• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Saham Gocap Bisa Jadi Mesin Uang, Berani Coba?

Saham Gocap Bisa Jadi Mesin Uang, Berani Coba?

January 7, 2026
BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

October 9, 2026
BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

October 9, 2026
Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

October 9, 2026
Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

October 9, 2026
Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

October 9, 2026
Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

October 9, 2026
Menperin Wanti-Wanti Masalah Gas Industri, Blak-blakan Bilang Begini

Menperin Wanti-Wanti Masalah Gas Industri, Blak-blakan Bilang Begini

October 9, 2026
BRI Wealth Management Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

BRI Wealth Management Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

October 9, 2026
Destry Jamin Sinergi Tak Hilangkan Independensi Bank Indonesia

Destry Jamin Sinergi Tak Hilangkan Independensi Bank Indonesia

October 9, 2026
Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat 1,04% ke Level 6.093

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat 1,04% ke Level 6.093

October 9, 2026
Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi!

Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi!

October 9, 2026
Jelang Merger, Adhi Karya Jual Saham Entitas JSMR Senilai Rp 1,7 T

Jelang Merger, Adhi Karya Jual Saham Entitas JSMR Senilai Rp 1,7 T

October 9, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 9, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Saham Gocap Bisa Jadi Mesin Uang, Berani Coba?

9 months ago
in Lifestyle
Saham Gocap Bisa Jadi Mesin Uang, Berani Coba?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Tahun 2026 menjadi lembaran baru di dunia investasi pasar modal. Pergerakan pasar saham pada awal tahun ini menunjukkan fenomena yang menarik untuk saham berkapitalisasi kecil. Ketika ratusan saham terjebak di level harga terendah, terdapat sebagian kecil emiten yang justru mencatatkan kenaikan harga yang sangat signifikan hingga ribuan persen.

Tim Riset CNBC Indonesia melakukan simulasi perhitungan portofolio untuk melihat peluang keuntungan dari strategi membeli seluruh saham yang berada di harga bawah. Simulasi ini bertujuan menguji apakah kenaikan ekstrem dari segelintir saham mampu menutup risiko kerugian dari mayoritas saham yang tidak berkinerja baik.

Langkah pertama dalam riset ini adalah memetakan jumlah saham yang berada di kisaran harga Rp50 ke bawah. Berdasarkan data perdagangan awal tahun 2026, total terdapat 160 emiten yang masuk dalam kategori ini. Mayoritas saham tersebut berada dalam kondisi kurang likuid atau masuk dalam Papan Pemantauan Khusus.

Daftar Saham dengan Kenaikan Signifikan

Meskipun didominasi oleh saham yang stagnan, data pasar mencatat adanya 16 emiten yang berhasil keluar dari tekanan harga bawah dan mencetak kenaikan di atas 1.000% pada periode ini. Saham UDNG mencatatkan kenaikan tertinggi, diikuti oleh CBRE dan BUVA.

Berikut adalah tabel kinerja 16 saham yang mencatatkan kenaikan ribuan persen tersebut:

Metode Perhitungan Simulasi

Simulasi ini menggunakan asumsi modal total sebesar Rp 16.000.000. Dana tersebut dialokasikan secara merata ke seluruh 160 saham yang ada di daftar harga bawah, sehingga setiap emiten mendapatkan porsi investasi sebesar Rp 100.000. Pendekatan ini mengabaikan analisis fundamental dan murni menggunakan probabilitas statistik.

Untuk menguji ketahanan portofolio, simulasi menerapkan skenario risiko maksimal. Diasumsikan bahwa 144 saham (atau 90% dari total portofolio) yang tidak masuk dalam daftar kenaikan di atas mengalami kegagalan total. Nilai investasi pada 144 saham ini dianggap menjadi nol atau hangus, yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 14.400.000.

Hasil Akhir dan Tingkat Pengembalian

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kerugian dari 144 saham tersebut dapat tertutupi oleh keuntungan dari 16 saham yang mengalami kenaikan harga signifikan. Nilai investasi awal Rp 100.000 pada saham seperti UDNG berkembang menjadi sekitar Rp 10,8 juta, dan pada CBRE menjadi Rp 5,3 juta.

Jika dikalkulasikan secara total, nilai aset dari 16 saham yang berhasil naik tersebut mencapai angka Rp 42.397.000. Dengan demikian, setelah dikurangi modal awal sebesar Rp 16.000.000, portofolio ini masih menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp 26.397.000.

Secara persentase, strategi ini menghasilkan tingkat Return on Investment sebesar 165%. Angka ini menunjukkan bahwa dalam kondisi pasar tertentu, keuntungan eksponensial dari sebagian kecil saham dapat mengompensasi kerugian total dari mayoritas saham lainnya.

Catatan Risiko Likuiditas

Penting untuk dicatat bahwa simulasi di atas adalah perhitungan matematis di atas kertas. Dalam praktik di pasar modal yang sebenarnya, investor menghadapi risiko likuiditas.

Pembelian saham di harga rendah seringkali sulit dilakukan karena ketiadaan penawaran jual (offer), dan sebaliknya, penjualan saham untuk merealisasikan keuntungan bisa terhambat jika saham terkena suspensi atau tidak ada pembeli (bid).

Selain itu, faktor psikologis memegang peranan penting. Investor seringkali cenderung menjual saham yang sudah naik 100% atau 200% untuk mengamankan keuntungan jangka pendek.

Padahal, dalam strategi portofolio ini, keuntungan maksimal hanya bisa dicapai jika investor menahan kepemilikan saham hingga mencapai kenaikan ribuan persen untuk menutup kerugian dari saham-saham yang gagal.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

October 9, 2026
BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

October 9, 2026
Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

October 9, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .