• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun Jadi Rp16.250

Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun Jadi Rp16.250

July 24, 2025
OJK Berharap MSCI Jadi Titik Balik Bursa RI, Asing Bisa Balik Masuk?

OJK Berharap MSCI Jadi Titik Balik Bursa RI, Asing Bisa Balik Masuk?

June 17, 2026
Lima Hari Naik 17%, Ternyata Ini yang Dorong IHSG

Lima Hari Naik 17%, Ternyata Ini yang Dorong IHSG

June 17, 2026
BI Rate Naik, Bank Digital Bakal Perang Suku Bunga?

BI Rate Naik, Bank Digital Bakal Perang Suku Bunga?

June 17, 2026
Danantara Targetkan Merger BUMN Asuransi Dimulai September 2026

Danantara Targetkan Merger BUMN Asuransi Dimulai September 2026

June 17, 2026
Detik-Detik Melantai di Bursa Hong Kong, EMAS Didukung Glencore Cs

Detik-Detik Melantai di Bursa Hong Kong, EMAS Didukung Glencore Cs

June 17, 2026
KB Bank PHK Massal, Ini Penjelasan OJK

KB Bank PHK Massal, Ini Penjelasan OJK

June 17, 2026
OJK Buka Suara Soal Dua Pengumuman MSCI

OJK Buka Suara Soal Dua Pengumuman MSCI

June 17, 2026
OJK Sebut Bank akan Revisi RBB Bulan Ini

OJK Sebut Bank akan Revisi RBB Bulan Ini

June 17, 2026
Video: Investor Pantau BI Rate – Ulasan MSCI, IHSG dan Rupiah Melemah

Video: Investor Pantau BI Rate – Ulasan MSCI, IHSG dan Rupiah Melemah

June 17, 2026
IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 0,55%

IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 0,55%

June 17, 2026
Punya Potensi Besar, Kontraktor Alat Berat China Masuk Minerba

Punya Potensi Besar, Kontraktor Alat Berat China Masuk Minerba

June 17, 2026
Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

Geger Emas 1 Ton Milik Penguasa Toba Hilang Diangkut 17 Kuda

June 17, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, June 17, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun Jadi Rp16.250

11 months ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun Jadi Rp16.250
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (24/7/2025) terpantau menguat.

Melansir dari Refinitiv, nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan sebesar 0,21% ke level Rp16.250/US$. Hal ini melanjutkan tren positif setelah pada perdagangan kemarin Rabu (23/7/2025) rupiah bisa menguat 0,12% terhadap dolar AS yakni berada di level Rp16.285/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada penutupan perdagangan kemarin kembali mengalami pelemahan sebesar 0,18% di level 97,21, ini menandakan pelemahan selama empat hari berturut-turut bagi indeks dolar AS.

Namun demikian, per pukul 09.00 WIB indeks dolar AS terpantau melemah tipis 0,08% di level 97,13.

Pelemahan dolar AS menjadi sentimen utama yang menopang kinerja mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Arah kebijakan perdagangan AS kembali menjadi sorotan menjelang tenggat waktu 1 Agustus 2025, di mana Negeri Paman Sam memberi batas waktu kepada mitra dagangnya untuk mencapai kesepakatan tarif, atau berisiko dikenakan tarif tinggi. Seiring dengan pelaku pasar yang menunggu kepastian terkait tarif ini membuat dorongan terhadap pelemahan dolar AS.

Di sisi lain, langkah investor global yang mulai memburu aset-aset berisiko seperti mata uang emerging market turut memperkuat posisi rupiah. Sentimen risk-on ini muncul di tengah ekspektasi bahwa ketegangan perdagangan dapat mereda atau bahkan membuka peluang negosiasi lanjutan yang lebih konstruktif, sehingga meningkatkan optimisme pasar.

Dari dalam negeri, pasar akan turut mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baru dirilis oleh dua lembaga internasional, Asian Development Bank (ADB) dan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO).

ADB mempertahankan outlook pertumbuhan RI di 5,0% pada 2025, didukung konsumsi rumah tangga, stimulus fiskal, serta pelonggaran suku bunga oleh Bank Indonesia.

Sementara itu, AMRO justru memangkas proyeksi pertumbuhan menjadi 4,8% akibat dampak dari kebijakan tarif dagang AS terhadap ekspor dan konsumsi domestik. Kenaikan tarif impor AS menjadi 19% dinilai membebani permintaan dan menjadi risiko tambahan bagi prospek pemulihan ekonomi RI.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Rupiah Ditutup Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp 16.185




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City  in Lombok

Exclusive: Multi-Billion Dollar Shake-Up Looming for Invest in Lombok Property | Marina Bay City in Lombok

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Berharap MSCI Jadi Titik Balik Bursa RI, Asing Bisa Balik Masuk?

OJK Berharap MSCI Jadi Titik Balik Bursa RI, Asing Bisa Balik Masuk?

June 17, 2026
Lima Hari Naik 17%, Ternyata Ini yang Dorong IHSG

Lima Hari Naik 17%, Ternyata Ini yang Dorong IHSG

June 17, 2026
BI Rate Naik, Bank Digital Bakal Perang Suku Bunga?

BI Rate Naik, Bank Digital Bakal Perang Suku Bunga?

June 17, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .