
Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal perkembangan terbaru rencana Initial Public Offering (IPO) Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, pihaknya telah menerima perwakilan dari Badan Usama Milik Daerah (BUMN) DKI Jakarta tersebut dalam rangka konsultasi.
“Kemarin direksinya sudah ketemu sama kita. Tergantung kesiapan mereka, tapi udah konsultasi ke kita untuk kita berikan pemahaman tentang prosesnya. Pertama dari PAM Jaya betul,” ungkap Hasan ditemui wartawan, di Jakarta, Selasa, (12/10/2026).
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan nantinya ada 2 – 3 BUMD yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dua diantaranya merupakan PT Bank DKI (Bank DKI) dan Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya).
“Dalam kurun waktu kepemimpinan kami akan ada 2 – 3 BUMD yang akan kita IPO-kan, termasuk Bank Jakarta atau Bank DKI, karena nanti kalau DKI berubah Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota, kita kita akan branding baru terhadap bank DKI, kemudian salah satu yang kami inginkan go public itu PAM Jaya,” kata Pramono Anung, dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Rabu (30/4/2025).
Menurutnya PAM Jaya saat ini sudah memiliki pelanggan menjadi 2,5 juta rumah tangga, yang mampu memenuhi 70% kebutuhan air bersih di Jakarta.
Lebih lanjut, menuru Pramono, jika perusahaan ini bisa melakukan perbaikan dan menambah jumlah pelanggannya mencapai 3 juta atau 100% pemenuhian kebutuhan air bersih di Jakarta, maka perusahaan ini memiliki potensi yang besar.
(rob/rob)


















