• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000

Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000

July 31, 2026
The Fed Masih Hawkish, BI Pastikan Siap Hadapi Era 'Higher for Longer'

The Fed Masih Hawkish, BI Pastikan Siap Hadapi Era 'Higher for Longer'

July 31, 2026
Laba Emiten Mal Kokas dan Gancit (PWON) Anjlok 11,4%

Laba Emiten Mal Kokas dan Gancit (PWON) Anjlok 11,4%

July 31, 2026
BI Tahan BI Rate, Dana Asing Masuk Rp 195 T ke Instrumen SBN & SRBI

BI Tahan BI Rate, Dana Asing Masuk Rp 195 T ke Instrumen SBN & SRBI

July 31, 2026
Laporan Keuangan Jadi Bahan Bakar Saham Tambang, Siapa Paling Menarik?

Laporan Keuangan Jadi Bahan Bakar Saham Tambang, Siapa Paling Menarik?

July 31, 2026
Laba Tugu Insurance (TUGU) Melonjak 76,87% Gara-Gara Ini

Laba Tugu Insurance (TUGU) Melonjak 76,87% Gara-Gara Ini

July 31, 2026
BI Dinilai Tak Acuh Soal Pertumbuhan Ekonomi, Destry Buka Suara!

BI Dinilai Tak Acuh Soal Pertumbuhan Ekonomi, Destry Buka Suara!

July 31, 2026
BI Tak Mau Lagi Bank Tumpuk Obligasi, Destry Mau Lakukan Ini

BI Tak Mau Lagi Bank Tumpuk Obligasi, Destry Mau Lakukan Ini

July 31, 2026
COIN Rugi Rp39,2 Miliar di Semester I-2026, Kripto Sudah Tak Dilirik?

COIN Rugi Rp39,2 Miliar di Semester I-2026, Kripto Sudah Tak Dilirik?

July 31, 2026
Naik 17%! Kospi Cuma Butuh 5 Menit Buat Kembali ke Level 6.000-an

Naik 17%! Kospi Cuma Butuh 5 Menit Buat Kembali ke Level 6.000-an

July 31, 2026
BTN Sudah Salurkan 55.766 KPR Rumah Subsidi hingga Akhir Juli 2026

BTN Sudah Salurkan 55.766 KPR Rumah Subsidi hingga Akhir Juli 2026

July 31, 2026
Naik17%! Kospi Cuma Butuh 5 Menit Buat Kembali ke Level 6.000-an

Naik17%! Kospi Cuma Butuh 5 Menit Buat Kembali ke Level 6.000-an

July 31, 2026
Bank Permata Kehilangan Dana Murah, Cost of Fund Berpotensi Naik

Bank Permata Kehilangan Dana Murah, Cost of Fund Berpotensi Naik

July 31, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 31, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000

1 hour ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir Juli. Mata uang Garuda bahkan kembali bergerak di bawah level psikologis Rp18.000/US$.

Merujuk data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026), rupiah mampu terapresiasi 0,47% ke posisi Rp17.990/US$. Level penguatan yang semakin besar dibandingkan posisi pembukaan perdagangan pagi tadi, dimana rupiah dibuka menguat 0,19% ke level Rp18.040/US$. 

Penguatan rupiah hari ini sekaligus membalikkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup melemah 0,17% ke posisi Rp18.075/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,31% ke posisi 100,173.

Meski menguat pada perdagangan Asia hari ini, DXY baru saja mengalami tekanan hebat pada perdagangan sebelumnya dengan anjlok 1,01% ke level 99,864.


Rupiah tetap mampu menguat meski DXY berbalik naik pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda masih mendapat dukungan dari pelemahan tajam dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

DXY sebelumnya mencatat salah satu penurunan intraday terbesar terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Tekanan terhadap greenback muncul setelah pasar merespons data inflasi Juni dan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal terakhir.

Data tersebut kembali memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), setelah suku bunga dipertahankan pada rentang 3,50%-3,75% dalam pertemuan pekan ini.

Adapun, dari dalam negeri, Gubernur sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan stabilitas rupiah dan inflasi menjadi fokus utama bank sentral saat ini.

Fokus tersebut muncul di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dunia akibat perang serta risiko era suku bunga tinggi bertahan lebih lama atau higher for longer.

“Tantangan yang dalam jangka pendek dan betul-betul harus menjadi perhatian kami adalah jaga stabilitas, baik itu dalam kaitannya nilai tukar rupiah dan inflasi,” kata Destry dalam media briefing secara daring, Jumat (31/7/2026).

Menurut Destry, tantangan tersebut telah direspons melalui keputusan Rapat Dewan Gubernur BI periode Juli yang mempertahankan BI Rate di level 5,75%.

“Karena ada kita lihat ketidakpastian di luar yang memengaruhi stabilitas di dalam, terutama terkait asset pricing domestic misalnya SBN rate, yield, asset pricing lainnya, SRBI dan lainnya,” ujar Destry.

Selain nilai tukar, BI juga mencermati tekanan inflasi pangan yang telah berada di atas 5%. Posisi tersebut sudah melampaui sasaran inflasi umum sebesar 2,5% plus minus 1%.

“Dan itu kita lihat ke depan ada tantangan inflasi khususnya inflasi pangan. Core inflation relatif aman dengan total sebesar 3,5% di posisi terakhir, memang jadi perhatian kita inflasi pangan di atas 5%,” ucap Destry.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
The Fed Masih Hawkish, BI Pastikan Siap Hadapi Era 'Higher for Longer'

The Fed Masih Hawkish, BI Pastikan Siap Hadapi Era 'Higher for Longer'

July 31, 2026
Laba Emiten Mal Kokas dan Gancit (PWON) Anjlok 11,4%

Laba Emiten Mal Kokas dan Gancit (PWON) Anjlok 11,4%

July 31, 2026
BI Tahan BI Rate, Dana Asing Masuk Rp 195 T ke Instrumen SBN & SRBI

BI Tahan BI Rate, Dana Asing Masuk Rp 195 T ke Instrumen SBN & SRBI

July 31, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .