• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking! Dolar AS Menguat ke Rp17.830

Breaking! Dolar AS Menguat ke Rp17.830

June 19, 2026
Harga Minyak Merosot 10%-Harga Emas Turun ke Bawah USD 4.200/Oz

Harga Minyak Merosot 10%-Harga Emas Turun ke Bawah USD 4.200/Oz

June 19, 2026
BI Rate Naik Lagi, Rupiah Melemah ke Rp 17.800 per Dolar AS

BI Rate Naik Lagi, Rupiah Melemah ke Rp 17.800 per Dolar AS

June 19, 2026
Ini Alasan BI Perketat Underlying Pembelian Dolar Jadi US.000

Ini Alasan BI Perketat Underlying Pembelian Dolar Jadi US$10.000

June 19, 2026
Direksi BEI 2026-2030 Siap Disahkan dalam RUPS Tahunan BEI

Direksi BEI 2026-2030 Siap Disahkan dalam RUPS Tahunan BEI

June 19, 2026
OJK Buka Suara Soal Hasil Review MSCI Terbaru

OJK Buka Suara Soal Hasil Review MSCI Terbaru

June 19, 2026
MSCI Tetapkan Pasar Modal RI Emerging Market

MSCI Tetapkan Pasar Modal RI Emerging Market

June 19, 2026
IHSG Bergejolak, Saham Ini Malah Terbang

IHSG Bergejolak, Saham Ini Malah Terbang

June 19, 2026
IHSG Bergejolak Usai, Saham Ini Malah Terbang

IHSG Bergejolak Usai, Saham Ini Malah Terbang

June 19, 2026
178 Sekolah Rakyat Tampung 48.972 Siswa Tahun Ajaran Baru 2026/2027

178 Sekolah Rakyat Tampung 48.972 Siswa Tahun Ajaran Baru 2026/2027

June 19, 2026
Awasi Pemda, Purbaya Kini Bisa Telusuri Penggunaan TKD Tiap Rp1

Awasi Pemda, Purbaya Kini Bisa Telusuri Penggunaan TKD Tiap Rp1

June 19, 2026
Ditjen Pajak Sita 2 Rekening PT AG, Isi Saldonya Rp33,49 M

Ditjen Pajak Sita 2 Rekening PT AG, Isi Saldonya Rp33,49 M

June 19, 2026
Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Pagi Ini Naik 0,47%

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Pagi Ini Naik 0,47%

June 19, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, June 19, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Breaking! Dolar AS Menguat ke Rp17.830

3 hours ago
in Market
Breaking! Dolar AS Menguat ke Rp17.830
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (19/6/2026). Di tengah menguatnya minta pasar global terhadap dolar AS.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda dibuka melemah ke posisi Rp17.830/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,73%.

Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Kamis (18/6/2026), rupiah berhasil ditutup menguat 0,17% ke level Rp17.700/US$. Penguatan tersebut terjadi setelah Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau bergerak stabil di level 100,821.

Posisi tersebut masih berada di area tinggi setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya, Kamis (18/6/2026), DXY menguat tajam 0,76%.


Penguatan indeks dolar AS menunjukkan pelaku pasar masih memburu aset berdenominasi dolar AS. Kondisi ini pada akhirnya dapat menekan pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dolar AS bergerak kuat setelah pelaku pasar terus mencerna hasil rapat bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) pada Rabu waktu setempat. Rapat tersebut menjadi pertemuan pertama The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh.

Komentar Warsh yang cenderung singkat, ditambah proyeksi terbaru The Fed mengenai arah suku bunga, memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS masih berpeluang naik pada tahun ini. Ekspektasi tersebut turut mendorong dolar AS ke level tertinggi dalam lebih dari setahun.

Di sisi lain, dari dalam negeri, pelaku pasar juga masih merespons hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Kamis (18/6/2026). Dalam rapat tersebut, BI kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.

Keputusan ini memberi harapan terhadap stabilitas, bahkan potensi penguatan rupiah ke depan. Sebab, kenaikan suku bunga tersebut menunjukkan BI masih fokus menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan dolar AS dan ketidakpastian global.

Sebagai catatan, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar total 100 basis poin dalam rentang waktu sekitar satu bulan terakhir. Kenaikan pertama dilakukan pada RDG Bulanan Mei 2026 sebesar 50 basis poin, kemudian dilanjutkan pada RDG Mingguan pekan lalu sebesar 25 basis poin, dan terakhir pada RDG Bulanan Juni 2026 sebesar 25 basis poin.

Selain menaikkan suku bunga, BI juga kembali memperketat aturan pembelian valuta asing terhadap rupiah.

BI memangkas batas pembelian tunai valuta asing terhadap rupiah tanpa underlying menjadi US$10.000 per pelaku per bulan. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

“Kami lakukan untuk menegakkan tata kelola aturan yang ada. Pembelian dolar, khususnya di atas US$10.000 harus ada underlying,” kata Deputi Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2026).

Sebelumnya, BI telah menurunkan threshold atau batas pembelian dolar tanpa underlying menjadi US$25.000 per orang per bulan. Kini, batas tersebut kembali diturunkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valas (PUVA) agar semakin maju, efisien, dan pruden.

Langkah ini juga ditujukan untuk menjaga daya tarik investasi asing dan meningkatkan efektivitas kebijakan moneter, termasuk dalam stabilisasi nilai tukar rupiah.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Harga Minyak Merosot 10%-Harga Emas Turun ke Bawah USD 4.200/Oz

Harga Minyak Merosot 10%-Harga Emas Turun ke Bawah USD 4.200/Oz

June 19, 2026
BI Rate Naik Lagi, Rupiah Melemah ke Rp 17.800 per Dolar AS

BI Rate Naik Lagi, Rupiah Melemah ke Rp 17.800 per Dolar AS

June 19, 2026
Ini Alasan BI Perketat Underlying Pembelian Dolar Jadi US.000

Ini Alasan BI Perketat Underlying Pembelian Dolar Jadi US$10.000

June 19, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .