Jakarta, CNBC Indonesia — PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menyampaikan, alokasi dana Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk tahun 2025 digunakan untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dalam mendukung program 3 juta rumah.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, adapun dana PMN yang diterima sebesar Rp 6,68 triliun. Ia mengungkapkan, alokasi PMN tersebut telah digunakan seluruhnya hingga akhir tahun 2025 kepada bank-bank penyalur yang membutuhkan dana tersebut.
Ia melanjutkan bahwa dalam penyaluran program FLPP, SMF juga menggunakan dana dari penerbitan surat utang sebesar Rp 1,35 triliun. Sebab, dana yang dibutuhkan untuk program tersebut sebesar Rp 8,03 triliun.
“PMN yang kami terima oleh SMF adalah biasanya itu kurang jadi kami harus nombokin lagi dengan surat utang,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi XI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (8/6/2025).
Ia memaparkan, untuk program FLPP 2018 hingga saat ini, SMF telah menerima sebesar Rp 17,91 triliun yang berasal dari suntikan dana PMN. Namun, SMF juga telah mengeluarkan surat utang sebesar Rp 16,64 triliun. Sehingga, keseluruhan total dana untuk program FLPP mencapai Rp 34,37 triliun.
“Adalah porsi 25% dan sudah menghasilkan kurang lebih 904.000 unit rumah,” sebutnya.
Ia menegaskan, dana PMN yang disalurkan untuk KPR FLPP sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan perumahan.
“Bagi pemerintah juga dia penyeimbang jangka panjang untuk penyalur KPR, untuk mengurangi risiko time mismatch, dan juga mendukung program 3 juta pemerintah, dan juga mendorong bergeraknya sektor riil yaitu multiplier daripada pembangunan rumah,” tutupnya.
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google

















