
Jakarta, CNBC Indonesia – Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan aliran investasi asing mencapai US$ 8,5 miliar pada kuartal II-2026.
Aliran dana masuk ini umumnya masuk ke instrumen surat berharga negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
“(Inflow ini) Kemudian berlanjut pada triwulan III-2026 seiring dengan meningkatnya imbal hasil,” ujar Destry dalam konferensi pers KSSK, Senin (3/8/2026).
Sejalan dengan arus modal yang kembali masuk, rupiah pun mengalami penguatan ke level Rp 17.994 per dolar AS pada 31 Juli 2026, setelah sempat melemah pada pertengahan Juni 2026.
(haa/haa)


















