• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Raksasa Migas Panen Cuan Imbas Krisis Selat Hormuz, Ini Buktinya

Raksasa Migas Panen Cuan Imbas Krisis Selat Hormuz, Ini Buktinya

August 4, 2026
Pefindo Pangkas Peringkat ADHI Jadi idBB, Sinyal Tekanan Likuiditas

Pefindo Pangkas Peringkat ADHI Jadi idBB, Sinyal Tekanan Likuiditas

August 4, 2026
Rupiah Gagal Bertahan, Dolar Menguat ke Rp18.015

Rupiah Gagal Bertahan, Dolar Menguat ke Rp18.015

August 4, 2026
Laba Bumi Resources MInerals (BRMS) Anjlok 43%, Ada Apa?

Laba Bumi Resources MInerals (BRMS) Anjlok 43%, Ada Apa?

August 4, 2026
EMTK Rugi Rp320,6 Miliar di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

EMTK Rugi Rp320,6 Miliar di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

August 4, 2026
EMTKBukukan Rugi Rp320,6 Miliar di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

EMTKBukukan Rugi Rp320,6 Miliar di Semester I-2026, Ini Penyebabnya

August 4, 2026
Laba BRMS Susut 43% Jadi US,92 Juta di Semester I-2026, Ada Apa?

Laba BRMS Susut 43% Jadi US$12,92 Juta di Semester I-2026, Ada Apa?

August 4, 2026
Ini Dia Konglomerat Pemilik Blok M Plaza, Kokas dan Gancit

Ini Dia Konglomerat Pemilik Blok M Plaza, Kokas dan Gancit

August 4, 2026
Asing Incar Bank Jumbo di Sesi 1, IHSG Dekati Level 6.300

Asing Incar Bank Jumbo di Sesi 1, IHSG Dekati Level 6.300

August 4, 2026
IHSG Sesi 1 Menguat 0,57% ke Level 6.270

IHSG Sesi 1 Menguat 0,57% ke Level 6.270

August 4, 2026
Terkuak, Ini Rahasia Raksasa Teknologi Cari Cuan Lewat AI

Terkuak, Ini Rahasia Raksasa Teknologi Cari Cuan Lewat AI

August 4, 2026
Video:Fundamental Kuat, GOTO Optimistis Perkuat Bisnis Gojek & Fintech

Video:Fundamental Kuat, GOTO Optimistis Perkuat Bisnis Gojek & Fintech

August 4, 2026
Semester I-2026, Cuan Emiten Aguan Ini Sudah Lampaui Laba Tahun 2025

Semester I-2026, Cuan Emiten Aguan Ini Sudah Lampaui Laba Tahun 2025

August 4, 2026
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, August 4, 2026
Lombok Times News
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Lombok Times News
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Raksasa Migas Panen Cuan Imbas Krisis Selat Hormuz, Ini Buktinya

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Raksasa Migas Panen Cuan Imbas Krisis Selat Hormuz, Ini Buktinya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perang yang masih berkecamuk antara AS-Israel dan Iran membuat pasar energi dunia terus bergejolak, namun justru mendatangkan berkah bagi raksasa-raksasa minyak global. Sejumlah perusahaan migas terbesar dunia melaporkan laba kuartalan tertinggi mereka dalam beberapa tahun terakhir untuk periode April-Juni 2026.

Harga minyak internasional rata-rata bertengger di kisaran US$ 96 per barel pada kuartal II-2026, melonjak 45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menguntungkan perusahaan-perusahaan yang masih mampu memproduksi dan mendistribusikan minyak ke seluruh dunia di tengah konflik di Timur Tengah.

Exxon Mobil, perusahaan migas terbesar AS, membukukan laba US$ 14,53 miliar pada kuartal II-2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun 2025. Chevron mencatat lonjakan laba yang lebih tajam, dari US$ 2,49 miliar menjadi US$ 12,07 miliar. CEO Exxon, Darren Woods, mengatakan perusahaannya sudah siap menghadapi situasi seperti ini meski tidak pernah memprediksinya secara spesifik.

Tren serupa terjadi di kubu perusahaan energi Eropa. Shell asal Inggris melaporkan laba kuartal II-2026 melonjak tiga kali lipat dari tahun lalu menjadi US$ 10,82 miliar, sementara TotalEnergies asal Prancis membukukan laba lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 5,44 miliar. CEO TotalEnergies, Patrick Pouyanné, menyebut situasi di Selat Hormuz masih sangat fluktuatif dan kerap menjadi arena pertempuran.

Kondisi berbeda dialami Saudi Aramco, perusahaan migas paling bernilai di dunia. Karena mayoritas operasinya berada di dalam negeri yang dekat dengan pusat konflik, dampak perang terhadap Aramco relatif lebih besar. Kalangan analis yang disurvei FactSet memproyeksikan laba kuartal II-2026 Aramco, yang baru akan dirilis pekan depan, hanya tumbuh sekitar 27% dari tahun sebelumnya.

Gangguan pasokan energi semakin parah setelah gencatan senjata antara AS dan Iran kolaps awal bulan ini, ditambah perebutan kendali atas Selat Hormuz sebagai jalur akses ke Teluk Persia. Gelombang baru serangan di Laut Merah yang merupakan rute pelayaran alternatif terjadi setelah kuartal II berakhir turut mengerek harga energi kembali naik. Harga minyak dunia yang sempat kembali ke level sebelum perang di kisaran US$ 72 per barel pada awal Juli, melonjak ke sekitar US$ 87 per barel akhir pekan lalu.

Bisnis pengolahan minyak mentah menjadi bensin dan bahan bakar transportasi lainnya juga sangat menguntungkan sejumlah perusahaan, karena kerusakan kilang di Teluk Persia dan Rusia membuat harga bahan bakar tetap tinggi meski harga minyak mentah sempat anjlok.

Menurut firma konsultan energi Wood Mackenzie, industri migas saat ini cenderung menahan kas ekstra ketimbang menggelontorkannya untuk menambah produksi. Belanja produksi minyak dan gas industri secara keseluruhan tahun ini diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2025, seiring ketidakpastian arah perang yang masih tinggi. Meski demikian, CEO Chevron Mike Wirth menyebut belum ada tanda signifikan bahwa perang ini akan menekan permintaan minyak dan gas dalam jangka panjang.

Lonjakan laba raksasa migas ini memicu kritik dari kelompok lingkungan, sejumlah menteri keuangan Eropa, hingga Presiden AS Donald Trump yang pada Juni lalu menuduh perusahaan migas mengambil untung berlebihan dari harga bensin di level konsumen. Uni Eropa sendiri pernah menerapkan pajak windfall profit serupa pada 2022 pascainvasi Rusia ke Ukraina, namun langkah serupa di AS kini dinilai sulit terwujud karena Kongres yang dikuasai Partai Republik cenderung berpihak pada industri migas.

Di tengah situasi ini, sejumlah investor mulai mempertanyakan tingkat eksposur perusahaan energi Barat di kawasan Teluk Persia, mengingat Exxon dan TotalEnergies memiliki investasi besar di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Namun Exxon menegaskan tetap optimistis terhadap kawasan tersebut. “Dunia membutuhkan sumber daya di kawasan itu, dan Selat Hormuz harus tetap terbuka,” kata Woods, menambahkan pihaknya yakin kondisi itu pada akhirnya akan tercapai.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pefindo Pangkas Peringkat ADHI Jadi idBB, Sinyal Tekanan Likuiditas

Pefindo Pangkas Peringkat ADHI Jadi idBB, Sinyal Tekanan Likuiditas

August 4, 2026
Rupiah Gagal Bertahan, Dolar Menguat ke Rp18.015

Rupiah Gagal Bertahan, Dolar Menguat ke Rp18.015

August 4, 2026
Laba Bumi Resources MInerals (BRMS) Anjlok 43%, Ada Apa?

Laba Bumi Resources MInerals (BRMS) Anjlok 43%, Ada Apa?

August 4, 2026
Lombok Times News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .