang atau properti menjadi dua sektor bisnis dengan kekayaan yang bisa diteruskan secara turun-temurun. Namun baru diketahui, kekayaan setara triliunan rupiah ini justru lahir dari kepemilikan tanaman yang namanya disebut langsung dalam Al-Qur’an.

Dari komoditas inilah, seorang tokoh asal Tanah Batak membangun kejayaan ekonomi luar biasa di masa lampau. Sosok tersebut adalah Sisingamangaraja, penguasa Negeri Toba dari Tanah Batak.

Namun, Sisingamangaraja bukan satu orang, melainkan gelar turun-temurun dalam satu trah penguasa, dimulai dari Sisingamangaraja I (1530) hingga Sisingamangaraja XII (1876-1907). Sumber kekayaan keluarga ini berasal dari kapur barus, tanaman yang disebut dalam Al-Qur’an.

Dalam Surat Al-Insan ayat 5, air kafur disebut sebagai minuman bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. Kapur barus yang dimaksud bukanlah kapur barus modern berbentuk pewangi sintetis, melainkan tanaman alami bernama Dryobalanops aromatica.

Tanaman ini terkenal sangat wangi, bernilai tinggi, dan pada masa lalu bisa dikonsumsi dan dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Keistimewaan lainnya, kapur barus alami sangat langka. Di dunia, tanaman ini hanya ditemukan di tiga wilayah, yakni Sumatra, Malaya, dan Kalimantan.

Kelangkaan inilah yang membuat harganya melambung di pasar global. Permintaan tinggi dari pedagang Arab, Asia, hingga Eropa menjadikan kapur barus sebagai komoditas elit bernilai emas. Siapa yang menguasai sumbernya, otomatis menguasai kekayaan besar.

Di Sumatra, kekuasaan itu berada di tangan keluarga Sisingamangaraja.

Sejak abad ke-16, trah Sisingamangaraja sudah aktif memperdagangkan kapur barus ke jaringan dagang internasional. Dalam buku Perjuangan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII (1988), Augustin Sibarani mencatat sejak Sisingamangaraja I berkuasa pada 1530, kapur barus dari Tanah Batak sudah diperdagangkan kepada pedagang Arab dan Eropa untuk dipasarkan ke berbagai belahan dunia.

Awalnya hanya sebagai komoditas ekspor, tetapi perlahan berkembang menjadi monopoli perdagangan kapur barus di Sumatra Utara. Dari sinilah kekayaan besar keluarga Sisingamangaraja mulai terakumulasi.

Kekayaan tersebut tidak disimpan dalam bentuk tanah atau bangunan, melainkan dalam emas, berlian, dan batu mulia. Tradisi menimbun logam mulia menjadi ciri khas trah ini selama berabad-abad.

“Raja-raja Sisingamangaraja dari mulai yang ke-1 hingga ke-10, semuanya suka mengumpulkan Blue Diamonds dari Ceylon. Lalu juga intan-intan Ceylon yang dibawa dari India melalui Barus. Intan-intan Ceylon ini besarnya seperti telur burung,” tulis Augustin Sibarani.

Skala kekayaan itu baru benar-benar terlihat saat terjadi serangan besar ke Tanah Batak pada 1818 dalam konflik dengan kelompok Padri. Dalam buku Tuanku Rao (1964) karya Mangaraja Onggang Parlindungan, disebutkan harta rampasan Sisingamangaraja diangkut menggunakan 17 ekor kuda, masing-masing membawa sekitar 60 kilogram emas.

Jika ditotal, jumlahnya mencapai sekitar 1 ton emas. Dengan harga emas saat ini, nilai tersebut setara sekitar Rp2,3 triliun. Itu pun belum termasuk simpanan emas dan perhiasan lain yang sempat disembunyikan saat serangan terjadi.

Namun, kejayaan ekonomi ini mulai runtuh ketika kolonialisme Belanda masuk ke Tanah Batak. Jalur dagang kapur barus perlahan dikuasai penjajah, monopoli runtuh, dan kekuatan ekonomi keluarga Sisingamangaraja melemah. Pada masa Sisingamangaraja XII, kekayaan trah ini tak lagi sebesar para pendahulunya.

Semua berakhir ketika Sisingamangaraja XII gugur dalam perlawanan terhadap Belanda. Bersamaan dengan itu, jejak kekayaan legendaris yang dibangun dari perdagangan tanaman kapur barus pun ikut menghilang dalam sejarah.




Sisingamangaraja XII. (Dok. Istimewa)Foto: Sisingamangaraja XII. (Dok. Istimewa)

(tep/dce)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Keluarga Ini Kaya Raya Turun Temurun Gegara Tanaman Disebut Al-Qur’an

Keluarga Ini Kaya Raya Turun Temurun Gegara Tanaman Disebut Al-Qur’an

May 2, 2026
Saat Presiden RI dan Satu Dunia Ketipu Sama Gunung Emas

Saat Presiden RI dan Satu Dunia Ketipu Sama Gunung Emas

May 2, 2026
Kinerja Medco (MEDC) Dibayangi Beban Bunga

Kinerja Medco (MEDC) Dibayangi Beban Bunga

May 2, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .