• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Siapa MSCI dan Kenapa Keputusannya Bisa Bikin Pasar Modal RI Ambruk?

Siapa MSCI dan Kenapa Keputusannya Bisa Bikin Pasar Modal RI Ambruk?

January 31, 2026
Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

October 15, 2026
IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

October 15, 2026
Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

October 15, 2026
Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.900

Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.900

October 15, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,44% di Awal Sesi I

IHSG Dibuka Melemah 0,44% di Awal Sesi I

October 15, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,29% ke Level 5.948

IHSG Ditutup Menguat 0,29% ke Level 5.948

October 15, 2026
IHSG Ditutup Naik 0,29%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Ditutup Naik 0,29%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 15, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,29%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,29%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

October 15, 2026
Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok 5,6%

Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok 5,6%

October 15, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Siapa MSCI dan Kenapa Keputusannya Bisa Bikin Pasar Modal RI Ambruk?

9 months ago
in Lifestyle
Siapa MSCI dan Kenapa Keputusannya Bisa Bikin Pasar Modal RI Ambruk?
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham Indonesia mengalami gonjang-ganjing berkepanjangan pekan ini. Indeks ambruk setelah perusahaan penyedia layanan indeks global MSCI membekukan saham-saham RI dari portofolio bergengsi miliknya.

Diketahui, MSCI adalah kekuatan besar dalam industri manajemen aset yang saat ini ditaksir bernilai $139 triliun dan keputusannya sangat berpengaruh bagi negara-negara di seluruh dunia – seperti yang dialami investor Indonesia minggu ini.

IHSG sempat anjlok hingga 16,7% selama dua hari perdagangan (Rabu-Kamis) pekan ini, setelah peringatan MSCI bahwa kemungkinan penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market memicu gelombang aksi jual di pasar modal. Indeks pulih kemudian pada sesi kedua perdagangan Kamis, dan sudah mulai menguat pada perdagangan Jumat.

Profil MSCI

Sebelumnya dikenal sebagai Morgan Stanley Capital International, produk indeks perusahaan ini adalah salah satu acuan terbesar dan terpenting untuk pasar saham di seluruh dunia.

MSCI tidak melakukan investasi sendiri, tetapi keputusan tentang negara dan perusahaan mana yang akan dimasukkan dalam Indeks Pasar Berkembang unggulannya, yang melacak sekitar US$10 triliun saham, dapat memiliki bobot yang sangat besar bagi investor global.

Para penyusun dan penyedia layanan indeks, termasuk FTSE Russell dan S&P Global, telah membentuk kembali lanskap investasi global seiring dengan meningkatnya popularitas dan pengaruh dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) di seluruh dunia.

Bagi manajer dana aktif dan pelacak indeks, keputusan MSCI tentang negara dan perusahaan mana yang akan dimasukkan atau dikeluarkan dapat memaksa penyeimbangan ulang portofolio secara otomatis dan aliran modal miliaran dolar.

Kenapa Keputusan MSCI Membuat Pasar Modal RI Jatuh?

MSCI mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kliennya menyoroti masalah seputar data pasar yang mengaburkan proporsi saham perusahaan Indonesia yang dapat diperdagangkan secara bebas (free float) dan bagaimana bursa mengkategorikan pemilik saham.

Penyedia indeks tersebut mengatakan bahwa kliennya menunjukkan struktur kepemilikan saham yang tidak transparan dan perilaku perdagangan terkoordinasi oleh investor pasar yang merusak “pembentukan harga yang tepat”.

MSCI telah memberi Indonesia waktu hingga Mei untuk menunjukkan tanda-tanda kemajuan, di mana pada saat itu mereka akan menilai kembali statusnya. Hal itu dapat mengakibatkan bobot yang lebih rendah untuk Indonesia dalam tolok ukur pasar negara berkembangnya, atau bahkan penurunan status.

Ancaman itulah yang mengejutkan para investor, dan memicu aksi jual besar-besaran.

Konsekuensi Jika RI Turun Kasta di MSCI

Peningkatan dan penurunan peringkat oleh MSCI telah memiliki implikasi besar bagi negara dan pasar di masa lalu dan kemungkinan akan membebani pasar Indonesia untuk sementara waktu.

Goldman Sachs memperkirakan bahwa arus keluar investor asing dapat mencapai $7,8 miliar jika Indonesia diturunkan peringkatnya menjadi frontier market, sebuah skenario yang dianggap tidak mungkin oleh bank investasi dan beberapa investor.

Indonesia menyumbang sekitar 1% bobot dalam pasar berkembang MSCI, yang didominasi oleh Tiongkok, Taiwan, dan India. Apakah langkah MSCI akan mendorong penyedia indeks lainnya masih harus dilihat. FTSE Russell mengatakan pihaknya memantau situasi dengan cermat.

Respons Pemangku Kepentingan di Indonesia

Konsultasi reklasifikasi indeks biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk diberlakukan, tetapi investor asing tidak memiliki banyak insentif untuk menunggu ketika mereka tahu bahwa gelombang uang akan masuk – atau keluar.

Hal itu mengembalikan tanggung jawab ke pemerintah Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia mengatakan pada hari Kamis bahwa pemerintah menerima pandangan MSCI sebagai “masukan yang baik”. OJK dan BEI menambahkan bahwa komunikasi dengan MSCI positif dan mereka sedang menunggu tanggapan terhadap langkah-langkah yang diusulkan, yang mencakup penggandaan persyaratan free float pada perusahaan yang terdaftar menjadi 15%.

Pemerintah RI sebelumnya telah menunjukkan kesediaan untuk menghukum perusahaan asing karena menurunkan peringkat pasar negaranya di masa lalu. Pemerintah menghukum JPMorgan Chase & Co pada tahun 2015 setelah divisi riset bank investasi tersebut merekomendasikan pengurangan eksposur terhadap obligasi negara, dan lagi pada tahun 2017 ketika mengeluarkan peringkat serupa pada sahamnya.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

October 15, 2026
IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .