• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Debitur Gigit Jari! Alasan Bank Ogah Turunkan Bunga Kredit Terbongkar!

Debitur Gigit Jari! Alasan Bank Ogah Turunkan Bunga Kredit Terbongkar!

August 26, 2025
MKNT Rombak Direksi dan Komisaris Usai Kedatangan Pemilik Baru

MKNT Rombak Direksi dan Komisaris Usai Kedatangan Pemilik Baru

September 21, 2026
Houthi Serang Riyadh, IHSG Melemah-Rupiah Anjlok Rp 17.800/USD

Houthi Serang Riyadh, IHSG Melemah-Rupiah Anjlok Rp 17.800/USD

September 21, 2026
Telkom Kuasai Seluruh Saham Telkom Data Ekosistem dari Telkomsigma

Telkom Kuasai Seluruh Saham Telkom Data Ekosistem dari Telkomsigma

September 21, 2026
Rutin Dapat Dividen Jumbo, Kok Low Tuck Kwong Lepas BYAN ke Haji Isam?

Rutin Dapat Dividen Jumbo, Kok Low Tuck Kwong Lepas BYAN ke Haji Isam?

September 21, 2026
Angkasa Pura Angkat Anak Karni Ilyas Jadi Komisaris

Angkasa Pura Angkat Anak Karni Ilyas Jadi Komisaris

September 21, 2026
Diam-Diam Ada Investor Asing yang Borong Saham CPIN di Harga Rp3.141

Diam-Diam Ada Investor Asing yang Borong Saham CPIN di Harga Rp3.141

September 21, 2026
SUCOFINDO Sorot Dua Isu Strategis RI, Ada Program Prabowo

SUCOFINDO Sorot Dua Isu Strategis RI, Ada Program Prabowo

September 21, 2026
Siap-Siap, Bakal Ada Aksi Korporasi Jumbo di Emiten Susu Ultra (ULTJ)

Siap-Siap, Bakal Ada Aksi Korporasi Jumbo di Emiten Susu Ultra (ULTJ)

September 21, 2026
Harga Naik Terus, Bursa Beri Cap UMA ke Saham NASI dan WAPO

Harga Naik Terus, Bursa Beri Cap UMA ke Saham NASI dan WAPO

September 21, 2026
Harga Terbang Tinggi, BEI Gembok Emiten Haji Isam & 5 Saham Ini

Harga Terbang Tinggi, BEI Gembok Emiten Haji Isam & 5 Saham Ini

September 21, 2026
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.780 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.780 Pagi Ini

September 21, 2026
IHSG Masih Tertekan, Awali Sesi Terkoreksi 0,38% ke Level 6.416

IHSG Masih Tertekan, Awali Sesi Terkoreksi 0,38% ke Level 6.416

September 21, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, September 21, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Debitur Gigit Jari! Alasan Bank Ogah Turunkan Bunga Kredit Terbongkar!

1 year ago
in Lifestyle
Debitur Gigit Jari! Alasan Bank Ogah Turunkan Bunga Kredit Terbongkar!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bank Indonesia (BI) kembali menyoroti lambatnya penurunan suku bunga kredit perbankan, meski suku bunga acuan BI Rate sudah dipangkas empat kali sepanjang tahun ini. Per Juli 2025, bunga kredit tercatat masih tinggi di level 9,16%, hanya turun tipis dari awal tahun 9,20%.

Sejumlah bankir kompak menyebutkan, penahan utama ada pada biaya pendanaan alias cost of fund (CoF) yang belum turun signifikan. Suku bunga deposito masih relatif tinggi, sehingga bunga kredit sulit ikut bergerak.

“Penurunan bunga kredit biasanya mengikuti penurunan CoF, bukan langsung BI Rate,” kata Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan kepada CNBC Indonesia, Senin (25/8/2025).

Hal senada diungkapkan Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, yang menyebut bunga deposito harus lebih dulu turun agar kredit bisa lebih murah. Selain faktor CoF, risiko kredit juga jadi pertimbangan utama bank.

“Penurunan suku bunga kredit akan mengikuti penurunan suku bunga deposito dulu. Kami sendiri sudah mulai menurunkan suku bunga deposito secara bertahap agar nanti bisa mulai menurunkan suku bunga kredit,” terang Steffano.

Direktur Risiko Allo Bank, Ganda Raharja Rusli menegaskan bahwa risiko gagal bayar selalu masuk dalam perhitungan bunga kredit melalui skema risk based pricing. 

“Pertimbangan risiko kredit akan selalu ada dan bank akan selalu menghitung risiko dan memasukkannya menjadi salah satu komponen perhitungan suku bunga kredit (risk based pricing),” ungkap Ganda.

Saling Tunggu

Wakil Direktur Bank INA Perdana (BINA), Yulius Purnama Junaedi mengatakan setiap bank punya kebijakan bunga kredit masing-masing yang pastinya mempertimbangkan risiko kredit yang ada.

Keengganan perbankan menurunkan suku bunga kredit membuat bank-bank jadi “saling menunggu.”

“Saat ini kami masih pantau pergerakan suku bunga di pasar. So far kami belum melihat banyak perubahan. Mengingat kami bukan merupakan bank besar maka kami masih menjadi follower dan saat ini dalam posisi wait and see perkembangan yang ada,” kata Yulius.

Alhasil, suku bunga kredit tetap tinggi sementara pertumbuhan kredit justru melambat menjadi 7,03% yoy pada Juli 2025, turun dari 8,43% yoy pada Mei. Angka ini semakin menjauh dari target BI sebesar 8-11% hingga akhir 2025.

Sebagai informasi, pada Juli 2025, suku bunga kredit bank tercatat 9,16%, masih relatif sama dengan bulan sebelumnya. 

Sementara itu, suku bunga kredit baru tercatat meningkat sebesar 17 basis poin (bps) menjadi 9,79%. Peningkatan suku bunga kredit baru didorong oleh kenaikan pada
kelompok bank umum swasta nasional (BUSN).

Suku bunga kredit baru pada kelompok bank swasta naik sebesar 45 bps menjadi 10,90%. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga margin keuntungan melalui penyaluran kredit baru yang berfokus pada kredit konsumsi dengan suku bunga lebih tinggi.

Suku bunga kredit baru pada kelompok kantor cabang bank asing (KCBA), bank pembangunan daerah (BPD), dan badan usaha milik negara (BUMN) berturut-turut menurun sebesar 43 bps, 23 bps, dan 11 bps menjadi 8,15%, 9,32%, dan 8,41%.

Menurunnya suku bunga kredit baru pada mayoritas kelompok bank mencerminkan berlangsungnya transmisi suku bunga kebijakan di pasar kredit, dan mencerminkan dampak tunda dari penurunan BI Rate.

Adapun harga pokok dana untuk kredit (HPDK) atau cost of fund relatif stabil pada Juni 2025 dibandingkan bulan sebelumnya di level 3,64%. Hal ini utamanya pada kelompok BUMN dan bank swasta yang masih bertahan sebesar 3,56% dan 3,58%.

Akan tetapi biaya overhead atau overhead cost (OHC) 17 bps menjadi 4,15% didorong oleh kenaikan beban tenaga kerja dan beban lainnya terkait belanja barang dan jasa.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Breaking News! BI Rate April 2025 Tetap di 5,75%




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
MKNT Rombak Direksi dan Komisaris Usai Kedatangan Pemilik Baru

MKNT Rombak Direksi dan Komisaris Usai Kedatangan Pemilik Baru

September 21, 2026
Houthi Serang Riyadh, IHSG Melemah-Rupiah Anjlok Rp 17.800/USD

Houthi Serang Riyadh, IHSG Melemah-Rupiah Anjlok Rp 17.800/USD

September 21, 2026
Telkom Kuasai Seluruh Saham Telkom Data Ekosistem dari Telkomsigma

Telkom Kuasai Seluruh Saham Telkom Data Ekosistem dari Telkomsigma

September 21, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .