
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga saham emiten milik Raffi Ahmad, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), kini diperdagangkan jauh di bawah harga penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering(IPO).
Berdasarkan data perdagangan Rabu (28/10/2026), saham RANS ditutup di level Rp117 per saham, terkoreksi Rp7 atau 5,65% dalam sehari. Posisi tersebut jauh di bawah harga IPO RANS yang ditetapkan sebesar Rp170 per saham.
Dengan demikian, harga saham RANS telah merosot Rp53 atau sekitar 31,18% dibandingkan harga penawaran perdananya. Jika dibandingkan dengan harga pembukaan perdagangan perdananya yang sempat mencapai Rp228 per saham, saham RANS kini telah turun sekitar 48,68%.
Padahal, saat resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026), RANS sempat mencuri perhatian investor. Dalam perdagangan perdananya, saham RANS dibuka pada level Rp228 per saham atau melonjak 34,12% dari harga IPO sebesar Rp170 per saham. Kenaikan tersebut membawa saham RANS menyentuh batas atas pergerakan harga atau auto reject atas (ARA).
Dalam aksi IPO tersebut, RANS menerbitkan 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar melalui penawaran saham perdana.
Dana hasil IPO tersebut direncanakan untuk mendukung sejumlah agenda ekspansi bisnis. Sebesar Rp161,5 miliar atau 37,61% dialokasikan untuk penyelenggaraan konser, sedangkan Rp85 miliar atau 19,80% digunakan untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia.
Selain itu, perseroan mengalokasikan Rp80 miliar atau 18,64% untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland. RANS juga merencanakan investasi sebesar Rp35 miliar atau 8,15% pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.
Sementara itu, sebesar Rp29,95 miliar atau 6,98% dialokasikan untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi perseroan. Adapun Rp37,8 miliar atau 8,82% sisanya digunakan untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, sebelumnya mengungkapkan bahwa penggunaan dana IPO yang telah direalisasikan saat itu baru mencakup pelunasan utang. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa (11/8/2026), sekitar sebulan setelah perseroan melaksanakan IPO.
“Untuk dana IPO sendiri, sebenarnya yang baru direalisasikan itu adalah pelunasan utang. Ini sekarang, semuanya masih on going, sesuai dengan prospektus,” kata Nagita.
Meski belum merinci perkembangan realisasi setiap alokasi dana, Nagita menegaskan bahwa penggunaan dana IPO lainnya masih berjalan sesuai dengan prospektus perseroan.
Sat ini, kapitalisasi pasar RANS berada di kisaran Rp1,48 triliun. Saham tersebut memiliki rasio harga terhadap laba atau price to earnings ratio (P/E) sebesar 24,17 kali.
(rob/rob)


















