• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Naik Lagi Jadi Rp16.680

Dolar AS Naik Lagi Jadi Rp16.680

November 11, 2025
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

October 5, 2026
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

October 5, 2026
Danantara Tutup 354 BUMN

Danantara Tutup 354 BUMN

October 5, 2026
Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

October 5, 2026
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1.1% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1.1% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 5, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dolar AS Naik Lagi Jadi Rp16.680

11 months ago
in Lifestyle
Dolar AS Naik Lagi Jadi Rp16.680
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (11/11/2025).

Merujuk data Refinitiv, rupiah terkoreksi 0,21% ke level Rp16.680/US$. Sejak awal sesi perdagangan, rupiah langsung tertekan dengan dibuka melemah 0,27% ke posisi Rp16.690/US$.

Sepanjang perdagangan, rupiah bahkan sempat menembus level psikologis Rp16.700/US$ sebelum akhirnya pelemahan berkurang menjelang penutupan perdagangan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau tengah berada di zona hijau dengan menguat 0,08% di posisi 99,665.


Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini, Selasa (11/11/2025), masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama dari penguatan indeks dolar AS.

Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat di tengah meredanya kekhawatiran pasar terkait penutupan pemerintahan (government shutdown) di Amerika Serikat.

Pelaku pasar merespons positif perkembangan politik di Washington. Senat AS telah menyetujui rancangan kompromi anggaran yang akan memulihkan pendanaan pemerintahan federal.

Selanjutnya, rancangan tersebut akan dibahas di Dewan Perwakilan (House of Representatives), di mana Ketua Dewan AS Mike Johnson menyatakan keinginannya untuk segera meloloskan RUU itu dan mengirimkannya kepada Presiden Donald Trump untuk disahkan menjadi undang-undang.

Sentimen positif ini mendorong penguatan dolar AS di pasar global, sekaligus memberikan tekanan terhadap pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Namun di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) menjadi katalis yang menahan pelemahan lebih dalam. Data CME FedWatch menunjukkan peluang sekitar 61% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan Desember mendatang.

Prospek suku bunga yang lebih rendah berpotensi menekan imbal hasil dolar AS, sehingga dapat mendorong pelemahan greenback terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah ke depannya.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Dolar Menguat 0,09% Hari Ini, Jadi Rp16.570




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .