• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Uang Tunai Aktifkan Sel Sakit di Otak, Waspadai Efek 2 Mata Pedang

Uang Tunai Aktifkan Sel Sakit di Otak, Waspadai Efek 2 Mata Pedang

August 18, 2025
Pendapatan Tembus US6,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

Pendapatan Tembus US$116,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

April 30, 2026
Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Video:AS Tolak Proposal Iran,IHSG Melemah 2% & Rupiah ke Rp 17.300/USD

Video:AS Tolak Proposal Iran,IHSG Melemah 2% & Rupiah ke Rp 17.300/USD

April 30, 2026
Laba Bumi Resources (BUMI) Naik 35% Jadi US,14 Juta

Laba Bumi Resources (BUMI) Naik 35% Jadi US$24,14 Juta

April 30, 2026
Cetak Kinerja Positif, Begini Rapor CIMB Niaga di Kuartal I-2026

Cetak Kinerja Positif, Begini Rapor CIMB Niaga di Kuartal I-2026

April 30, 2026
IHSG Anjlok Imbas Sentimen Global, Harga Minyak & Pelemahan Rupiah

IHSG Anjlok Imbas Sentimen Global, Harga Minyak & Pelemahan Rupiah

April 30, 2026
Laba Bersih Kimia Farma (KAEF) Kuartal I-2026 Rp123,6 Miliar

Laba Bersih Kimia Farma (KAEF) Kuartal I-2026 Rp123,6 Miliar

April 30, 2026
Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 80%, Ada Apa?

Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 80%, Ada Apa?

April 30, 2026
BRI Tak Revisi RBB, Ekonomi Domestik Masih Kuat

BRI Tak Revisi RBB, Ekonomi Domestik Masih Kuat

April 30, 2026
Rupiah Tutup di Level Terendah Sepanjang Masa, Rp17.305/US$

Rupiah Tutup di Level Terendah Sepanjang Masa, Rp17.305/US$

April 30, 2026
Ada Transaksi Jumbo Rp1,76 T di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

Ada Transaksi Jumbo Rp1,76 T di Saham MORA, Siapa Pelakunya?

April 30, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, April 30, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Uang Tunai Aktifkan Sel Sakit di Otak, Waspadai Efek 2 Mata Pedang

9 months ago
in Market
Uang Tunai Aktifkan Sel Sakit di Otak, Waspadai Efek 2 Mata Pedang
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Melakukan transaksi saat berbelanja kini bisa dilakukan dengan banyak cara. Umumnya menggunakan uang tunai, juga pembayaran dengan kartu debit atau kredit, hingga melalui perangkat mobile. Ternyata cara bertransaksi itu memberikan efek psikologis yang berbeda.

Belanja dengan uang tunai disebut-sebut berkaitan dengan pusat nyeri di otak. Simak penjelasannya.

Menurut Carin Rehncrona seorang pengajar di Departement of Sercives Studies di Lund University mengungkapkan, uang tunai bisa membuat anda lebih menghemat pengeluaran. Ini tertuang dalam artikelnya berjudul “Uang Tunai Memang Tidak Praktis Tapi Bisa Menghemat Pengeluaran“, yang diterbitkan The Conversation, 14 Februari 2025 lalu.

Dia menjabarkan, dari riset yang dilakukan dengan cara mengamati perilaku transaksi masyarakat sejak tahun 2.000-an, membuktikan individu yang membawa uang tunai atau kartu prabayar memiliki intensi belanja yang lebih sedikit. Hal itu juga diperkuat dalam studi yang sama dengan menyelidiki kwitansi konsumen dari toko kelontong.

Riset juga menunjukkan, kesediaan untuk membayar (jumlah maksimum yang bersedia dibelanjakan konsumen untuk suatu produk atau layanan) lebih condong ke kartu debit dibandingkan tunai.

Uang Tunai Aktifkan Sel Pusat Nyeri di Otak?

Dijelaskan, ada efek “Pain of Payment” atau rasa tidak nyaman secara psikologis karena kehilangan uang pada saat membayar saat menggunakan uang tunai. Pasalnya uang tunai memiliki sifat yang lebih nyata dibandingkan pembayaran dengan kartu kredit.

“Bahkan ada yang berpendapat bahwa ketika pembayaran dan konsumsi terjadi dalam waktu singkat dan pembayaran dengan uang tunai lebih bersifat nyata, maka jika mengalami kesulitan membayar mengurangi intensi konsumsi,” tulis artikel itu, dikutip, Senin (18/8/2025).

Carin menunjukkan, penggunaan uang tunai terbukti mengaktifkan sel pusat nyeri di otak.

Meski beberapa peneliti skeptis dan menganggap persepsi rasa sakit sebagai akibat dari kurangnya respons imbalan, atau saat otak mengasosiasikan suatu tindakan dengan perasaan senang atau tidak.

“Respons ini jauh lebih banyak aktif melalui aktivitas penggunaan kartu kredit dibandingkan dengan uang tunai,” tulis Carin.

Terjadi Pergeseran

Namun, seiring pergeseran waktu, ternyata efek psikologis yang ditimbulkan uang tunai dan kartu kini semakin melemah. Sebab, orang-orang mulai terbiasa dengan penbayaran digital atau non-tunai.

Pembayaran seluler atau mobile juga memiliki efek yang mirip dengan kartu kredit atau debit. Artinya pembelanjaan cenderung lebih tinggi dibandingkan uang tunai.

Hanya saja dengan adanya fitur dari notifikasi di perangkat anda, membuat rasa ingin berbelanja semakin menurun. Notifikasi yang muncul di ponsel ataupun jam tangan pintar memberikan efek yang hampir sama ketika anda berbelanja menggunakan jam tangan, sehingga mampu menekan nafsu berbelanja.

Di sisi lain, Carin juga melakukan penelitian di Swedia. Dari beberapa konsumen anak muda yang berumur 20 – 26 tahun merasa transaksi tunai tidak berpengaruh pada seluruh dana yang mereka miliki. Pasalnya konsumen muda saat ini terbiasa melihat aktivitas mereka pada riwayat transaksi yang muncul di ponsel mereka.

Mereka merasa, uang digital lebih terasa sebagai uang sungguhan bagi demografi yang lebih muda.

“Ini menunjukkan preferensi metode pembayaran berbeda antar generasi yang tergantung pada kebiasaan dan teknologi,” sebutnya.

“Karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat pengeluaran cenderung lebih tinggi pada metode non-tunai, mungkin manajer toko dapat mempertimbangkan untuk mempromosikan pembayaran non-tunai. Ibarat pedang bermata dua, keputusan untuk tidak menerima uang kertas dan koin pun berarti mereka kehilangan penjualan ketika konsumen muda ingin “membuang” uang mereka”,” tulisnya.

(dce)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Berapa Banyak Harus Simpan Uang Cash di Rekening? Ini Saran Ahli




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pendapatan Tembus US6,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

Pendapatan Tembus US$116,55 Juta , Laba PGE Naik 40% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?

April 30, 2026
Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

Cetak Margin Operasi 9,1% & Utang WIKA Turun 7,4% di Kuartal I-2026

April 30, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .