• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Rp18.128 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Rp18.128 per Dolar AS

October 30, 2026
Geger Dugaan Peretasan Binance, Bitcoin dan Kripto Kompak Rontok

Geger Dugaan Peretasan Binance, Bitcoin dan Kripto Kompak Rontok

October 30, 2026
Harga Cabai Semahal Daging, Bos BI Ungkap Penyebabnya

Harga Cabai Semahal Daging, Bos BI Ungkap Penyebabnya

October 30, 2026
Kami Bukan di Menara Gading

Kami Bukan di Menara Gading

October 30, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 30, 2026
Ancaman MSCI, Risiko Terburuk dan Kenapa Pasar Saham RI Tetap Menarik

Ancaman MSCI, Risiko Terburuk dan Kenapa Pasar Saham RI Tetap Menarik

October 30, 2026
Kuartal III-2026, Laba Bank Raya Rp21 Miliar, Kredit Digital Naik 20%

Kuartal III-2026, Laba Bank Raya Rp21 Miliar, Kredit Digital Naik 20%

October 30, 2026
IDX Commodity 20 Jadi Indeks Baru di BEI, Ini Daftar Sahamnya

IDX Commodity 20 Jadi Indeks Baru di BEI, Ini Daftar Sahamnya

October 30, 2026
BEI Awasi Ketat 5 Saham, Ada Emiten Happy Hapsoro dan Grup Sinar Mas

BEI Awasi Ketat 5 Saham, Ada Emiten Happy Hapsoro dan Grup Sinar Mas

October 30, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 30, 2026
Ritel Bisa Jadi Benteng Hadapi Gejolak

Ritel Bisa Jadi Benteng Hadapi Gejolak

October 30, 2026
Bank Neo Commerce (BBYB) Tunjuk Dirut Baru, Ini Sosoknya

Bank Neo Commerce (BBYB) Tunjuk Dirut Baru, Ini Sosoknya

October 30, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,61% ke Level 5.066

IHSG Dibuka Melemah 0,61% ke Level 5.066

October 30, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 30, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Dibuka Rp18.128 per Dolar AS

1 hour ago
in Market
Rupiah Dibuka Rp18.128 per Dolar AS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah dibuka melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Jumat (30/10/2026), setelah sempat menguat pada perdagangan sebelumnya.

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp18.128/US$, melemah 0,02% dibandingkan penutupan Kamis (29/10/2026) di posisi Rp18.125/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,30% ke posisi 101,731.

Pergerakan rupiah berlangsung di tengah perhatian pasar terhadap data pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS yang baru dirilis pada Kamis (29/10/2026).


Ekonomi AS tumbuh 3,4% secara annualized pada kuartal III-2026, meningkat dari 2,2% pada kuartal sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,2%.

Di sisi lain, inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS meningkat menjadi 3,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September, dari 3,4% pada Agustus. Inflasi PCE inti juga naik menjadi 3,1% dari 3,0%.

Pertumbuhan ekonomi yang melampaui ekspektasi dan inflasi yang masih tinggi berpotensi membuat Federal Reserve (The Fed) lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga. Kondisi ini dapat menjaga daya tarik aset berbasis dolar AS dan membatasi ruang penguatan rupiah.

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) menjelang pertemuan November 2026. Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan bahwa keputusan suku bunga acuan akan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi domestik dan global, bukan otomatis mengikuti langkah Federal Reserve (The Fed).

“Data dependent, nanti kita lihat perkembangannya seperti apa. Karena kita punya kebijakan kan banyak ya instrumennya,” ujar Destry seusai menghadiri Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Di tengah tekanan terhadap rupiah, BI juga menyiapkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mulai dari insentif biaya lindung nilai (hedging), kebijakan makroprudensial, hingga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Langkah ini menjadi perhatian ketika tingginya imbal hasil obligasi AS dan ketidakpastian global masih membayangi pergerakan mata uang negara berkembang.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Geger Dugaan Peretasan Binance, Bitcoin dan Kripto Kompak Rontok

Geger Dugaan Peretasan Binance, Bitcoin dan Kripto Kompak Rontok

October 30, 2026
Harga Cabai Semahal Daging, Bos BI Ungkap Penyebabnya

Harga Cabai Semahal Daging, Bos BI Ungkap Penyebabnya

October 30, 2026
Kami Bukan di Menara Gading

Kami Bukan di Menara Gading

October 30, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .