• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

October 12, 2026
Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

October 12, 2026
PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

October 12, 2026
Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

October 12, 2026
China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

October 12, 2026
Emiten Sepeda Listrik Akuisisi Tambang Batu Bara, Sahamnya ARA

Emiten Sepeda Listrik Akuisisi Tambang Batu Bara, Sahamnya ARA

October 12, 2026
Saham Prajogo Kompak Berguguran, BREN-CUAN Ambles Hampir 13%

Saham Prajogo Kompak Berguguran, BREN-CUAN Ambles Hampir 13%

October 12, 2026
Dulu Dicap Investasi Ceroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

Dulu Dicap Investasi Ceroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

October 12, 2026
Dulu Dicap InvestasiCeroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

Dulu Dicap InvestasiCeroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

October 12, 2026
Investor Asing Diam-diam Net Sell Rp166 Miliar Sepanjang Sesi I

Investor Asing Diam-diam Net Sell Rp166 Miliar Sepanjang Sesi I

October 12, 2026
Video: Produksi AS Terganggu, Harga Minyak Menguat

Video: Produksi AS Terganggu, Harga Minyak Menguat

October 12, 2026
IHSG Jatuh 2% Siang Ini, Analis Ungkap Sentimennya

IHSG Jatuh 2% Siang Ini, Analis Ungkap Sentimennya

October 12, 2026
IHSG Anjlok 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 12, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 12, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

48 minutes ago
in Market
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah kehilangan tenaga pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Sempat menguat pada pagi hari, mata uang Garuda akhirnya berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,11% ke posisi Rp17.895/US$ pada perdagangan Senin (12/10/2026).

Pergerakan tersebut membalikkan penguatan pada pembukaan perdagangan, ketika rupiah terapresiasi 0,08% ke level Rp17.860/US$. Sepanjang hari ini, rupiah bergerak dalam rentang Rp17.860-Rp17.910/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau stabil di posisi 102,213.


Rupiah kembali tertekan ketika indeks dolar AS bertahan di sekitar level tertingginya dalam 18 bulan. Posisi DXY yang masih berada di atas 102 menunjukkan permintaan terhadap aset berdenominasi dolar tetap kuat.

Dolar AS memperoleh dukungan dari meningkatnya kehati-hatian investor menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi serta serangan terhadap dua kapal pada akhir pekan kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pasokan energi.

Pelaku pasar juga menantikan rilis inflasi konsumen AS pada Rabu pekan ini. Data tersebut menjadi salah satu indikator ekonomi utama terakhir sebelum bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) menggelar rapat FOMC pada akhir Oktober.

Saat ini, pasar memperhitungkan peluang sebesar 81% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, meningkat dari 51% sebulan sebelumnya. Namun, inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat kembali memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan dan memperkuat dolar AS.

Menghadapi tekanan global tersebut, Bank Indonesia (BI) menegaskan kesiapannya mengambil langkah intervensi yang lebih agresif untuk menjaga stabilitas rupiah.

“Kalau memang perlu kita intervensi lebih bold, ya kita akan lakukan intervensi lebih bold, karena sekarang kalau kami lihat, memang sumber utama dari gejolak ini emang lebih di global banyaknya,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam program Central Banking CNBC Indonesia, dikutip Senin (12/10/2026).

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

October 12, 2026
PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

October 12, 2026
Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

October 12, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .