
Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyampaikan, pengembangan industri tekstil perlu dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk melalui pembangunan ekosistem industri dalam satu kawasan.
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan, pengembagan industri tekstik tidak hanya ditujukan untuk memperkuat sektor industri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dalam skala besar.
“Kita maunya kan dari hulu ke hilir. Nanti kita bangun ekosistem itu dalam satu kawasan yang terintegrasi. Kalau kita tidak masuk ke ekonomi riil, employment-nya nggak ada. Bayangkan kalau industri tekstil ini kita bisa hidupkan lagi, berapa banyak employment yang bisa kita hasilkan,” ujar Dony mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Ia menilai kebangkitan industri tekstil dapat menjadi salah satu upaya menghadirkan solusi nyata bagi perekonomian dan penyerapan tenaga kerja. Kehadiran Danantara diharapkan memperkuat ekosistem tersebut melalui investasi serta peran sebagai induk yang mengayomi pelaku industri.
Dony juga mengajak para pelaku industri tekstil untuk membangun kekompakan dan berdiskusi bersama pemerintah mengenai berbagai regulasi yang perlu disempurnakan. BP BUMN dan Danantara membuka ruang kolaborasi agar pengembangan industri tekstil nasional dapat berjalan lebih terarah.
“Teman-teman di industri tekstil harus kompak. Silakan, kapan kita berdiskusi, apa regulasi yang mesti kita perbaiki oleh pemerintah. Nanti kami Danantara ikut berinvestasi sebagai induknya untuk mengayomi teman-teman di tekstil,” ujar Dony.
Langkah tersebut juga didukung oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dukungan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurizal saat menyambangi Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria di Wisma Danantara, Jakarta.
Cucun mengapresiasi langkah Danantara yang bersedia mengambil peran sebagai induk untuk melindungi dan mendorong kebangkitan industri tekstil nasional. Menurutnya, pasar domestik yang besar menjadi peluang bagi industri tekstil untuk kembali berkembang melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Saya ini terus terang, saya appreciate Pak Dony dan Danantara sudah mau masuk menjadi induk yang proteksi terhadap dunia tekstil,” ujar Cucun,
Melalui sinergi pemerintah, DPR, Danantara, dan pelaku industri, kebangkitan industri tekstil nasional diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali kejayaan sektor ini, tetapi juga memperkuat industri manufaktur dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
(rob/rob)



















