• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dapat Tagihan Pajak Rp 135 Triliun, Pria Ini Pasrah Bilang Begini

Dapat Tagihan Pajak Rp 135 Triliun, Pria Ini Pasrah Bilang Begini

January 17, 2026
Bunga Obligasi AS Tertinggi 23 Tahun, Spread SBN RI Justru Makin Tipis

Bunga Obligasi AS Tertinggi 23 Tahun, Spread SBN RI Justru Makin Tipis

October 12, 2026
Investor Miliarder Bunyikan Alarm, Ada Warning ke Pasar Saham

Investor Miliarder Bunyikan Alarm, Ada Warning ke Pasar Saham

October 12, 2026
BI Mau Kartu Kredit RI Lebih Berdaya, Ini Target Destry

BI Mau Kartu Kredit RI Lebih Berdaya, Ini Target Destry

October 12, 2026
Dari Ditolak Bank hingga 67 Juta Pengguna, Bos BI Cerita Sejarah QRIS

Dari Ditolak Bank hingga 67 Juta Pengguna, Bos BI Cerita Sejarah QRIS

October 12, 2026
Perkuat Peran BI Dorong Ekonomi & Penciptaan Lapangan Kerja

Perkuat Peran BI Dorong Ekonomi & Penciptaan Lapangan Kerja

October 12, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.860

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.860

October 12, 2026
Awal Sesi I IHSG Dibuka Menguat 0,26% Ke 6.109

Awal Sesi I IHSG Dibuka Menguat 0,26% Ke 6.109

October 12, 2026
QRIS Merambah Timor Leste, Next Negara Mana? Ini Bocorannya

QRIS Merambah Timor Leste, Next Negara Mana? Ini Bocorannya

October 12, 2026
Usai IHSG Terbang 1%, Simak 5 Rekomenasi Saham Pilihan Ini

Usai IHSG Terbang 1%, Simak 5 Rekomenasi Saham Pilihan Ini

October 12, 2026
Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Investor Cermati Data Penting Ini

Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Investor Cermati Data Penting Ini

October 12, 2026
IHSG Melesat Di Atas 1%, Asing Borong 10 Saham Ini

IHSG Melesat Di Atas 1%, Asing Borong 10 Saham Ini

October 12, 2026
Utang RI Rp494 T per September, Strategi Pembiayaan Q4 Jadi Sorotan

Utang RI Rp494 T per September, Strategi Pembiayaan Q4 Jadi Sorotan

October 12, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 12, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dapat Tagihan Pajak Rp 135 Triliun, Pria Ini Pasrah Bilang Begini

9 months ago
in Lifestyle
Dapat Tagihan Pajak Rp 135 Triliun, Pria Ini Pasrah Bilang Begini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana penerapan pajak kekayaan miliarder di negara bagian California, Amerika Serikat, mulai memantik beragam reaksi dari para konglomerat dunia. Beberapa pihak berencana untuk hengkang dan membawa entitas bisnisnya pindah ke negara bagian lain.

Misalnya dua pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page, yang dilaporkan memilih hengkang demi menghindari pajak tambahan. Namun, respons tak terduga justru datang dari pendiri sekaligus CEO Nvidia, Jensen Huang, yang mengaku sama sekali tidak mempersoalkan potensi tagihan pajak fantastis yang bisa menjeratnya.

Berdasarkan data per 16 Januari, kekayaan Huang ditaksir mencapai sekitar US$161 miliar, menjadikannya orang terkaya ke-8 di dunia, menurut laporan Forbes. Dengan nilai kekayaan tersebut, ia berpotensi dikenai pajak kekayaan satu kali sebesar 5% atau sekitar US$8 miliar, setara Rp 135 triliun dengan asumsi kurs Rp16.900 per dolar AS, apabila kebijakan itu resmi diberlakukan.

Menanggapi isu tersebut, Huang mengaku tidak pernah benar-benar memikirkan besaran pajak yang mungkin harus dibayarkan. Ia menyatakan siap mematuhi aturan apa pun yang ditetapkan pemerintah California, tempat ia dan perusahaannya bermarkas.

“Saya bahkan tidak pernah memikirkannya,” ujar Huang dalam wawancara dengan Bloomberg TV, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Bahkan, Ia menegaskan bahwa akan membayar berapun sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami memilih tinggal di Silicon Valley, dan berapa pun pajak yang ingin diterapkan, tidak masalah bagi saya,” sebutnya.

Usulan pajak ini diajukan pada November 2025 oleh serikat pekerja sektor kesehatan dan didukung sejumlah legislator progresif AS. Usulan tersebut diperjuangkan oleh anggota parlemen termasuk Rep Ro Khanna, D-Calif dan Senator Bernie Sanders, I-Vt. Skema tersebut menyasar sekitar 200 orang terkaya di California, dengan potensi penerimaan mencapai US$100 miliar.

Hasil dana pajak tersebut akan dialokasikan untuk menutup defisit anggaran kesehatan California, yang membengkak setelah pemangkasan belanja federal, serta membiayai pendidikan publik dan program bantuan pangan.

Inisiatif ini harus mendapatkan lebih dari 870.000 tanda tangan untuk bisa masuk ke dalam pemungutan suara di bulan November 2026, di mana para pemilih di California akan memutuskan apakah mereka akan memberlakukannya atau tidak.

Jika berhasil, para miliarder yang saat ini tinggal di California akan dikenai pajak atas semua aset yang bernilai, termasuk saham atau bisnis apa pun yang mereka miliki, terlepas dari apakah mereka akan pindah ke luar California pada tahun 2026.

Dalam proposal tersebut, pajak akan dikenakan atas seluruh aset bernilai ekonomis, termasuk saham dan kepemilikan bisnis, meskipun wajib pajak pindah dari California setelah awal 2026. Namun, aset properti dikecualikan karena telah dikenakan pajak properti. Pembayaran juga dapat dicicil hingga lima tahun.

Sikap Huang yang santai kontras dengan banyak miliarder lainnya. Sejumlah pengusaha teknologi menyebut pajak kekayaan berpotensi memaksa pendiri perusahaan menjual saham dalam jumlah besar untuk memenuhi kewajiban likuiditas.

Salah satu miliarder pendiri Anduril, Palmer Luckey, misalnya, mengatakan bahwa pajak yang diusulkan akan memaksa para pendiri miliarder untuk menjual sebagian besar perusahaan nya untuk mendapatkan likuiditas yang cukup untuk membayar tagihan pajak mereka.

“Sekarang saya dan rekan-rekan pendiri saya harus mencari uang tunai miliaran dolar,” tulisnya dalam sebuah posting pada 28 Desember di platform media sosial X.

Miliarder lain, pemodal ventura dan salah satu pendiri Sun Microsystems Vinod Khosla, menyarankan dalam sebuah posting pada 28 Desember di X bahwa pajak kekayaan akan meyakinkan para miliarder untuk meninggalkan negara bagian tersebut.

Sebaliknya, para pendukung inisiatif pemungutan suara telah menunjukkan studi yang menyanggah gagasan bahwa pajak yang lebih tinggi mengakibatkan migrasi sejumlah besar orang kaya dan bisnis.

Mengutip sebuah artikel pada 26 Desember di The New York Times, para pemimpin bisnis lainnya, termasuk salah satu pendiri Google, Larry Page, dan pemodal ventura Peter Thiel, dilaporkan mempertimbangkan untuk meninggalkan California sebelum akhir tahun 2025 untuk menghindari proposal pajak tersebut.

Namun, baik Page maupun Thiel tidak mengumumkan secara terbuka mengenai perubahan tempat tinggal mereka, dan juru bicara masing-masing miliarder tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebagai informasi, kekayaan Huang sebagia besar berasal dari kepemilikan sekitar 3% saham Nvidia, perusahaan semikonduktor yang kini memiliki valuasi pasar lebih dari US$4,6 triliun, seiring ledakan permintaan chip kecerdasan buatan AI global.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bunga Obligasi AS Tertinggi 23 Tahun, Spread SBN RI Justru Makin Tipis

Bunga Obligasi AS Tertinggi 23 Tahun, Spread SBN RI Justru Makin Tipis

October 12, 2026
Investor Miliarder Bunyikan Alarm, Ada Warning ke Pasar Saham

Investor Miliarder Bunyikan Alarm, Ada Warning ke Pasar Saham

October 12, 2026
BI Mau Kartu Kredit RI Lebih Berdaya, Ini Target Destry

BI Mau Kartu Kredit RI Lebih Berdaya, Ini Target Destry

October 12, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .