• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Cermati Saham Chip dan Inflasi AS

Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Cermati Saham Chip dan Inflasi AS

October 14, 2026
Rupiah Ditutup Menguat 0,44%, Dolar AS Turun ke Rp18.075

Rupiah Ditutup Menguat 0,44%, Dolar AS Turun ke Rp18.075

November 5, 2026
Transaksi Naik 31,96%, Tembus Rp30,56 T

Transaksi Naik 31,96%, Tembus Rp30,56 T

November 5, 2026
Utang Pinjol Capai Rp106,48 T, Kredit Macet Tembus 5%

Utang Pinjol Capai Rp106,48 T, Kredit Macet Tembus 5%

November 5, 2026
OJK Selidiki 15 Pialang Asuransi Ilegal, 4 Entitas Tahap Penyidikan

OJK Selidiki 15 Pialang Asuransi Ilegal, 4 Entitas Tahap Penyidikan

November 5, 2026
Perkuat Pengawasan, Pelanggar Pasar Modal Kena Sikat OJK, Ini Datanya

Perkuat Pengawasan, Pelanggar Pasar Modal Kena Sikat OJK, Ini Datanya

November 5, 2026
Kredit Bank Tembus 13%, Ini Sektor Paling Ngebut

Kredit Bank Tembus 13%, Ini Sektor Paling Ngebut

November 5, 2026
OJK Soroti Inflasi Global, Suku Bunga Tinggi Masih Menghantui

OJK Soroti Inflasi Global, Suku Bunga Tinggi Masih Menghantui

November 5, 2026
MSCI Bikin IHSG Babak Belur 16,7%, Investor Asing Kabur Rp16,88 T

MSCI Bikin IHSG Babak Belur 16,7%, Investor Asing Kabur Rp16,88 T

November 5, 2026
Gejolak Global Menguat, Sektor Keuangan RI Tetap Stabil

Gejolak Global Menguat, Sektor Keuangan RI Tetap Stabil

November 5, 2026
Besok Penentuan! ULTJ Minta Restu Caplok Frisian Flag Rp14,57 T

Besok Penentuan! ULTJ Minta Restu Caplok Frisian Flag Rp14,57 T

November 5, 2026
Danantara Siapkan Jurus Hidupkan Lagi Industri Tekstil RI

Danantara Siapkan Jurus Hidupkan Lagi Industri Tekstil RI

November 5, 2026
Dirut dan Wadirut Primarindo Asia (BIMA) Kompak Mundur

Dirut dan Wadirut Primarindo Asia (BIMA) Kompak Mundur

November 5, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, November 5, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Cermati Saham Chip dan Inflasi AS

3 weeks ago
in Market
Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Cermati Saham Chip dan Inflasi AS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Rabu (14/10/2026), di tengah tekanan pada saham semikonduktor Amerika Serikat (AS) dan penantian data inflasi Negeri Paman Sam.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,62%, sedangkan Nikkei 225 Jepang naik 0,32% dan Kospi Korea Selatan menguat 0,82%.

Melansir CNBC Internasional, pergerakan pasar saham Asia berlangsung setelah saham-saham semikonduktor AS mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, dengan VanEck Semiconductor ETF (SMH) mencatatkan penurunan selama enam sesi berturut-turut. Pelemahan tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap potensi gelembung belanja kecerdasan buatan (AI) serta meningkatnya persaingan dari China.

Tekanan di pasar juga terjadi meskipun sejumlah bank besar AS melaporkan kinerja keuangan kuartalan yang kuat. Saham Goldman Sachs dan Citigroup justru ditutup melemah, mengindikasikan bahwa investor memasang ekspektasi lebih tinggi terhadap kinerja perusahaan pada musim laporan keuangan kuartal III-2026.

Berdasarkan data FactSet, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 diperkirakan mencatatkan pertumbuhan laba gabungan sekitar 30%. Sektor semikonduktor dan peralatan semikonduktor diproyeksikan menjadi kontributor terbesar, dengan pertumbuhan laba mencapai 130% secara tahunan.

Chief Investment Strategist Empower Marta Norton mengatakan fundamental bisnis semikonduktor masih kuat, terutama dari sisi permintaan. Namun, investor mulai mempertanyakan seberapa besar ruang kenaikan valuasi saham-saham di sektor tersebut setelah reli yang terjadi sebelumnya.

Pelaku pasar selanjutnya menantikan rilis data indeks harga konsumen (CPI) AS periode September yang dijadwalkan pada Rabu pagi waktu setempat. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan inflasi tahunan AS meningkat menjadi 3,6%, dari 3,4% pada periode sebelumnya.

Ekspektasi kenaikan inflasi muncul ketika harga minyak masih tinggi dan biaya bahan bakar terus membebani konsumen. Menurut data AAA, harga rata-rata bensin di AS mencapai US$4,34 per galon, jauh di atas US$3,08 per galon pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pelonggaran sementara pembatasan ekspor bahan bakar diesel Rusia. Namun, para analis menilai kebijakan tersebut kemungkinan tidak akan banyak membantu menurunkan harga bahan bakar yang ditanggung pengemudi truk dan petani.

Dari sisi korporasi, musim laporan keuangan kuartal III-2026 di AS masih berlanjut dengan rilis kinerja Bank of America dan Morgan Stanley pada Rabu pagi waktu AS. Perusahaan semikonduktor asal Belanda, ASML, juga dijadwalkan menyampaikan laporan keuangannya.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Ditutup Menguat 0,44%, Dolar AS Turun ke Rp18.075

Rupiah Ditutup Menguat 0,44%, Dolar AS Turun ke Rp18.075

November 5, 2026
Transaksi Naik 31,96%, Tembus Rp30,56 T

Transaksi Naik 31,96%, Tembus Rp30,56 T

November 5, 2026
Utang Pinjol Capai Rp106,48 T, Kredit Macet Tembus 5%

Utang Pinjol Capai Rp106,48 T, Kredit Macet Tembus 5%

November 5, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .