
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) alias PaninBank mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,44 triliun pada semester I-2026. Perolehan itu tumbuh mini hanya 1,0% secara tahunan atau year on year (yoy) dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp1,42 triliun.
Dalam siaran pers, Presiden Direktur PaninBank, Herwidayatmo mengatakan peningkatan laba bersih tersebut terutama didukung oleh peningkatan Pendapatan Bunga Bersih yang naik 6,6% menjadi Rp 4,68 triliun dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp4,39 triliun.
Penurunan suku bunga yang terjadi sejak pertengahan tahun 2025 memberikan kesempatan kepada bank untuk meningkatkan Net Interest Margin (NIM) yang naik menjadi 4,55% dari 4,23% pada Juni 2025.
Pada fungsi intermediasi, total kredit yang diberikan bank milik Mu’min Ali Gunawan itu mencapai Rp139,64 triliun, terkoreksi 3,75% dibanding posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp145,08 triliun. Pertumbuhan Kredit melambat terutama terhambat kebijakan Bank yang menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas portofolio kredit.
“Selama Semester I Tahun 2026 PaninBank semakin selektif dalam memilih sektor, debitur, dan tujuan pembiayaan, di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian,” kata Herwidayatmo dalam siaran pers, dikutip Senin (3/8/2026).
Meski demikian, kualitas kredit malah makin memburuk, dengan rasio non performing loan (NPL) gross naik jadi 3,22% dari setahun sebelumnya 2,81%. NPL net juga naik menjadi 1,26%, dari setahun sebelumnya, 0,71%.
Sama halnya dengan pendanaan yang mencatatkan penurunan. Dana Pihak Ketiga (DPK) PaninBank menurun 7,87% menjadi Rp. 144,57 triliun.
“Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dikendalikan untuk mengantisipasi masih lemahnya pertumbuhan kredit,” ujar Herwidayatmo.
Rasio CASA berhasil ditingkatkan dari 40% pada akhir Desember 2025 menjadi 42% pada akhir Juni 2026.
Pada saat yang sama PaninBank berhasil menghimpun pendanaan jangka panjang melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Bank Panin Tahap IV Tahun 2026, dengan jumlah emisi sebesar Rp2,71 triliun, Obligasi Berkelanjutan V Bank Panin Tahap I Tahun 2026, dengan jumlah emisi Rp500 miliar, dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V Bank Panin Tahap I Tahun 2026, sebesar Rp50 miliar.
Di samping penurunan fungsi intermediasi dan pendanaan, PaninBank mempertebal permodalan. Total Modal kini telah mencapai Rp53,33 triliun dengan CAR yang juga meningkat menjadi 35,93%.
(mkh/mkh)


















