Jakarta, CNBC Indonesia — Pada hari ini Kamis (18/6/2026) Bank Indonesia (BI) melakukan perubahan pada kebijakan moneternya. BI-Rate kembali dikerek naik kembali hingga ke level 5,75% pada pukul 14.30 WIB.
Pasca pengumuman Bank Indonesia meningkatkan suku bunga acuan tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan terpantau mengalami penurunan lanjutan setelah pada perdagangan sesi pertama ditutup di level 6.154,92.
Setelah pengumuman IHSG langsung turun ke level 6.124,32 atau -1,55% dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Kenaikan BI-Rate yang terjadi pada hari ini akan melanjutkan tren penurunannya akibat sentimen risk-off pasar untuk memegang aset berisiko, mulai dari obligasi tenor panjang hingga pasar saham domestik.
Di tengah perdagangan sesi kedua ini terpantau Bank Central Asia (BBCA) berada pada posisi puncak dalam deretan nilai transaksi harian di level Rp883,29 miliar. Disusul oleh Chandra Asri Pacific (TPIA) sebesar Rp854,12 miliar, dan Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp670,54 miliar.
Sementara secara sektoral, hanya sektor industri dasar yang mengalami kenaikan sebesar 0,11%, sementara sektor lainnya terpantau terpuruk dengan sektor infrastruktur berada di penurunan terparah hingga ke level -2,75% dilanjutkan oleh keuangan di -1,77%, dan kesehatan di -1,53%.
Sementara itu di penutupan perdagangan sesi pertama hari ini Kamis (18/6/2026), bursa saham Indonesia terpantau mengalami net foreign inflow sebesar Rp225,83 miliar.
(gls/gls)
Add
as a preferred
source on Google


















