• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Kini Rp18.010

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Kini Rp18.010

June 5, 2026
Anak Muda RI Hobi ‘Gali Lubang Tutup Lubang’, Bos OJK Lakukan Ini

Anak Muda RI Hobi ‘Gali Lubang Tutup Lubang’, Bos OJK Lakukan Ini

June 5, 2026
Sumber Dana Tetap Mandiri, OJK Janji Pengawasan Berkualitas

Sumber Dana Tetap Mandiri, OJK Janji Pengawasan Berkualitas

June 5, 2026
OJK Hunting Calon Emiten IPO, Begini Jurusnya

OJK Hunting Calon Emiten IPO, Begini Jurusnya

June 5, 2026
OJK Ingatkan Hati-Hati Modus Penipuan Nonton Iklan Hingga Drama China

OJK Ingatkan Hati-Hati Modus Penipuan Nonton Iklan Hingga Drama China

June 5, 2026
Purbaya Goes to China, Panda Bond Segera Meluncur Bulan Ini

Purbaya Goes to China, Panda Bond Segera Meluncur Bulan Ini

June 5, 2026
Video: Rupiah, 'Kok' Lemah?

Video: Rupiah, 'Kok' Lemah?

June 5, 2026
OJK Buka-Bukaan Penyebab IHSG Ambruk

OJK Buka-Bukaan Penyebab IHSG Ambruk

June 5, 2026
Breaking News! IHSG Ditutup Turun 4,2%

Breaking News! IHSG Ditutup Turun 4,2%

June 5, 2026
Bank Aladin Syariah Jaga Kinerja Positif & Perluas Penetrasi Digital

Bank Aladin Syariah Jaga Kinerja Positif & Perluas Penetrasi Digital

June 5, 2026
Klaim Asuransi Melonjak Tinggi per April 2026

Klaim Asuransi Melonjak Tinggi per April 2026

June 5, 2026
Rupiah Tembus Rp 18.000, OJK Beberkan Kondisi Bank di RI

Rupiah Tembus Rp 18.000, OJK Beberkan Kondisi Bank di RI

June 5, 2026
Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 22,98 Triliun Pada April 2026

Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 22,98 Triliun Pada April 2026

June 5, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, June 5, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Kini Rp18.010

13 hours ago
in Market
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Kini Rp18.010
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berhasil berbalik menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026), setelah sepanjang hari bergerak volatil di area Rp18.000/US$.

Melansir data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,06% ke level Rp18.010/US$.

Penguatan ini menjadi sedikit napas bagi mata uang Garuda setelah pada perdagangan sebelumnya, Kamis (4/6/2026), rupiah ditutup melemah 0,45% ke level Rp18.020/US$. Posisi tersebut merupakan level terlemah sepanjang sejarah rupiah terhadap dolar AS.

Meski berakhir menguat, pergerakan rupiah sepanjang perdagangan hari ini masih berada dalam tekanan. Rupiah sempat dibuka melemah 0,17% ke level Rp18.050/US$, sebelum bergerak cukup volatil di rentang Rp18.000-Rp18.050/US$ sepanjang hari.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 15.00 WIB terpantau masih bergerak stabil di level 99,258.


Pemerintah baru saja merilis realisasi APBN hingga akhir Mei 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan defisit APBN mencapai Rp180,4 triliun atau 0,70% terhadap PDB.

Angka tersebut naik tipis dibandingkan posisi akhir April 2026 yang sebesar Rp164,4 triliun atau 0,64% terhadap PDB. Meski demikian, Purbaya menilai posisi defisit tersebut masih aman dan sesuai desain APBN 2026.

“Jadi kalau kita hitung seperti di luar itu. Kalau saya pakai cara yang sama kira-kira 1,8% PDB. Jadi kalau dilihat dari situ APBN kita sangat aman,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, Jumat (5/6/2026).

Selain defisit yang masih terkendali, keseimbangan primer juga tercatat surplus Rp58,6 triliun. Kondisi ini menunjukkan APBN masih memiliki ruang untuk menjaga kesinambungan fiskal di tengah tekanan pasar keuangan.

Sementara dari itu, Bank Indonesia (BI) menegaskan masih memiliki sejumlah amunisi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Setidaknya ada tujuh langkah yang disiapkan bank sentral untuk meredam tekanan terhadap rupiah.

Pertama, BI akan memperkuat intervensi di pasar valas, baik di dalam maupun luar negeri. Intervensi tersebut dilakukan melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, termasuk di pusat keuangan global secara berkelanjutan atau around the clock.

Kedua, BI akan mengoptimalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) agar aset berbasis rupiah tetap menarik bagi investor. Masuknya aliran modal tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung kecukupan pasokan valas di dalam negeri.

Ketiga, BI juga akan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Langkah ini menjadi bagian dari sinergi fiskal dan moneter untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Keempat, BI akan menjaga kecukupan likuiditas di perbankan dan pasar uang dengan mempertahankan pertumbuhan uang primer atau M0 di atas 10%, sejalan dengan ekspansi moneter.

Kelima, BI memperkuat kebijakan transaksi pasar valas melalui penurunan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi US$25.000 per pelaku per bulan yang mulai berlaku Juni 2026. BI juga memperluas transaksi yuan dan rupiah di dalam negeri dalam rangka Local Currency Transaction (LCT).

Keenam, BI memperkuat intervensi di pasar offshore NDF. Hal ini dilakukan melalui perluasan keikutsertaan perbankan dalam transaksi offshore NDF jual valas terhadap rupiah di pasar luar negeri bagi Dealer Utama PUVA yang memenuhi persyaratan BI.

Ketujuh, BI akan memperkuat pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi. Pengawasan ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Anak Muda RI Hobi ‘Gali Lubang Tutup Lubang’, Bos OJK Lakukan Ini

Anak Muda RI Hobi ‘Gali Lubang Tutup Lubang’, Bos OJK Lakukan Ini

June 5, 2026
Sumber Dana Tetap Mandiri, OJK Janji Pengawasan Berkualitas

Sumber Dana Tetap Mandiri, OJK Janji Pengawasan Berkualitas

June 5, 2026
OJK Hunting Calon Emiten IPO, Begini Jurusnya

OJK Hunting Calon Emiten IPO, Begini Jurusnya

June 5, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .