• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bukti Terbaru Warga RI Lagi Susah, Terlihat dari Cicilan Rumah & Mobil

Bukti Terbaru Warga RI Lagi Susah, Terlihat dari Cicilan Rumah & Mobil

July 12, 2025
Video: Selat Hormus Memanas – Rekor Terburuk Rupiah di Rp 17.300/USD

Video: Selat Hormus Memanas – Rekor Terburuk Rupiah di Rp 17.300/USD

April 23, 2026
Bos BI Blak-blakan Penyebab Dolar Tembus Rp 17.300

Bos BI Blak-blakan Penyebab Dolar Tembus Rp 17.300

April 23, 2026
Penyebab IHSG Lesu, Pagi-Pagi Turun hingga 1%

Penyebab IHSG Lesu, Pagi-Pagi Turun hingga 1%

April 23, 2026
BI Laporkan Uang Beredar di RI Tembus Rp10.355 T per Maret 2026

BI Laporkan Uang Beredar di RI Tembus Rp10.355 T per Maret 2026

April 23, 2026
Breaking, IHSG Ambruk 1% Usai Rupiah Sentuh Level Terendah

Breaking, IHSG Ambruk 1% Usai Rupiah Sentuh Level Terendah

April 23, 2026
Terungkap! Ini Deretan Penyebab Dolar Tekan Rupiah hingga Rp17.300

Terungkap! Ini Deretan Penyebab Dolar Tekan Rupiah hingga Rp17.300

April 23, 2026
Harga Saham Naik Tajam, BEI Gembok Perdagangan MDIA

Harga Saham Naik Tajam, BEI Gembok Perdagangan MDIA

April 23, 2026
Rupiah Ambruk ke Level Terendah, Dolar AS Sentuh Rp 17.300

Rupiah Ambruk ke Level Terendah, Dolar AS Sentuh Rp 17.300

April 23, 2026
WIKA Capai Kesepakatan dengan Pemegang Obligasi Sukuk

WIKA Capai Kesepakatan dengan Pemegang Obligasi Sukuk

April 23, 2026
Breaking! Rupiah Melemah 0,79%, Dolar AS Tembus Rp17.305

Breaking! Rupiah Melemah 0,79%, Dolar AS Tembus Rp17.305

April 23, 2026
BEI Buka-bukaan Soal Risiko Downgrade Saham oleh MSCI

BEI Buka-bukaan Soal Risiko Downgrade Saham oleh MSCI

April 23, 2026
Breaking! Rupiah Tertekan, Dolar AS Sudah Tembus Rp17.210

Breaking! Rupiah Tertekan, Dolar AS Sudah Tembus Rp17.210

April 23, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, April 23, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Bukti Terbaru Warga RI Lagi Susah, Terlihat dari Cicilan Rumah & Mobil

9 months ago
in Market
Bukti Terbaru Warga RI Lagi Susah, Terlihat dari Cicilan Rumah & Mobil
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang tengah kesulitan semakin tampak. Ditandai dari merosotnya penjualan barang-barang tahan lama atau durable goods seperti kendaraan bermotor, hingga meningkatnya rasio kredit bermasalah kredit pemilikan rumah (KPR).

Untuk penjualan kendaraan bermotor yang anjlok tergambar dari data penjualan mobil Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terbaru. Pada Juni 2025, jumlahnya hanya 57.761 unit, turun 4,71% dibanding posisi Mei 2025 yang sebanyak 60.612 unit.

Secara total, penjualan mobil pada paruh pertama 2025 hanya sebanyak 374.741 unit, turun 8,60% dibandingkan dengan periode sama pada 2024 yang masih mampu mencatat penjualan sebanyak 410.020 unit.

Lesunya penjualan mobil ini beriringan dengan melambatnya pertumbuhan piutang multifinance per Mei 2025. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan masih naik 2,83% pada bulan itu menjadi sebesar Rp 504,58 triliun.

Namun, kenaikannya menjadi yang terendah sejak awal tahun. Sebab, pada Mei tahun lalu, pertumbuhan piutang multifinance bahkan masih bisa tumbuh dua digit atau mencapai 10,82%.

Di sisi lain, saat melambatnya pertumbuhan penyaluran pembiayaan, NPF gross multifinance malah naik 14 basis poin (bps) secara bulanan. Akan tetapi bila dibandingkan Mei tahun lalu, posisi NPF gross tahun ini masih lebih baik.

Pada periode yang sama NPF net multifinance naik 6 bps secara bulanan dan 13 bps secara tahunan.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi mengakui pembiayaan multifinance di sektor konsumtif tengah tertekan. Pemerintah pun diharap mengeluarkan stimulus yang bisa mendorong daya beli masyarakat.

Dari segmen multiguna pembiayaannya hampir tidak mengalami pertumbuhan. Kondisi ini seiring dengan penjualan mobil yang lesu hingga semester I-2025. Suwandi bahkan memperkirakan penjualan mobil tahun ini hanya akan mencapai 800.000 unit atau tidak sampai target Gaikindo yang sebesar 900.000 unit.

“Kita lebih berharap adalah bagaimana pemerintah nanti ada stimulus-stimulus juga sudah mulai dikeluarkan, inikan baru, mudah-mudahan ini ada pergerakan dari sisi konsumsi dan segalanya. Kalau sekarang ya berat,” kata Suwandi kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (11/7/2025).

Sementara itu, untuk di sektor perumahan, kemampuan masyarakat Indonesia membayar cicilan rumah semakin sulit. Hal ini tercermin dalam kualitas rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) kredit pemilikan rumah (KPR) yang kian memburuk, bahkan menembus rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Berdasarkan Statistik Sistem Keuangan Indonesia Juni 2025 yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), NPL KPR tembus 3,24% per Mei 2025. Angka itu memburuk dari bulan April yang sebesar 3,13%.

Sebelum April 2025, data BI tersebut menunjukkan NPL KPR selalu di kisaran level 2%. Namun sepanjang tahun ini, NPL KPR setiap bulannya kian memburuk, dari Januari yang 2,88% naik menjadi 2,99% di bulan Februari, dan tidak berubah pada bulan Maret.

Angka NPL KPR terkini juga lebih tinggi dari tahun di mana pandemi Covid-19 merebak, yakni 2,78% pada akhir tahun 2020. Pada tahun 2021 dan 2022, NPL KPR berhasil ditekan menjadi masing-masing 2,41% dan 2,26%.

Namun, NPL KPR mengalami kenaikan menjadi 2,47% pada akhir 2023, dan naik lagi menjadi 2,67% pada akhir 2024.

Kualitas KPR yang memburuk diikuti dengan pertumbuhan pembiayaan perumahan yang melandai. Pada bulan Januari 2025, KPR tercatat tumbuh 11,51% secara tahunan atau year on year (yoy). Sebulan kemudian, KPR masih mampu tumbuh double digit, tapi melambat sedikit menjadi 11,49% yoy.

Pada bulan Maret, pertumbuhan KPR hanya single digit sebesar 9,28% yoy. Di bulan April, pertumbuhan KPR melambat lagi menjadi 8,67% yoy, dan pada bulan Mei menjadi 8,15% yoy.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Pengusaha Kakap di RI dalam Mode Waspada, Ada Apa?




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: Selat Hormus Memanas – Rekor Terburuk Rupiah di Rp 17.300/USD

Video: Selat Hormus Memanas – Rekor Terburuk Rupiah di Rp 17.300/USD

April 23, 2026
Bos BI Blak-blakan Penyebab Dolar Tembus Rp 17.300

Bos BI Blak-blakan Penyebab Dolar Tembus Rp 17.300

April 23, 2026
Penyebab IHSG Lesu, Pagi-Pagi Turun hingga 1%

Penyebab IHSG Lesu, Pagi-Pagi Turun hingga 1%

April 23, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .