• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Era Baru Penyaluran Bansos RI, Data Digital Bisa Ungkap Aset-Kelayakan

Era Baru Penyaluran Bansos RI, Data Digital Bisa Ungkap Aset-Kelayakan

October 4, 2026
Yaman Lancarkan Serangan, Rupiah Anjlok ke Rp 17.900 per USD

Yaman Lancarkan Serangan, Rupiah Anjlok ke Rp 17.900 per USD

October 5, 2026
Waspada! Rupiah Terus Keok Lawan Dolar AS Mulai Buat Harga Barang Naik

Waspada! Rupiah Terus Keok Lawan Dolar AS Mulai Buat Harga Barang Naik

October 5, 2026
Jababeka Caplok 51% Saham Kawasan Industri Seafer di Kendal

Jababeka Caplok 51% Saham Kawasan Industri Seafer di Kendal

October 5, 2026
Emiten RI Ini Bayar Utang Pakai Saham, Nilainya Rp70,87 Miliar

Emiten RI Ini Bayar Utang Pakai Saham, Nilainya Rp70,87 Miliar

October 5, 2026
Ini Bocoran Aturan Pemda Wajib Alokasikan Dana Desa dari Potongan TKD

Ini Bocoran Aturan Pemda Wajib Alokasikan Dana Desa dari Potongan TKD

October 5, 2026
Harga Minyak Masih Tinggi, Apa Efeknya ke APBN, IHSG & Rupiah?

Harga Minyak Masih Tinggi, Apa Efeknya ke APBN, IHSG & Rupiah?

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

Bos OJK Buka Suara Soal Rumor Haji Isam Mau Caplok BCA

October 5, 2026
BYD Resmi Ubah Merek Mobil Denza Jadi Danza

BYD Resmi Ubah Merek Mobil Denza Jadi Danza

October 5, 2026
KAI Angkat Bos Buruh Ristadi Jadi Komisaris Perusahaan

KAI Angkat Bos Buruh Ristadi Jadi Komisaris Perusahaan

October 5, 2026
Rupiah Melemah Lagi, Dolar AS Kini Naik Jadi Rp 17.950

Rupiah Melemah Lagi, Dolar AS Kini Naik Jadi Rp 17.950

October 5, 2026
Pengendali Adira (ADMF) Obral Saham Rp436 Miliar, Ada Apa?

Pengendali Adira (ADMF) Obral Saham Rp436 Miliar, Ada Apa?

October 5, 2026
Rupih Melemah Lagi, Dolar AS Kini Naik Jadi Rp 17.950

Rupih Melemah Lagi, Dolar AS Kini Naik Jadi Rp 17.950

October 5, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 5, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Era Baru Penyaluran Bansos RI, Data Digital Bisa Ungkap Aset-Kelayakan

1 day ago
in ENTREPRENEUR
Era Baru Penyaluran Bansos RI, Data Digital Bisa Ungkap Aset-Kelayakan
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan skema baru penyaluran bantuan sosial alias bansos kepada masyarakat, setelah memanfaatkan teknologi digital untuk memverifikasi kelayakan penerima.

Saat ini, pemerintah memulai registrasi ulang bantuan sosial tahun 2027 melalui Perlinsos Digital, khususnya untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Perlinsos Digital telah menjangkau sekitar 5,5 juta pendaftar. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut mencapai 48 juta pendaftar pada akhir 2026 melalui perluasan akses, penguatan sosialisasi di daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.

Dalam proses perbaikan data calon penerima bansos 2027, pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk melakukan registrasi mandiri melalui perlinsos.kemensos.go.id dengan menyiapkan NIK pada KTP, nomor meter PLN, serta mengikuti verifikasi wajah.

Namun, bagi warga yang membutuhkan pendampingan, pemerintah telah mempersiapkan Agen Perlinsos seperti Pendamping PKH, RT/RW, atau pun tetangga yang merupakan Kawan Perlinsos, termasuk aparat negara, seperti ASN, TNI hingga Polri.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pun telah mendorong perluasan agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) agar penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran.

Agen Perlinsos merupakan relawan atau pendamping yang membantu masyarakat di lingkungan sekitarnya dalam mengakses layanan Perlinsos Digital, terutama bagi keluarga, tetangga, atau warga yang mengalami kesulitan.

Menurut Mendagri, keberadaan agen Perlinsos menjadi bagian penting dalam mempercepat proses validasi, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses atau kemampuan menggunakan perangkat digital.

“Perlu dibantu oleh orang lain yang kita sebut dengan agen. Agen inilah kemudian dilatih, dan kemudian mereka men-download menggunakan handphone yang memang smartphone. Dan ini kecepatannya sangat tinggi sekali karena hanya lima sampai tujuh detik saja, begitu wajahnya ditampilkan, kemudian data di Dukcapil langsung [muncul],” ucap Tito dikutip dari keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Dalam mekanisme tersebut, data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menjadi basis data utama karena memiliki data biometrik, seperti sidik jari, wajah (face recognition), hingga retina. Data ini memungkinkan proses validasi dilakukan dalam hitungan detik sekaligus membantu memperbarui data penerima bansos secara berkala.

“Data Dukcapil sebagai basis data untuk verifikasi, validasi, kemudian juga mengintegrasikan beberapa kementerian lain, data kementerian/lembaga lain,” ujarnya.

Data Dukcapil tersebut selanjutnya diintegrasikan dengan data dari kementerian/lembaga lain untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi penerima bantuan.

Mendagri mencontohkan integrasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengetahui kepemilikan tanah dan dengan kepolisian untuk mengetahui kepemilikan kendaraan.

Menurutnya, integrasi tersebut diperlukan untuk melakukan profiling terhadap masyarakat yang menjadi sasaran program dan memastikan kelayakan mereka sebagai penerima bansos.

Perluasan agen Perlinsos juga dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing daerah. Di Bali, misalnya, agen Perlinsos berasal dari kader posyandu. 

“Semuanya kita bergerak, dilatih dulu agen-agennya. Setelah itu, dibuat sistemnya tiap daerah sesuai dengan karakter masing-masing. Bagaimana cara mengumpulkan masyarakat, dan setelah itu, mereka cukup menampilkan wajah mereka di handphone. Itu akan ketahuan dia layak atau tidak menerima bantuan sosial,” tambahnya.

Selain memvalidasi identitas dan kelayakan penerima, sistem tersebut juga dapat memberikan informasi mengenai jenis bantuan yang diterima masyarakat, baik bantuan tunai maupun bantuan non-tunai.

Untuk mendukung penerapan sistem tersebut di daerah, Kemendagri juga menyiapkan dukungan melalui Ditjen Dukcapil dan tim terkait.

“Kami siap dari Kemendagri, dengan Ditjen Dukcapil dan tim, lengkap, untuk membantu melakukan pelatihan, menyiapkan sistem,” tegasnya.

(arj/arj)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Yaman Lancarkan Serangan, Rupiah Anjlok ke Rp 17.900 per USD

Yaman Lancarkan Serangan, Rupiah Anjlok ke Rp 17.900 per USD

October 5, 2026
Waspada! Rupiah Terus Keok Lawan Dolar AS Mulai Buat Harga Barang Naik

Waspada! Rupiah Terus Keok Lawan Dolar AS Mulai Buat Harga Barang Naik

October 5, 2026
Jababeka Caplok 51% Saham Kawasan Industri Seafer di Kendal

Jababeka Caplok 51% Saham Kawasan Industri Seafer di Kendal

October 5, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .